Si Kecil Demam? Ini Cara Menurunkan Panas Pada Bayi Sesuai Saran Dokter

cara menurunkan panas pada bayi
Foto: www.freepik.com

Meski demam merupakan sesuatu yang sering dialami anak, orang tua tetap saja khawatir. Itulah sebabnya, orang tua perlu mengetahui cara menurunkan panas pada bayi.

Untuk itu, LIMONE telah menghubungi dr. Nike Dewi Anggraini, Sp.A, seorang Dokter Spesialis Anak dari RS Siloam Bekasi Timur dan BWCC Bekasi, yang akan memberikan informasi terkait cara menurunkan panas pada bayi secara tepat.

Berapa Suhu Tubuh Bayi yang Demam?

cara menurunkan panas pada bayi
Foto: www.canva.com

Pada dasarnya, suhu tubuh normal bayi adalah berkisar antara 36,5-37,5 derajat Celcius. “Sedangkan untuk suhu tubuh demam adalah lebih dari sama dengan 38 derajat Celcius. Dan pada suhu 37,5-38 derajat Celcius, maka dikatakan suhu febris atau sumang,” jelasnya.

Menurut Dokter Nike, terdapat tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengukur suhu tubuh bayi yang tepat. Biasanya akan dilakukan di oral atau mulut, kemudian yang paling umum adalah di ketiak, dan yang ketiga adalah di anus.

“Pada metode ketiga, ini sebenarnya merupakan cara yang paling akurat untuk mengukur suhu pusat tubuh, namun ini metode yang tidak nyaman. Sehingga yang paling sering dilakukan adalah pengecekan suhu di ketiak,” ungkapnya.

Mengapa Bayi Bisa Mengalami Demam?

Foto: www.canva.com

Dokter Spesialis Anak ini menerangkan bahwa sebenarnya demam merupakan respons dari tubuh terhadap adanya rangsangan dari dalam atau luar tubuh. Atau istilah lainnya adalah respons mekanisme pembelaan dari tubuh.

“Pada umumnya demam disebabkan oleh adanya inflasi atau peradangan, serta adanya infeksi. Namun di luar itu semua, demam juga bisa disebabkan karena reaksi imunisasi, tumbuh gigi, menggunakan pakaian yang terlalu tebal, atau ruangan yang terlalu panas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebenarnya pada suhu tubuh pada bayi memang dipengaruhi oleh suhu dari lingkungan sekitar.

Adakah Kondisi Demam yang Harus Diwaspadai oleh Orang Tua?

Foto: www.canva.com

Meski menjadi kondisi yang umum, namun ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh orang tua.

Seperti ketika demam pada bayi yang usianya kurang dari tiga bulan, kemudian demam dengan suhu yang berulang mencapai lebih atau sama dengan 40 derajat Celcius.

Kemudian demam selama tiga hari berturut-turut yang selalu naik turun, atau bisa juga demam dengan adanya gejala lain.

“Misalnya dengan adanya tanda dehidrasi, biasanya kita lihat buang air kecil yang berkurang,” ujarnya.

“Karena biasanya diharapkan anak dapat buang air kecil setiap empat jam,” tambahnya.

“Kemudian pada mata yang terlihat cekung, porsi makan dan minumnya sangat berkurang, lalu air matanya tidak ada, dan mukosa bibir tampak kering. Itu bisa menjadi tanda dari anak yang mengalami dehidrasi,” lanjutnya.

Kemudian bisa juga dengan demam yang disertai dengan ruam atau bintik merah di kulit. Atau demam pada anak-anak dengan riwayat kejang demam, karena berpotensi untuk terjadi kejang demam pada anak.

Apakah Panas pada Bayi Merupakan Kondisi yang Berbahaya?

Foto: www.canva.com

Menurut Dokter Nike, jawabannya adalah bisa ya dan tidak, karena tergantung dari penyebab demamnya sendiri dan bagaimana klinis bayi saat demam.

Jadi saat anak demam, orang tua tidak perlu panik, karena tidak semua demam itu berbahaya. Apalagi mengingat bahwa demam adalah mekanisme pembelaan tubuh.

“Pada demam karena tumbuh gigi atau reaksi imunisasi, maka demam tidak akan berbahaya dan dapat membaik dalam beberapa waktu,” ujarnya.

“Namun pada kondisi  tertentu yang demamnya sangat tinggi bahkan lebih dari 40 derajat Celcius, misalnya demam pada bayi kecil atau pada anak dengan klinisnya yang ia tidak mau makan minum, lemas, dan ada pengurangan kesadaran, maka termasuk ke dalam kondisi yang berbahaya,” lanjutnya.

Namun orang tua sebaiknya tidak perlu panik, teruslah untuk waspada dan memantau kondisi bayi.

Bagaimana Gejala Demam Bayi Selain Dilihat dari Suhu Tubuhnya?

Foto: www.canva.com

Selain mengukur suhu dengan termometer, kita juga bisa meraba bagian kepala, pipi, dada, perut, dan punggung bayi.

“Kemudian perhatikan juga karena biasanya pada bayi demam akan rewel. Hanya mau digendong, tidak mau makan, sangat lemas. Dan tidak aktif bermain seperti biasanya, hal-hal tersebut bisa kita pantau sebagai gejala bayi demam,” tuturnya.

Atau bisa juga timbul gejala lain seperti adanya batuk pilek. Kemudian ruam merah, sesak, itu juga bisa menjadi tanda bayi yang sedang demam.

Bagaimana Cara Menurunkan Panas pada Bayi?

Foto: www.canva.com

Setelah mengetahui gejala dari demam, maka orang tua perlu mengetahui cara menurunkan panas pada bayi. Menurut Dokter Nike, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

“Yang pertama, orang tua tidak perlu panik, kemudian pastikan anak beristirahat dengan tirap baring. Setelah itu berikan pakaian yang tipis, menyerap keringat, dan nyaman,” sarannya.

“Tidak dianjurkan untuk memberikan pakaian yang tebal atau misalnya bayi dipakaikan bedong. Karena udara panas yang ada di tubuh bayi itu bisa menguap keluar dari tubuh dengan menggunakan pakaian yang tipis dan nyaman,” lanjutnya.

Kemudian, kompres buah hati dengan menggunakan air hangat, bisa di area dahi, dada, lipatan ketiak, dan lipatan selangkangan.

“Saat ini kita tidak merekomendasikan untuk memberikan kompres air dingin, sehingga yang direkomendasikan adalah kompres air hangat,” ungkap Dokter Nike.

“Pastikan anak minum lebih banyak dari biasanya. Karena mengingat bahwa anak demam membutuhkan cairan yang lebih besar dibanding anak yang tidak demam.” tekannya.

“Setiap kenaikan satu derajat celcius suhu tubuh, sebenarnya akan meningkatkan cairan sekitar 12,5% dibanding anak yang tidak demam,” tuturnya.

Sehingga, ada baiknya orang tua memberikan cairan seperti air putih, susu, jus, atau lainnya kepada anak, supaya tidak terjadi dehidrasi. Kemudian bisa juga diberikan obat penurun panas sesuai dosis, biasanya diberikan paracetamol atau ibuprofen.

“Untuk paracetamol biasanya dapat diberikan maksimal setiap empat jam, jika memang suhu demam anak naik turun,” katanya.

Bagaimana Jika Demam Bayi Tidak Kunjung Menurun?

cara menurunkan panas pada bayi
Foto: www.canva.com

Jika memang demam bayi tidak kunjung reda, pastikan untuk mengevaluasi kembali cara menurunkan panas pada bayi. Apakah memang dosis obatnya sudah sesuai dan sudah dibantu dengan kompres.

“Bila memang seluruh cara menurunkan panas pada bayi sudah dilakukan dengan benar tetapi demam tidak kunjung mereda, apalagi kita juga lihat klinis bayi dan terdapat tanda dehidrasi, maka sudah saatnya dibawa ke dokter untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut,” ujarnya.

Serta agar buah hati ditangani dengan cara yang tepat agar demam anak bisa cepat turun dan terhindar dari dehidrasi.

Adakah Risiko yang Dapat Timbul dari Demam yang Dialami Bayi?

Foto: www.canva.com

Meski demam merupakan kondisi yang umum, namun pada anak usia enam bulan hingga lima tahun bisa terjadi risiko kejang. Biasanya akan terjadi pada anak yang demamnya lebih atau sama dengan 38 derajat Celcius.

“Biasanya gejala ini akan terjadi di hari pertama, saat anak mengalami kondisi ini maka orang tua harus segera membawanya ke rumah sakit,” jelas Dokter Nike.

“Selain itu pada anak yang sebelumnya memiliki riwayat kejang, maka saat ia demam tinggi orang tua harus lebih waspada. Karena bisa saja kejang demam pada anak akan kambuh,” jelasnya.

Sehingga, orang tua harus sudah menyediakan obat pereda demam dan obat kejang. Nantinya bisa diberikan lewat anus, jika memang anaknya kejang di rumah.

“Selain kejang demam, risiko lainnya yang bisa timbul adalah dehidrasi. Apalagi pada anak demam cenderung malas makan atau minum, sedangkan kebutuhan cairan anak akan meningkat karena tingginya penguapan dari tubuh untuk keluar,” terangnya.

Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, oleh karena itu sebaiknya lebih sering diberikan minum dan asupan nutrisi.

Apa Saja yang Harus Diperhatikan Orang Tua Saat Menurunkan Panas Bayi?

cara menurunkan panas pada bayi
Foto: www.canva.com

Dokter Nike memaparkan bahwa orang tua harus memperhatikan klinis dari bayi. Apakah memang bayi masih tampak aktif, mau makan dan minum, atau cenderung mengantuk, menurunnya kesadaran, atau demam yang sangat tinggi.

“Orang tua harus memantau hal tersebut sebagai salah satu cara menurunkan panas pada bayi. Bila memang terjadi gejala-gejala seperti dehidrasi atau klinis bayi terlihat menurun, maka sebaiknya harus dibawa ke rumah sakit,” pesannya.

Bisakah Mencegah Bayi agar Tidak Mengalami Demam?

cara menurunkan panas pada bayi
Foto: www.canva.com

Sebetulnya, ketika demam yang disebabkan oleh infeksi itu sangat bisa dicegah, yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Pastikan lingkungan rumah sangat baik, hindari paparan asap rokok, debu, dan tungau rumah. Kemudian bila ada anggota keluarga yang sedang sakit, maka harus menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan lainnya,” tutur Dokter Nike.

“Bayi juga harus mengonsumsi nutrisi adekuat, tidak lupa mendapatkan ASI eksklusif, diberikan MP ASI yang adekuat, serta vaksinasi yang harus dilengkapi sesuai dengan rekomendasi dari IDAI. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah bayi agar tidak demam,” lanjutnya.

Kesimpulan

cara menurunkan panas pada bayi
Foto: www.canva.com

Dokter Spesialis Anak yang satu ini menuturkan bahwa ketika menghadapi anak demam, orang tua tidak perlu panik. Karena demam merupakan reaksi normal dari bayi terhadap adanya rangsangan dari dalam atau luar tubuh.

“Coba ukur suhu tubuh bayi dan lihat kondisi klinis bayi, apakah mau minum dan mana, tampak aktif, tidak rewel. Dan berikan air putih atau nutrisi lain dengan lebih sering agar menghindari gejala dehidrasi. Bisa juga diberikan obat penurun demam seperti paracetamol,” ujarnya.

Kemudian lihat juga apakah ada tanda dehidrasi atau tidak. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat adanya buang air kecil atau gejala dehidrasi lain.

“Jika memang dalam waktu satu sampai dua hari demam dan kondisi bayi berangsur membaik, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya.

“Namun jika dalam waktu dua sampai tiga hari demam bayi masih naik turun, kemudian tidak ada perbaikan klinis dan muncul tanda dehidrasi, maka segera bawa anak ke rumah sakit,” pesannya.