Wajib Tahu: 5 Vitamin Untuk Meningkatkan Kesehatan Otak Anak

vitamin otak anak
Foto: www.freepik.com

Selain menjaga fungsi tubuh agar tetap maksimal, vitamin otak anak juga dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan buah hati. Meski sebagian besar anak-anak mendapatkan nutrisi dalam jumlah yang cukup ketika mengonsumsi sumber makanan yang sehat, namun terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan mereka perlu melengkapinya dengan suplemen.

Mengapa Anak Perlu Mengonsumsi Vitamin?

vitamin otak anak
Foto: www.canva.com

Secara umum, anak-anak yang mengonsumsi makanan sehat dan seimbang sejatinya telah mendapatkan asupan vitamin di dalamnya. Baik itu mengonsumsi berbagai buah-buahan, sayuran, biji-bijian, produk susu, dan makanan berprotein, buah hati telah mendapatkan nutrisi yang cukup.

Karena, makanan ini memang mengandung semua gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Akan tetapi mungkin berbeda kondisinya pada bayi. Sebab, bayi memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dari anak-anak, dan mungkin saja memerlukan suplemen tertentu seperti vitamin D.

Sesungguhnya, anak-anak membutuhkan nutrisi yang sama seperti orang dewasa. Akan tetapi biasanya membutuhkan jumlah yang lebih sedikit. Meski mereka membutuhkan mineral dan vitamin dalam jumlah yang sedikit, namun anak-anak tetap memerlukan asupan nutrisi tersebut.

Ketika anak-anak berada dalam masa pertumbuhan, sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk membantu perkembangan otak dan tubuh. Mulai dari vitamin D, zat besi, zinc, vitamin A, B6, dan B12, menjadi asupan yang tidak boleh terlewatkan untuk dikonsumsi oleh anak.

5 Jenis Mineral dan Vitamin untuk Otak Anak

vitamin otak anak
Foto: www.canva.com

Pada dasarnya kebutuhan nutrisi pada anak akan tergantung sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas yang dilakukan. Berikut lima jenis mineral dan vitamin otak anak yang bisa wajib dikonsumsi.

Zat besi

Asupan nutrisi penting yang tidak boleh dilewatkan untuk menjaga kesehatan otak anak adalah zat besi. Menurut sebuah penelitian, anak-anak yang ibunya menerima suplementasi zat besi selama kehamilan, memiliki fungsi intelektual, eksekutif, dan motorik yang lebih baik.

Namun, terkadang buah hati masih tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup. Untuk itu, orang tua perlu memerhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak. Sebab, menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, kadar zat besi yang perlu dikonsumsi oleh anak sekitar 0,3 sampai 11 mg per harinya.

Terdapat beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk menambah jumlah zat besi di antaranya adalah daging tanpa lemak, kacang polong, bayam, buah kering, telur, dan tuna.

Omega-3

Omega-3 merupakan asam lemak yang memiliki beragam peran penting untuk kesehatan, termasuk perkembangan janin, fungsi otak, kesehatan jantung, dan sistem kekebalan tubuh. Buah hati wajib mendapatkan asupan nutrisi yang satu ini, sebab asam lemak omega-3 tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

Terdapat tiga jenis utama omega-3, di antaranya adalah asam alfa-linolenat (ALA), asam eicosapentaenoic (EPA), dan asam docosahexaenoic (DHA).

Sebagian besar DHA dapat dengan mudah kamu temukan pada minyak ikan yang berlemak seperti salmon dan mackerel. Sementara untuk jenis ALA bisa peroleh dari sayuran hijau. Nantinya ikan yang mengandung omega-3 ini dapat membantu membangun membran sel dalam otak, sehingga mampu memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan.

Tak hanya itu, sebuah penelitian juga menyatakan bahwa asam lemak jenis ini dapat meningkatkan fungsi otak dan suasana hati anak, terkhusus dalam pembelajaran, memori, dan perkembangan otak. Studi lain yang dilakukan selama enam bulan membuktikan bahwa 183 anak yang mengonsumsi omega-3 tinggi dapat mengalami peningkatan belajar verbal dan memori.

Untuk itu, vitamin otak anak yang satu ini perlu dikonsumsi sebanyak 0,7-1,6 gram perharinya menurut Kementerian Kesehatan Indonesia.

Vitamin D

Ketika dalam masa pertumbuhan, orang tua bisa memenuhi asupan vitamin untuk anak. Salah satunya dengan memberikan vitamin D yang dapat mendukung perkembangan tulang. Tak hanya itu, nutrisi ini juga bisa berperan sebagai vitamin otak anak. Sebab, nutrisi ini mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak.

Asupan vitamin D yang disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak adalah sebanyak 10-15 mcg per harinya. Hal ini bisa diperoleh dengan mengonsumsi ikan yang berlemak, jamur, produk susu, biji-bijian, dan sereal.

Vitamin B12

Vitamin otak anak yang juga perlu dikonsumsi adalah B12. Karena, nutrisi ini dapat mendukung perkembangan otak dan memproduksi sel darah merah yang sehat. Ketika buah hati tidak mendapatkan asupan vitamin B12 yang cukup, hal ini bisa meningkatkan risiko kerusakan otak permanen.

Pada bayi, vitamin B12 sebenarnya telah diperoleh ketika ia mengonsumsi ASI. Buah hati yang meminum ASI dari ibu yang memiliki asupan vitamin B12 dalam jumlah yang cukup, maka akan mendapatkan nutrisi ini secara langsung. Namun jika sang ibu menyusui mengalami defisiensi vitamin B12, maka bayi juga bisa kekurangan vitamin ini.

Pada anak-anak, kadar vitamin B12 yang disarankan adalah sebanyak 0,4-4,0 mcg per harinya. Supaya tidak mengalami defisiensi, maka orang tua bisa memberikan sumber makanan yang mengandung nutrisi yang satu ini seperti daging, ikan, susu, produk susu, dan telur.

Zinc

Mineral yang satu ini ternyata menjadi salah satu nutrisi yang penting untuk diperhatikan. Karena, defisiensi dari asupan zinc pada anak dapat menimbulkan buruknya pembelajaran, perhatian, memori dan suasana hati yang dikendalikan oleh otak.

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa seng sangat bermanfaat untuk dikonsumsi oleh bayi, serta dampak yang didapatkan akan lebih efektif apabila mengombinasikan zinc dengan zat besi.

Aturan Mengonsumsi Vitamin pada Anak

Foto: www.xframe.io

Sebenarnya, kebanyakan anak yang makan makanan sehat tidak membutuhkan vitamin tambahan dalam bentuk suplemen. Namun, terdapat keadaan tertentu yang menyebabkan anak perlu mengonsumsi suplemen untuk mencegah risiko defisiensi, di antaranya adalah

Selain itu, anak-anak dengan kanker atau penyakit lainnya yang membutuhkan peningkatan nutrisi juga memerlukan suplemen tertentu untuk mencegah malnutrisi.

Untuk memastikan vitamin otak anak memiliki kadar yang cukup, maka orang tua perlu menambahkan berbagai makanan bergizi ke dalam pola makan dan menerapkan pola gizi seimbang. Seperti memasukkan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein, lemak sehat, dan produk susu. Serta jangan lupa untuk memberikan cemilan sehat.

Kesimpulan

Foto: www.xframe.io

Biasanya, anak yang mengonsumsi makanan sehat akan memiliki kebutuhan vitamin yang cukup. Namun suplemen vitamin mungkin juga diperlukan untuk sebagian anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Dalam hal ini, orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi dan arahan yang tepat.