Tidak Perlu Disindir, Ini Cara Ampuh Menghadapi Teman Munafik Menurut Psikolog

teman munafik
Foto: www.freepik.com

Sedang berhadapan dengan teman munafik?

Setiap individu tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda. Namun ketika bertemu dengan teman munafik, tentu akan membuat kesal apalagi jika sudah mengganggu kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, Ika Amalia K, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog yang praktik di Clarity Psychology dan biro di Jabodetabek, akan menjelaskan bagaimana cara menghadapi teman munafik.

Apa Itu Munafik?

apa itu munafik | | Tidak Perlu Disindir, Ini Cara Ampuh Menghadapi Teman Munafik Menurut Psikolog
Foto: www.canva.com

Ika menjelaskan bahwa kata munafik merupakan kata serapan populer yang sekarang banyak dipakai.

“Pada awalnya kata munafik itu sebenarnya adalah istilah dalam agama Islam, yang merujuk kepada sikap seseorang terhadap agama Islam ketika mereka itu meyakini sesuatu tetapi hati mereka memungkirinya. Jadi, ada dua sisi yang berbeda, yang terlihat di luar itu baik tapi di dalam mereka tidak seperti itu,” ucap Ika.

Lebih lanjut, Ika juga mengatakan, munafik dijelaskan sebagai hubungan antara sikap atau psikologis manusia dengan Tuhan.

“Munafik itu secara spesifik dibahas dalam Al-Quran mengenai sikap manusia terhadap imannya atau akidahnya,” sambung Ika.

Apa yang Membuat Seseorang Menjadi Munafik?

apa yang membuat seseorang menjadi munafik | | Tidak Perlu Disindir, Ini Cara Ampuh Menghadapi Teman Munafik Menurut Psikolog
Foto: www.canva.com

Perlu diketahui bahwa seseorang yang munafik mempunyai banyak faktor karena ketidak selarasan hati dengan perbuatannya.

Menurut Ika, biasanya melihat tiga aspek jika hal ini ditinjau dari sisi psikologis secara general, yakni :

  1. Aspek fisik atau perilaku, bagaimana seseorang itu bertingkah laku, menunjukkan komunikasi-komunikasi non verbal atau body language.
  2. Aspek berpikir, bagaimana cara berpikir atau persepsinya saat menghadapi sebuah masalah, mendengar opini, mendapatkan berita, atau mendapatkan input dari sekitarnya.
  3. Aspek emosi, bagaimana perasaannya dengan perilaku dan pikirannya.

“Mungkin sekarang lebih populer toxic,” tukas Ika.

“Kalau orang-orang toxic itu biasanya bersikap baik, akan bersikap sesuai dengan tuntutan lingkungan, supaya orang menganggap perilaku mereka seperti itu.padahal pikiran dan emosinya belum tentu selaras dengan perilaku yang ia tunjukan untuk membuat sosial menganggap dia baik,” ucap Ika.

Sedangkan untuk faktornya ada banyak, yakni dari dalam diri dan dari luar diri.

“Jadi itu bisa membuat seseorang menjadi toxic ketika apa yang mereka pikirkan dan rasakan itu tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan,” jelasnya.

“Atau mereka bertujuan untuk menyuarakan apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka rasakan lewat perilaku-perilaku atau kata verbal yang satir. Sehingga sekilas orang mendengarnya itu baik, padahal itu bertujuan untuk meninggikan derajatnya sendiri atau menjatuhkan orang lain atau sebuah golongan,” jelas Ika.

Apa Saja Ciri-Ciri Teman Munafik?

teman munafik
Foto: www.canva.com

Ika menjelaskan, terdapat tiga ciri orang atau teman munafik jika merujuk kepada hadis nabi Muhammad SAW.

  • Pertama, dia akan berbicara hal yang dusta atau berbohong
  • Kedua, kalau misalnya dia berjanji, dia akan ingkar
  • Ketiga, dia akan dengan mudah berkhianat kepada orang yang memberikan kepercayaan.

“Kalau menurut saya itu merangkum dari apa yang dijelaskan secara detail pada kitab Al-Qur’an, karena memang kata-kata ini sendiri pun dari kitab Al-Qur’an sebenarnya,” jelas Ika.

Lebih lanjut, Ika menjelaskan ketika kata munafik menjadi populer dan banyak orang yang menggunakannya, maka bisa jadi kata tersebut ada moral atau nilai agamanya.

“Ketika orang mengucapkan hal tersebut, kesannya lebih berat dibandingkan kita menyebutkan orang itu toxic atau orang itu bermuka dua,” ungkapnya.

“Kata toxic pun itu masih kata serapan bahasa Inggris, di mana bahasa Inggris itu bahasa yang dibuat, dilafalkan oleh manusia. Sedangkan kalau munafik sendiri itu kan istilah yang diciptakan, dibuat untuk mendefinisikan sesuatu dari penjabaran kitab suci Al-Qur’an, jadi beratnya berbeda,” sambung Ika.

Apa Saja Pengaruh dalam Kehidupan Ketika Memiliki Teman Munafik?

teman munafik
Foto: www.canva.com

Memiliki teman munafik tentunya akan berpengaruh dalam kehidupan.

Menurut Ika, ketika seseorang atau individu terjebak dalam lingkaran hubungan atau toxic relationship, maka pengaruh jangka pendeknya adalah mulai merasakan gaslight. Yakni ketika seseorang sudah sedikit toxic, akan mempertanyakan perasaannya.

“Nah, itu biasanya sudah mulai ciri-ciri awal ketika seseorang terjebak ke dalam hal yang cukup merugikan, baik secara fisik maupun persepsi. Jadi kita selalu bertanya ke diri kita atau lingkungan, dan pada akhirnya menilai apakah merugikan dari sisi psikologis,” ucap Ika.

Hal ini harus dideteksi dan ditindaki secepatnya. Karena jika dalam kurun waktu yang lama, maka bisa ada kemungkinan untuk memperlihatkan perilaku serupa dengan teman atau lingkungannya, yang memang sudah memiliki karakteristik toxic atau munafik.

Lebih rinci Ika menjelaskan bahwa lingkungan toxic bisa memberikan dampak efek yang beragam pada diri seseorang.

“Pertama, seseorang akan cemas terus-menerus ketika dia mulai menjalin hubungan. Ketika dia ada di tempat baru maka penyesuaiannya akan lebih memakan waktu dibandingkan sebelumnya. Mulai memikirkan terlalu berlebihan, dan mulai kehilangan keberhargaan diri,” jelasnya.

“Kalau sudah mulai tidak punya keberhargaan diri atau mulai tidak percaya diri, bisa jadi ada gejala depresi juga dan berujung pada hal-hal yang berbahaya,” jelas Ika.

Hal berbahaya yang dimaksud di sini adalah ketika terjadi di dalam sirkel, maka seseorang yang toxic atau munafik, akan menghancurkan lingkungannya secara perlahan.

“Jadi kita tidak sadar bahwa individu yang munafik ini sedang memanfaatkan situasi atau sirkel untuk memecah belah dari dalam. Mungkin istilahnya musuh dalam selimut atau serigala berbulu domba,” sambung Ika.

Bagaimana Cara Menghadapi Teman Munafik?

teman munafik
Foto: www.canva.com

Ika menuturkan, untuk menghadapi teman yang munafik perlu dipertimbangkan lebih jauh: sepenting apa orang tersebut sampai kamu memutuskan untuk tetap bertahan kepadanya, meskipun sudah tahu bahwa orang tersebut munafik.

”Kalau tidak penting, sebaiknya menjauh. Kalau misalnya menjauh tapi tiba-tiba menimbulkan hal yang cukup ofensif atau menyerang bagi mereka, bisa mundur perlahan-lahan,” sarannya.

“Mulai kurangi intensitas kumpul-kumpul dengan teman munafik dan mulai sedikit demi sedikit mengurangi batasan-batasan hubungan dengan orang seperti itu,” ucap Ika.

Tidak hanya itu, Ika juga mengatakan untuk menghadapi teman munafik dengan cara elegan, dan bukan dengan cara yang langsung mengonfrontasi.

“Lebih sedikit bergerak dan lebih banyak untuk mengumpulkan bukti. Sehingga suatu hari ketika dia menggunakan hal-hal yang dia temukan untuk berbalik berkhianat kepada kita, kita sudah mempunyai pertahanan,” ucap Ika.

Ika menjelaskan, biasanya orang toxic memilih 2-4 atau lebih jenis hubungan, seperti hubungan antara rekan kerja, bos dengan bawahan.

Selain hubungan profesional, ada lagi hubungan pertemanan, sejauh mana teman penting dan membantu dalam kehidupan kamu. Perlu adanya evaluasi secara menyeluruh.

“Ketika seseorang itu memiliki 2 atau 4 hubungan dengan satu orang, maka potensi konflik akan lebih besar,” ucapnya.

“Misalnya, ketika dua orang sedang dekat dan kemudian menjadi sahabat lalu berpacaran, itu sudah ada dua jenis hubungan, yakni sahabat dan pacar. Apalagi ketika dua orang tersebut membuka bisnis bareng dan menggunakan struktur organisasi.

“Bukan berarti orang tidak bisa melakukan banyak jenis hubungan, tapi usahanya akan lebih banyak hal yang dipertaruhkan atau dipertimbangkan,” bebernya.

“Apalagi ketika akhirnya menikah, terjadilah banyak sekali hubungan dan hubungan tersebut tidak memiliki sesuatu yang jelas. Ini akan berujung kepada hubungan yang toxic atau mengarah pada perilaku yang tidak sesuai dengan perasaan atau hati nurani,” jelas Ika.

Apakah Perlu Melakukan Sindiran atau Teguran Kepada Teman Munafik?

apakah perlu melakukan sindiran atau teguran kepada teman munafik | | Tidak Perlu Disindir, Ini Cara Ampuh Menghadapi Teman Munafik Menurut Psikolog
Foto: www.pexels.com

Menurut Ika, gunakanlah cara yang elegan dan tidak perlu melakukan konfrontasi.

“Pertimbangkan seberapa penting sirkel tersebut. Kalau memang penting untuk diri kamu, boleh mengingatkan tapi tidak dengan sindiran. Mungkin dengan teguran atau hal yang serius,” ucap Ika.

Kesimpulan

menyayangi diri sendiri | | Tidak Perlu Disindir, Ini Cara Ampuh Menghadapi Teman Munafik Menurut Psikolog
Foto: www.freepik.com

Psikolog satu ini menuturkan, ketika ada teman munafik di sekitarmu, maka perlu adanya evaluasi dalam hubungan itu, serta lebih menyayangi diri sendiri.

“Karena pada dasarnya apa yang kita pikirkan dan rasakan, itu akan terpancar dari dalam diri, serapi apa pun menyembunyikannya. Itu pasti akan ketahuan karena setiap manusia punya batasannya sendiri-sendiri,” Ika mengingatkan.

“Batasan itulah yang membuat kita perlu sadar bahwa diri kita itu manusia, perlu melihat apa yang mampu dan tidak mampu. Ketika kita tidak mampu, kita perlu berlapang dada untuk bilang ke diri sendiri ‘nggak apa-apa kalau belum mampu‘,” tutup Ika.