Tanda-Tanda Produk Mengandung Pemutih Steroid, Menurut Dermatolog

pemutih steroid
Foto: www.istockphoto.com

Ah, produk yang menawarkan akan menjadikan kulit menjadi lebih kinclong memang godaan dunia. Apalagi jika disertai klaim “dijamin” atau “sudah diuji coba”. Rasanya ingin memborong dan langsung mencobanya. Berharap ketika malam dipakai, keesokan paginya langsung cerah. Akan tetapi, ada satu isu yang sering kali terdengar bahwa jangan-jangan produk tersebut mengandung “pemutih steroid”! Ngeri. Oleh karenanya, untuk menghindari kulit wajah satu-satunya rusak karena salah memakai produk, coba baca penjelasan dr.Mungky Sukarnadi,Sp.KK,M.Kes dari Klinik Lettice Dermatology dan ES HA SKIN CENTER tentang produk yang mengandung pemutih steroid dan apa yang bisa kamu lakukan untuk mendeteksinya.

Apa Definisi Pemutih Steroid?

pemutih steroid
Foto: www.gettyimages.com

“Sebenarnya tidak ada pemutih steorid,” jelas Dokter Mungky. “Steroid atau yang dikenal dengan kortikosteroid, ada dalam bentuk oral dan topikal, yang merupakan obat untuk mengatasi peradangan pada tubuh. “Bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh kapiler dan menekan sistem kekebalan tubuh yang bekerja secara berlebihan. Steroid topikal digunakan untuk pengobatan dermatitis atopik, dermatitis kontak alergi atau iritan, psoriasis, pemfigus, dan lain-lain,” jelasnya melalui email. “Steroid topikal dalam bentuk krim digunakan sebagai anti peradangan dan diberikan di bawah pengawasan dokter karena efek samping steroid sangat banyak,” Mungky menegaskan.

Jika steroid merupakan obat yang digunakan dengan pengawasan ketat dokter, mengapa produk kecantikan memakainya?

Menurut Mungky, steroid merupakan krim anti radang yang memiliki efek hipopigmentasi atau putih. Itulah sebabnya banyak krim secara ilegal memasukkan kortikosteroid topikal ke dalam. Nah, “kelebihan” saat pertama kali memakainya, wajah memang terlihat kinclong, glowing dan merona. Akan tetapi, eits… setelah dipakai dalam jangka panjang dan berhenti memakai krim tersebut, kulit menjadi meradang. “Pembuluh darah wajah kelihatan (selalu dibilang kulit tipis padahal bukan), kulit lebih sensitif, wajah memerah, wajah menghitam (flek) yang tidak bisa hilang total lagi. Kalau pemakaian krim dihentikan biasanya timbul bruntusan,” jelasnya.

Apa Efek Samping Menggunakan Produk yang Mengandung Steroid?

pemutih steroid
Foto: www.gettyimages.com

Seperti yang disebutkan di atas, obat steroid masuk dalam golongan obat K (keras) yang berarti kita dapat membelinya jika memiliki resep dari dokter. Akan tetapi, Mungky menjelaskan bahwa masih banyak obat yang mengandung obat steroid yang ditemukan di pasaran dan dijual bebas tanpa resep dokter. Jadi, “krim steroid tidak boleh dipakai sebagai tambahan untuk perawatan kulit dengan tujuan estetika atau kosmetik,” tegasnya.

Mungky menjelaskan bahwa efek samping yang dapat muncul jika digunakan tidak sesuai dengan indikasi yaitu erupsi acneiformis (menyerupai jerawat), beruntusan (papula), tampak pembuluh darah halus (telangiektasis). Selain itu, muka merah, sensitif terhadap matahari, tumbuh rambut di wajah yang tadinya tidak ada, flek hitam (awalnya wajah tidak ada keluhan, tapi lama kelamaan muncul bercak hitam), infkesi jamur, bercak putih, stretch mark, dan atrofi kulit.

“Tidak semua langsung mengalami efek samping tersebut, bahkan tidak timbul bersamaan,” kata Mungky. “Mungkin kulit akan terlihat makin bagus dan tidak merah, namun yang pasti efek samping krim steroid untuk mendapatkan kulit putih justru akan membahayakan kulit,” ujarnya, mengingatkan.

Tidak timbul secara bersamaan, Mungky juga menambahkan bahwa efek samping pada setiap orang berbeda-beda dalam waktu singkat dan jangka lama. “Efek samping yang timbul biasanya setelah penggunaan krim steroid dalam jangka waktu lama dan kandungan steroid dosis tinggi. Krim steroid sendiri memiliki beberapa tingkatan dari potensi lemah sampai potensi sangat kuat. Mungkin saja jika kandungan steroidnya potensi sangat kuat, efek sampingnya akan terlihat lebih cepat.”

Bagaimana Mengenali Produk-Produk yang Mengandung Pemutih Steroid?

pemutih steroid
Foto: www.shutterstock.com

Pemutih yang mengandung steroid berbahaya, dan sayangnya sulit mengenalinya dalam satu kali lihat. “Secara kasat mata atau fisik, kita tidak bisa mengetahui apakah produk tersebut mengandung steroid atau tidak. Kecuali jika dilakukan tes kimiawi/laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya kandungan steroid,” Mungky menjelaskan.

Oleh sebab itu, salah satu trik untuk menghindari kulit wajahmu mengalami hal-hal menakutkan di atas, “sebaiknya kita tidak tergoda dengan krim wajah yang menjanjikan kulit kinclong dalam waktu singkat,” Mungky mengingatkan.

Prinsip ini wajib diingat ketika sebuah produk—misalnya di toko kosmetik daring—menjanjikan dan mengiming-imingi ‘kulit putih dalam sekejap’ tanpa kamu mengetahui kandungan di dalamnya. Jangan gampang percaya juga jika ada testimoni-testimoni pujian berlebihan ala surgawi dan tidak masuk akal tentang produk tersebut. “Bisa saja ada zat berbahaya lain selain steroid, yakni merkuri atau hidroquinon dosis tinggi,” terang Mungky.

Untuk memastikan produk tersebut aman, pastikan melihat nomor BPOM krim dan mengeceknya secara online. “Bahkan ada penjualan handbody atau pencerah di area ketiak dan selangkangan, dengan kandungan utama steroid potensi sangat kuat. Dan efek samping yang biasa timbul berupa stretch mark, dan ini pasti bersifat permanen,” jelasnya.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Kita Sudah Terlanjur Memakai Produk Mengandung Steroid?

Mana yang lebih penting: kulit kinclong atau kulit sehat?
Foto: www.gettyimages.com

Pertama dan utama, segera hentikan pemakaiannya dan sebaiknya gunakan produk perawatan kulit dengan kandungan bahan aktif yang aman. Lalu, “sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis kulit untuk mencegah risiko lebih lanjut dan untuk mendapatkan produk yang tepat sesuai jenis kulit,” anjurnya.

Dan untuk kamu yang memiliki keinginan untuk memiliki kulit yang lebih putih dan cerah, Mungky berpendapat bahwa “Memiliki kulit yang sehat lebih penting daripada kulit putih.”

Pasalnya, “setiap orang sudah memiliki pigmen (warna kulit) sendiri. Tidak perlu memfokuskan kulit menjadi putih, melainkan utamakan kulit cantik dan sehat karena kandungan yang terdapat dalam kosmetik pun baik dan sehat,” ujarnya.

Dan tanda-tanda kulit yang sehat dapat dilihat dari kulit yang bersih, lembap, warna kulit merata dan teksturnya halus dan lembut.

Oh, satu hal yang wajib kamu ingat, yakni lebih mahal tidak sama dengan lebih baik—prinsip ini juga berlaku dalam produk kecantikan. “Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memiliki kulit sehat,” tegasnya.

Alih-alih, berkonsentrasi pada harga, Mungky menyarankan untuk menggunakan krim atau skin care yang disesuaikan dengan kondisi kulit dan usianya. “Jenis kulit penting untuk diketahui, karena dengan mengetahui jenis kulit akan bisa diketahui kebutuhan skin care yang cocok,” ujarnya.

Nah, berhubung itu adalah saran dari dermatolog—sebaiknya kita dengarkan. Dan juga simak penjelasan ahli ini tentang Botox yang mengalami komplikasi.

podcast button