Apakah Mungkin Mengoreksi Botox yang Salah?

Foto: www.gettyimages.com
Last updated:

Kamu pasti bisa mengenali Botox yang “salah”. Reality show ala Hollywood adalah eksibisi nyata dari Botox yang mengalami komplikasi. Entah kamu ingin melakukan Botox, tapi takut mengalami kesalahan—atau pernah menjadi korban Botox yang “salah”, artikel ini adalah untukmu. Atau, kamu memang selalu penasaran tentang Botox, baca terus sampai habis informasi ini. LIMONE menghubungi Dr. Martha Fang, Sp.KK, M.Kes, seorang dermatolog Bali untuk membicarakan hal ini dan apa yang harus kamu lakukan ketika ada komplikasi Botox pada wajahmu.

Apa Sebenarnya Botox?

“Botox atau neurotoksin adalah suatu kandungan obat yang disuntikkan pada otot wajah area tertentu. Fungsi suntikan ini adalah untuk merelaksasi otot sehingga tidak timbul kerutan pada wajah. Risikonya cukup minimal bila dilakukan oleh dokter yang berkompeten dan telah terlatih,” jelas Martha. Dengan kata lain, pemberian neurotoksin ini bertujuan untuk membuat kulit terlihat lebih rileks dan muda tanpa terlihat berlebihan.

Apakah Botox untuk Semua Orang?

Menurut Martha Botox dapat digunakan untuk berbagai macam indikasi. Salah satu yang paling umum adalah untuk mengurangi kerutan pada wajah. Area wajah yang biasanya disuntik Botox adalah sekitar tulang pipi dan bagian atas wajah seperti garis di antara alis, kening dan sekitar mata. Dan ini umumnya digunakan oleh individu usia 30 tahun ke atas.

Apa Saja Komplikasi Suntikan Botox dan Mengapa Bisa Terjadi?

komplikasi Botox
Foto: www.istockphoto.com

“Komplikasi paling sering adalah ekspresi wajah yang asimetris. Misalnya: alis mata yang terangkat sebelah atau kelopak mata atas yang lemah sebelah,” terangnya. Ini biasanya terjadi karena aturan suntikan neurotoksin dan pengaplikasiannya tidak dilakukan sesuai yang ditentukan. Artinya, seseorang menyuntikkan pada bagian yang seharusnya tidak disuntikkan. Itulah mengapa terjadi komplikasi.

Ketika neurotoksin disuntikan dengan tidak tepat, terjadi asimetris pada wajah, mata atau alis turun, dan penglihatan ganda. Dahulu komplikasi ini sering terjadi karena terlalu banyak produk yang disuntikkan ke wajah, tetapi sekarang kasus seperti ini sudah sangat jarang.

Penyebab komplikasi lain adalah “karena pasien melakukan pemijatan area penyuntikan sesaat setelah prosedur dilakukan,” terang Martha. “Pasien tidak mematuhi anjuran dokter terkait perawatan paska penyuntikan, ataupun dokter yang melakukan injeksi kurang berpengalaman,” ujarnya.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Terjadi Komplikasi Botox?

komplikasi Botox
Foto: www.gettyimages.com

“Segera hubungi dokter yang melakukan prosedur Botox atau konsultasi dengan dokter yang berpengalaman,” tegas Martha. Dan jika kamu penasaran dan bertanya-tanya apakah ada jalan keluar atau cara memperbaiki Botox, jawabannya: ada. Kemungkinannya besar. “Besar sekali harapannya untuk memperbaiki atau menyembuhkan komplikasi Botox. Dengan kata lain, selalu bisa diperbaiki,” jelasnya.

Bagaimana Menghindari Botox yang Gagal?

Pertama dan utama, lakukan riset tentang dokter yang akan melakukan Botox pada wajahmu. Apakah individu tersebut memiliki lisensi, terlatih dan tersertifikasi secara profesional. Pokoknya, jangan sampai wajahmu menjadi korban hanya karena kamu tidak melalukan investigasi.

Kedua, “ikuti anjuran dokter terkait perawatan setelah penyuntikan Botox dan lakukan Botox,” tegas Martha.

Apakah kamu bingung memilih produk anti-aging yang tepat? Coba ikuti anjuran dari ahli kulit ini.