Pria dan Wanita Bisa Memaafkan Perselingkuhan Pasangannya Jika…

perselingkuhan adalah
Foto: www.gettyimages.com

FYI, perselingkuhan adalah salah satu penyebab utama rusaknya hubungan pasangan heteroseksual, dan para peneliti dari berbagai dunia menyetuji hal ini. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Psikolog dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) menemukan sesuatu yang menarik. Yakni, perempuan dan laki-laki bisa memaafkan affair tersebut, tapi bukan berdasarkan pada jenis affair yang mereka lakukan. Jadi, berdasarkan apakah? Baca artikel ini sampai habis untuk menemukan jawabannya.

Apa yang Dilakukan Studi Ini?

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa laki-laki biasanya menganggap perselingkuhan fisik (melibatkan hubungan seks) adalah sesuatu yang lebih serius dibandingkan perempuan. Sebaliknya, perempuan menganggap perselingkuhan emosional (terjadi jalinan emosional yang dekat dengan orang lain) sebagai sesuatu yang lebih serius.

Penelitian baru yang diterbitkan di Journal of Relationship Research ini menunjukkan bahwa meski tipe perselingkuhan yang terjadi berbeda, baik perempuan dan laki-laki sama-sama bersedia memaafkan pasangannya. Namun, tidak tergantung pada apakah pasangan mereka melakukan perselingkuhan fisik atau emosional.

“Kami terkejut melihat perbedaan antara kedua jenis kelamin tidak besar. Mekanisme yang mendasari pengampunan kurang lebih sama pada kedua gender,” kata Profesor Leif Edward Otttesen Kennair, penulis pendamping studi ini, dalam sebuah rilisan pers.

Untuk mencari tahu apa yang membuat pasangan memaafkan sebuah affair, studi ini melibatkan 92 pasangan. Para partisipan lalu diminta untuk melengkapi sebuah kuesioner yang berisikan skenario jika seandainya pasangannya selingkuh dalam dua skenario.

Satu skenario menggambarkan pasangannya berhubungan seks dengan orang lain, tapi tidak jatuh cinta. Skenario lain: Pasangan jatuh cinta, tapi tidak berhubungan seks dengan orang lain tersebut.

Apakah Perselingkuhan Adalah Penyebab Putusnya Hubungan?

Jadi, apa yang membuat seseorang memaafkan affair yang dilakukan pasangannya dan melanjutkan hubungan mereka?

“Apakah pasangan akan putus atau tidak tergantung terutama pada seberapa mengancamnya perselingkuhan tersebut terhadap hubungan mereka,” kata Trond Viggo Grøntvedt, salah satu peneliti.

Dengan kata lain, semakin seseorang merasa perselingkuhan tersebut mengancam hubungannya, semakin buruk efeknya. Plus, apakah hubungan terus bisa berlanjut juga tergantung seberapa besar mereka bersedia untuk saling memaafkan.

Menurut studi ini, bahkan ketika pasangan melakukan perselingkuhan fisik, apakah hubungan bisa berlanjut atau putus, tidak tergantung pada apakah pasangan tersebut mengakui kesalahannya. Faktor penting yang paling menentukan adalah apakah ada keinginan untuk memaafkan.

Selanjutnya: Seandainya kamu dihadapkan dengan situasi ini, apakah bersedia memaafkan pasangan yang selingkuh? Ini keterangan seorang psikolog mengapa ada pasangan yang tetap berhubungan bahkan setelah main mata dengan orang lain.