Kekurangan Vitamin D Bisa Meningkatkan Risiko Terinfeksi COVID-19, Kata Studi Baru

defisiensi vitamin D
Foto: www.stocksy.com

Para peneliti terus meneliti COVID-19 dan cara mengobatinya. Dan studi terbaru menunjukkan bahwa ada kaitan antara defisiensi vitamin D dan kemungkinan terinfeksi dengan coronavirus.

Sebelumnya, bulan Mei lalu, sebuah studi menemukan bahwa defisiensi vitamin D bisa meningkatkan risiko mortalitas dari virus ini. Dan baru-baru ini, sebuah uji coba klinis terkontrol menunjukkan suplemen vitamin D bisa efektif menurunkan tingkat seseorang masuk ICU. Sementara yang terbaru ini, menunjukkan bahwa vitamin D memiliki kaitan dengan risiko terinfeksi COVID-19.

“Vitamin D penting untuk fungsi kekebalan tubuh dan sebelumnya suplemen vitamin D memperlihatkan bisa menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan akibat virus,” kata David Meltzer, MD, PhD, penulis utama penelitian ini dari University of Chicago Medicine. “Analisis statistik kami menunjukkan hal ini mungkin berlaku untuk infeksi COVID-19.”

Untuk mendapatkan hasil ini, para ilmuwan meneliti 489 pasien di University of Chicago Medicine yang level vitamin D-nya diukur dalam setahun sebelum dites COVID-19. Dan didapatkan bahwa pasien dengan defisiensi vitamin D (< 20ng/ml) dan tidak diobati, kemungkinan dua kali lipat positif terinfeksi COVID-19. Hal ini dibandingkan dengan pasien yang memiliki level vitamin D yang cukup.

“Mencoba memahami apakah mengobati defisiensi vitamin D bisa mengubah risiko COVID-19 bisa jadi sesuatu yang penting secara lokal, nasional, dan dunia,” kata Meltzer. “Vitamin D tidak mahal, secara umum aman untuk dikonsumsi, dan tersedia secara luas.”

Dalam hal ini, Meltzer dan timnya menekankan pentingnya diadakan studi-studi ekperimental lebih dalam untuk mengetahui apakah suplemen vitamin D bisa mengurangi risiko dan keparahan COVID-19. Mereka juga menegaskan bahwa studi-studi lebih lanjut penting diadakan untuk mengetahui strategi suplementasi vitamin D apa yang cocok diterapkan secara lokal.

Untuk mendapatkan vitamin D yang cukup, kamu bisa berjemur. Atau jika hal ini mustahil, pastikan mengonsumi makanan-makanan yang kaya akan vitamin D, seperti ikan salmon, jamur, tahu, dan kuning telur.

Selanjutnya: Ingin tahu lebih banyak tentang vitamin D? Baca penjelasan lengkap dari ahli gizi ini. Dan jika kamu bertanya-tanya, apakah butuh mengonsumsi suplemen, ini kata dokter gizi. Dan ini enam makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh.

podcast button