Tanya Psikolog: Apa Itu Cinta?

apa itu cinta
Foto: www.freepik.com

Siapapun rasanya pasti pernah mengalami adanya efek kupu-kupu terbang atau perasaan yang super deg-degan ketika melihat seseorang yang kita cintai. Yep, tanda-tanda dari jatuh cinta memang beragam. Namun sebelum membahas lebih jauh tentang jatuh cinta, tahukah kamu apa itu cinta?

Chapman (2011) mengungkapkan bahwa “love is the most powerful force in this entire world”. Sementara Reish dan Aron (2008) menjelaskan bahwa cinta merupakan suatu perasaan yang intens untuk mempertahankan dan terhubung dengan orang yang penting dan signifikan untuk kita.

“Namun, sebenarnya apa itu cinta, merupakan salah satu emosi dasar yang sering kali dirasakan oleh manusia. Rasanya, cinta sulit sekali dijabarkan oleh sebuah kalimat karena terlalu kompleks,” ungkap Ellyana Dwi Farisandy, M.Psi., Psikolog, Psikolog dari Ibunda.id, Sahabat Kariib, dan Managing Editor ANIMA Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

Apakah Perbedaan dari Suka, Sayang, dan Cinta?

apa itu cinta
Foto: www.unsplash.com

Sering kali kita dihadapkan oleh pilihan suka, sayang, dan cinta. Dengan adanya tiga pilihan, banyak orang yang merasa kesulitan untuk membedakannya. Lantas, apakah perbedaan dari ketiga hal ini?

“Sayang, suka dan cinta memiliki perbedaan yang cukup signifikan,” jawab Ellyana.

Suka

Suka merupakan “sebuah perasaan di mana kita engage dan tertarik terhadap seseorang ataupun sesuatu, entah itu makanan, barang, dan atau aktivitas tertentu,” paparnya

Ketika kita mulai menyukai seseorang ataupun sesuatu, maka kita akan merasakan beberapa sensasi seperti pupil mata melebar, jantung berdegup lebih cepat, perasaan gembira, dan termotivasi untuk melakukan sesuatu. Dalam segitiga cinta (triangular theory of love) Stemberg, rasa suka dapat diidentifikasi sebagai passion.

Sayang

Sayang adalah sebuah perasaan di mana kita ingin merasa terhubung dan terkoneksi dengan orang lain. Hal ini dapat ditandai dengan adanya perasaan nyaman dengan seseorang dan ingin menghabiskan waktu bersamanya secara terus-menerus. “Dalam segitiga cinta Stemberg, rasa sayang dikaitkan dengan intimacy,” ujarnya.

Cinta

Apa itu cinta? Ternyata hal ini merupakan sebuah perasaan yang jauh lebih kompleks, dalam, dan kuat. Ketika mulai mencintai seseorang, terdapat hormon-hormon yang meningkat, mulai dari endorfin, oksitosin, dopamine, dan vasopressione atau anitidiuretic hormone (ADH) yang merupakan hormon kebahagiaan.

“Hal itu menjadi alasan mengapa kita bisa menjadi sangat bahagia ketika jatuh cinta. Rasanya dunia menjadi milik berdua. Rasanya, yang kita lihat dan pikirkan hanyalah dia. Menarik, ya?”  katanya.

Apa Saja Jenis Cinta?

Foto: www.rawpixel.com

Ellyana menambahkan bahwa terdapat setidaknya dua dari tiga aspek segitiga cinta Stemberg, yakni passion, intimacy, dan atau commitment untuk dapat dikatakan bahwa itu adalah sebuah ‘cinta’. Berdasarkan teori tersebut, terdapat empat tipe cinta, yakni:

Romantic love

Merupakan tipe cinta yang terdiri dari intimacy dan passion. Pada tipe ini akan ada ketertarikan secara fisik dan emosional, “namun belum memiliki komitmen jangka panjang terhadap hubungan. Biasanya ini terjadi pada hubungan yang baru saja terbentuk oleh pasangan remaja maupun dewasa awal,” ujarnya.

Companionate love

Adalah tipe cinta yang terdiri dari intimacy dan commitment. Dalam tipe ini, kita akan terhubung secara emosional dan memiliki komitmen jangka panjang terhadap pasangan. Namun, ketertarikan secara fisik sudah memudar atau bahkan menghilang sepenuhnya. Biasanya, ini akan terjadi pada hubungan yang telah terjalin lama.

Fatuous love

Merupakan tipe cinta yang terdiri dari passion dan commitment. Adanya ketertarikan secara fisik dan memiliki komitmen jangka panjang, namun tidak ada keterikatan secara emosional. Biasanya ini akan terjadi pada hubungan yang berkomitmen hanya untuk mendapatkan kepuasan secara seksual, seperti FWB (friends with benefit).

Consummate love

Adalah tipe cinta yang memenuhi semua aspek baik itu passion, intimacy, dan commitment. “Tipe ini merupakan tipe cinta ideal, di mana terdapat ketertarikan fisik, keterikatan, dan perasaan yang terhubung secara emosional, serta memiliki komitmen jangka panjang,” jelas Ellyana.

Mengapa Seseorang Bisa Merasakan Cinta?

Foto: www.rawpixel.com

Menurut Ellyana, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kita menjadi tertarik dan jatuh cinta dengan seseorang, antara lain:

Reciprocal liking

Kondisi di mana memiliki kecenderungan untuk menyukai seseorang yang menyukai kita. “Ketika kita merasa dicintai dan diperjuangkan, rasanya juga ingin memperjuangkan, ya?” tanyanya.

Appearance

Perasaan di mana mulai tertarik secara fisik terhadap orang lain, misalnya ketika memiliki tipe pasangan seperti good looking, atletis, tinggi, berkacamata, dan sebagainya. “Semakin dekat dia dengan tipe ideal kita, maka semakin kita mudah jatuh cinta dengannya,” ungkapnya.

Personality traits

Keadaan di mana merasa tertarik ketika kepribadiannya sesuai dengan personality ideal kita. “Misalnya memiliki empati yang tinggi, suka dengan anak kecil, atau sayang dengan keluarga,” Ellyana mencontohkan.

Similarity

Di mana kita lebih tertarik dengan seseorang yang memiliki berbagai kesamaan, seperti memiliki selera humor yang sama, secara intelektual merasa nyambung, satu agama, satu ras, atau lainnya.

Familiarity

Keadaan di mana kita lebih tertarik dengan seseorang yang memiliki ‘kedekatan’ dengan kita. “Semakin banyak kita menghabiskan waktu berdua untuk sekedar mengobrol, chatting, atau telepon, justru akan semakin membuat kita nyaman dan berujung jatuh cinta. Ternyata benar ya, pepatah mengatakan witing tresno jalaran suku kulino,” papar Ellyana.

Social influencer

Di mana kita akan semakin tertarik atau jatuh cinta ketika seseorang yang dekat dengan kita juga setuju atau senang dengan keberadaan dia. “Rasanya kalau sudah dapat lampu hijau, ingin diterobos saja ‘kan,” katanya.

Filling needs

Kondisi di mana ketika kita merasa bahwa ia dapat memenuhi kebutuhan kita, dan menjadi semakin tertarik serta jatuh hati kepadanya.

Bagaimana Ciri-ciri Seseorang yang Sedang Merasakan Cinta?

apa itu cinta
Foto: www.freepik.com

Terdapat beberapa tanda untuk mengetahui bahwa seseorang sedang merasakan jatuh cinta menurut Ellyana, yakni:

  • Ketika memikirkan tentang dia atau bertemu dengannya, kita merasa jantung kita berdetak lebih cepat dari biasanya, berkeringat dingin, dan pupil mata melebar.
  • Ingin menjadi salah satu alasan dia tersenyum bahagia.
  • Kita ingin segera membalas pesannya dan tidak ingin membuat dia menunggu.
  • Seluruh masalah kita menjadi luruh ketika menghabiskan waktu bersamanya.
  • Selalu ingin mendengar suaranya, melihat wajahnya, ataupun menyentuhnya.
  • Terus-menerus melihat hal baik dalam dirinya.
  • Merasa aman dan nyaman ketika berada di dekatnya.
  • Menunjukkan betapa kita mencintainya dan betapa beruntungnya kita memilikinya.
  • Menjadi sedih jika dia terluka, dan merasa senang ketika melihat dia bahagia.
  • Berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersamanya.
  • Rasanya memberitahu seluruh dunia bahwa kita telah berhasil memilikinya.
  • Dia akan selalu menjadi top priority dan kita akan selalu menyempatkan waktu untuk mengabarinya.
  • Pasangan selalu ada di dalam rencana yang kita buat untuk masa depan.

Ketika kamu mengalami beberapa atau bahkan seluruh tanda-tanda di atas, maka bisa dipastikan bahwa kamu sedang merasakan jatuh cinta. Namun, apakah ketika kita memberikan cinta kepada seseorang, maka kita juga harus mendapatkan balasannya?

“Tidak, karena kita tidak bisa mengendalikan pikiran, perasaan, dan perilaku orang lain. Berusaha untuk mengendalikan itu hanya akan membuat kita terluka dan kecewa. Apa yang bisa kita lakukan hanyalah mencintai semaksimal yang kita bisa. Entah orang tersebut mau membalas ataupun tidak, itu sudah berada di luar kendali kita,” jawabnya.

Apakah Cinta Dapat Berdampak Bagi Kehidupan?

apa itu cinta
Foto: www.pexels.com

“Tentu, jatuh cinta dapat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita. (namun) Setiap hal seperti dua sisi koin, selalu memiliki dampak positif dan negatif. Jatuh cinta juga terkadang membuat kita merasakan dampak negatif,” jawab Ellyana.

Dampak positif dari jatuh cinta

  • Kita menjadi bahagia dan semangat dalam menjalani hari.
  • Mengurangi stres dan kecemasan.
  • Membuat kita lebih mampu menyayangi diri kita sendiri.
  • Meminimalisir risiko mengalami gangguan psikologis.
  • Meningkatkan imunitas kita.
  • Menjadikan kita belajar dan bertumbuh menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Dampak negatif dari jatuh cinta

  • Ketika terlalu fokus dengan perasaan, kita akan merasa bahwa pasangan merupakan prioritas utama. Sehingga kita menjadi lalai dalam melakukan tanggung jawab lainnya.
  • Kita menjadi sangat clingy, dependen, dan bergantung kepada pasangan. Rasanya kita tidak bisa melakukan apa pun tanpa pasangan.
  • Menggantungkan kebahagiaan dan keberhargaan diri kita kepada pasangan. Rasanya kita tidak lagi memiliki kemampuan untuk membahagiakan diri kita sendiri.
  • Cinta akan sangat berdampak negatif terutama ketika kita mencintai orang yan tidak tepat. Cinta yang seharusnya memberikan kenyamanan dan kebahagiaan justru akan menjadi sangat menyakitkan dan membuat kita terluka.

Untuk mendapatkan dampak yang positif dari jatuh cinta, tentunya kita harus mencintai orang yang tepat. Lalu bagaimana cara mengetahuinya?

“Ketika kita mencintai orang yang tepat, kita akan merasa aman, nyaman, dan bahagia ketika berada di dekat orang tersebut. Kita merasa terhubung dan terkoneksi secara emosional, namun tetap mampu untuk bersikap independen. Kenapa? Karena ketika kita berhubungan dengan seseorang, kita tidak melebur menjadi satu. Kita tetap menjadi dua individu yang utuh dan penuh,” ungkapnya.

Adanya rasa saling percaya, saling menghargai, dan saling berusaha untuk berproses serta bertumbuh untuk menjadi versi terbaik dari diri masing-masing. “Selain itu, ketika kita memiliki permasalahan dengan pasangan, alih-alih menyalahkan, kita mampu untuk berkomunikasi secara asertif dan menyelesaikan permasalahan secara konstruktif,” lanjutnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Namun ketika kamu merasa telah mencintai orang yang salah, maka perlu mengetahui terlebih dahulu alasan mengapa orang tersebut tidak tepat untuk kita. “Boleh dengan menuliskan list red flags atau perilaku pasangan yang membuat kita terluka,” saran Ellyana.

Setelah itu, kamu bisa mencoba untuk berkomunikasi dengan pasangan dan menemukan jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. “Namun jika rasanya kita menjadi orang yang satu-satunya berjuang dan mempertahankan hubungan, kita bisa mulai bertanya pada diri kita sendiri, ‘is it worth all of my effort?,’” ucapnya.

Menurut Ellyana, we don’t need anything to fall in love, but we have to do something to stay in love. “Kita tidak butuh apa-apa untuk jatuh cinta. Namun untuk mempertahankan cinta, kita perlu mengusahakannya setiap harinya. Jadi, tetaplah menemukan alasan untuk terus mencintai satu sama lain,” anjurnya.

Meski adanya rasa bosan dan jenuh, ini merupakan hal yang wajar. Dan ketika kedua pasangan sama-sama memperjuangkan dan mengomunikasikan apa yang dipikirkan dan dirasakan, maka masalah dan tantangan akan bisa dihadapi dengan baik.