Penasaran: Apa Itu Kybella?

Kybella
Foto: www.gettyimages.com

Hei, tidak ada yang salah dengan lemak yang sedikit mencuat di bawah dagumu. Dan punya double chin bukan berarti tidak sehat. Namun, di sisi lain, tidak ada yang salah juga jika kamu ingin melakukan sesuatu terhadap lemak itu. Misalnya, ingin menghilangkan lemak atau mengencangkan bagian dagu. Caranya? Ada metode yang namanya Kybella —dan hasilnya sifatnya cenderung permanen. Yap! LIMONE menghubungi seorang ahli kulit dan ini penjelasannya tentang perawatan ini.

Apa itu Kybella?

Kybella
Foto: www.gettyimages.com

Kybella adalah bahan aktif yang disuntikkan untuk menghancurkan sel-sel lemak spesifik pada area bawah dagu untuk memperbaiki tampilan area tersebut. “Dan metode ini telah disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA) sejak tahun 2015 sebagai obat sitolitik khusus untuk area bawah dagu, sehingga tidak dianjurkan untuk disuntikkan di area tubuh lain,” terang dr. Irene Dorthy Santoso, Sp.DV, seorang Dermatovenereologist dan Staf Pengajar Bagian Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.

Lebih lanjut, Irene menjelaskan bahwa di setiap 2cc atau 1 vial Kybella mengandung bahan aktif sintetis asam deoxycholic dan bahan inaktif benzyl alcohol (18 mg), dibasic sodium phosphate (2.84 mg), sodium chloride (8.76 mg), sodium hydroxide (2.86 mg). Dan satu vial ini digunakan untuk satu kali pemakaian. Kemasan Kybella berisi empat buah vial.

Apa Beda Kybella dengan Laser dan Liposuction?

Foto: www.shutterstock.com

Irene menjelaskan bahwa baik Kybella, laser dan liposuction merupakan modalitas terapi yang dapat digunakan untuk menghancurkan sel lemak. Berikut penjelasan tentang perbedaan ketiga metode ini.

Kybella

Kybella merupakan treatment dengan menyuntikkan cairan ke area bawah dagu untuk memecah lemak area dagu. Saat sedang menjalaninya, pasien akan diminta untuk menengadah, lalu area bawah dagu akan ditandai bagian mana yang akan disuntik. Kybella pun akan disuntikkan sesuai dengan kebutuhan.

Liposuction

Atau dikenal dengan istilah sedot lemak. Irene menjelaskan bahwa ini merupakan tindakan membentuk tubuh dengan mengurangi lemak yang tidak diinginkan, bukan hanya untuk area dagu tapi juga untuk berbagai area tubuh yang ‘dianggap’ masih kurang sempurna. Sebut saja, area perut, pinggul, pantat, paha, lengan atau pun leher. Saat menjalaninya, setelah ditandai bagian tubuh yang akan dikerjakan, maka akan dibuat sayatan kecil pada kulit untuk memasukkan obat-obatan yang dapat mengurangi perdarahan dan rasa nyeri. Kemudian lemak akan dihisap keluar melalui kanula.

Laser

“Laser merupakan terapi yang memiliki banyak fungsi, tidak spesifik untuk menghancurkan sel lemak saja. Yang lebih spesifik untuk menghancurkan lemak adalah lipolaser,” jelas Irene. Lipolaser merupakan treatment untuk mengurangi timbunan lemak dengan menggunakan laser pada berbagai area tubuh seperti wajah, perut, lengan, paha, dan pinggul.

Berbeda dengan liposuction, lipolaser relatif lebih aman karena minim perdarahan, di mana sinar laser yang dimasukan akan menutup pembuluh darah dan membuat lemak lebih mudah mencair keluar dari tubuh, serta dapat menstimulasi kolagen. “Pengerjaannya mirip dengan liposuction, yang berbeda hanya pada handpiece yang digunakan. Bagian tubuh yang dikerjakan akan diberi tanda, lalu dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit untuk memasukkan obat-obatan yang dapat mengurangi perdarahan dan rasa nyeri,” katanya. Kemudian, lemak akan dihisap keluar melalui kanula.

Bagaimana Cara Kerja Kybella?

Kybella
Foto: www.shutterstock.com

Suntikan akan dilakukan di area bawah dagu, sekitar 20-30 titik, maksimal hingga 50 suntikan. “Tergantung area bawah dagu dan goals yang diharapkan, sehingga jumlah suntikan dan banyaknya Kybella yang disuntikkan bervariasi sesuai dengan kebutuhan pasien,” jelas Irene. Menurutnya, proses pengerjaan Kybella akan memakan waktu sekitar 15-20 menit. “Treatment ini biasanya akan diulang setiap bulan, maksimal sebanyak enam kali pengerjaan.”

Dan berapa lama hasil perawatan Kybella ini akan bertahan? Irene menjelaskan bahwa Kybella berisi sintesis asam deoxycholic yang berfungsi untuk memecah dan mengabsorbsi lemak. Jadi, ketika sel lemaknya sudah terpecah, maka sel-sel tersebut tidak mampu lagi mengakumulasi lemak. “Jadinya, treatment dengan Kybella dikatakan dapat bertahan lama.”

Siapa Saja yang Dianjurkan dan Dilarang Melakukan Perawatan Ini?

Kybella
Foto: www.gettyimages.com

Perhatian: treatment ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 18 tahun, ibu hamil atau pun menyusui. Pasalnya, belum ada data yang bisa menjamin bahwa treatment ini aman untuk grup di atas.

Kybella pun tidak boleh dilakukan pada pasien dengan:

  • Infeksi pada daerah bawah dagu (area yang akan disuntik)
  • Memiliki gangguan menelan
  • Memiliki kelainan perdarahan atau sedang mengkonsumsi obat pengencer darah

Selain dari grup itu, sepertinya Kybella aman untuk kebanyakan orang.

“Dan sebelum melakukan penyuntikan Kybella, baiknya pasien tidak mengonsumsi obat-obatan (ibuprofen atau acetaminophen), vitamin, atau obat-obatan herbal,” tambahnya.

Kapan Pasien Bisa Melihat Hasil Kybella?

Perubahan setelah melakukan Kybella, menurut Irene tidak bisa langsung terlihat. Pasalnya, setelah penyuntikan, akan terjadi pembengkakan lebam atau memar terlebih dahulu. Lebam dan memar ini akan pulih setelah 3-7 hari.

“Setelah treatment yang pertama akan terlihat perbaikan. Akan tetapi, Kybella bukan treatment yang hanya dilakukan satu dan tidak perlu diulang lagi. Kybella membutuhkan pengulangan rata-rata sekitar tiga hingga lima kali, dengan jarak satu kali setiap bulannya. Treatment ini maksimal dapat dilakukan enam kali,” terang Irene.

Apakah Efek Samping dari Kybella?

Kybella
Foto: www.istockphoto.com

Irene menjelaskan bahwa efek samping yang sering terjadi adalah pembengkakan (87%). Diikuti oleh Hematom atau bruising (72%), nyeri (70%), mati rasa (numbness) (66%), dan kemerahan (27%).

Di samping itu, ada efek samping yang lebih serius. Yakni:

  • Kesulitan menelan (berdasarkan clinical trial yang dijumpai sebanyak 2 dari 100 subjek)
  • Kelemahan syaraf pada daerah rahang yang dapat menyebabkan kelemahan otot wajah (berdasarkan clinical trial yang dijumpai sebanyak 4 dari 100 orang)
  • Hilang atau berkurangnya rambut pada area yang disuntikkan
  • Luka pada area yang disuntikkan

Untuk mengurangi efek samping ringan, seperti nyeri dan bengkak, Irene menyarankan untuk memberikan kompres dingin selama 15 menit setiap jam selama 12 jam setelah penyuntikan.

Berapa Lama Hasil Kybella Bertahan dan Berapa Biayanya?

Foto: www.gettyimages.com

Menurutnya, hasil treatment dengan Kybella dikatakan bersifat permanen. “Karena setelah disuntikkan, bahan aktif Kybella yakni sinstetik asam deoxycholic akan menghancurkan sel-sel lemak. Hal ini akan menyebabkan sel tersebut tidak dapat menyimpan lemak lagi,” katanya.

Nah, untuk biaya: bervariasi. “Biaya sekali treatment bervariasi antara 4-6 juta sekali penyuntikan. Harga ini bervariasi tergantung banyak sedikitnya injeksi serta harga jual dari masing-masing klinik,” jelasnya.

Dan apakah tertarik untuk melakukan microneedling? Ini informasi yang harus kamu tahu.