Tanya Ahli: Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Pasangan Enggan Punya Anak?

Foto: www.istockphoto.com

Mungkin bisa jadi masa pandemik ini bukan saat yang tepat untuk hamil. Namun, jika semua ini sudah berlalu, kamu ingin kembali menjalankan program memiliki anak. Namun, selain pandemik, yang menjadi sumber kekhawatiranmu (umurnya mungkin sudah lebih lama dari wabah ini) adalah: pasanganmu masih enggan memiliki anak. Apa yang sebaiknya kamu lakukan? LIMONE menghubungi seorang psikologi untuk mencari tahu langkah apa yang bisa diambil saat pasanganmu enggan memiliki anak. Berikut penjelasannya.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jika Pasangan Tidak Berniat Punya Anak?

pasanganmu enggan memiliki anak
Foto: www.gettyimages.com

Maria, M.Psi., Psikolog, MCHt., EST, CPDPE, CPDCE, seorang psikolog klinis anak dan remaja dari Positive Parenting Challenge Indonesia mengatakan yang harus dilakukan pertama kali yaitu mencari tahu alasan sebenarnya dari pasangan. Yakni, dengan cara bertanya dan mendengarkan pendapatnya.

“Jangan menuntut, mengkritik, apalagi menasihati pasangan. Cobalah menempatkan diri kamu di posisi pasangan terlebih dahulu. Dengarkan ceritanya, pahami sudut pandangnya. Dari situ kamu akan memahami apa sebenarnya alasan pasangan enggan memiliki anak,” jelas Maria melalui surat elektronik.

Setelah itu, langkah selanjutnya ini mungkin lebih sulit: cobalah untuk tidak memberikan solusi apa pun. Pasalnya, sebagai manusia biasa kita seringkali otomatis ingin mencoba memberikan solusi atas masalah apa pun. Nah, dalam hal ini, menurut Maria yang perlu kamu lakukan adalah “ambil waktu untuk tenang untuk berpikir.”

Dalam periode ini yang kamu sebaiknya lakukan adalah “mempertimbangkan apakah kamu tetap menginginkan untuk punya anak dan mau berusaha berdiskusi dengan pasangan, atau kamu memilih untuk mengikuti keinginan pasangan,” beber Maria. “Jangan terburu-buru memutuskan. Pikirkan matang-matang dan baik-baik,” tegasnya.

Mengapa Pasangan Enggan Memiliki Anak?

pasanganmu enggan memiliki anak
Foto: www.unsplash.com

Pada LIMONE, Maria membeberkan sebuah survei oleh Pew Research Center Amerika Serikat pada Agustus 2018. Studi ini menunjukkan bahwa ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh orang-orang yang punya pasangan tapi tidak ingin punya anak. Yakni alasan kondisi medis/kesehatan, faktor usia yang sudah tidak muda lagi, dan pertimbangan finansial.

“Ada juga beberapa orang yang memutuskan untuk tidak memiliki anak dengan alasan bahwa mereka menginginkan kebebasan dalam hal karier, aktivitas, pembuatan keputusan dan waktu luang, yang akan banyak terhambat ketika mereka memiliki anak,” sebut Maria mengambil dari Data dari Morning Consult Survey.

Selain alasan di atas, Maria mengatakan bahwa, “tak menutup kemungkinan juga bahwa ada trauma masa lalu yang menyebabkan pasanganmu enggan memiliki anak.”

Kapan Biasanya Seseorang Ingin Punya Anak?

Foto: www.unsplash.com

Maria menerangkan bahwa sebenarnya tidak ada jawaban pasti tentang kapan seseorang ingin punya anak. “Semua bergantung kepada kondisi psikologis masing-masing individu,” jelasnya.

Maria menyebutkan bahwa menurut pendapat psikolog sosial Erik Erikson, pada umumnya seseorang mulai menginginkan hubungan yang lekat dan hangat di usia dewasa muda yakni usia 20-40 tahun. Itu sebabnya di usia-usia tersebut, seseorang pada umumnya akan mulai memasuki jenjang pernikahan.

“Kemudian di puncak usia tersebut yakni saat mereka akan memasuki masa dewasa menengah (usia 40 – 65) tahun, seseorang akan mengembangkan kebutuhan untuk menciptakan, mengasuh dan memelihara sesuatu, baik itu dengan cara memiliki anak ataupun dengan menciptakan bisnis/organisasi tertentu yang berdampak bagi orang lain,” paparnya menutup perbincangan.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Pasangan Enggan Punya Anak?

Foto: www.gettyimages.com

Menurut Maria untuk menghadapi pasangan yang demikian alangkah baiknya jangan sembarangan curhat atau bertanya pendapat. “Apabila kamu butuh teman berdiskusi, pastikan orang tersebut memiliki pandangan yang obyektif dan netral, serta logis,” bebernya. “Jika diperlukan, berkonsultasilah dengan ahli seperti psikolog atau pakar pernikahan yang akan membantu proses berpikirmu sehingga keputusan yang kamu buat akan lebih matang.”

Maria berpesan setelah kamu membuat keputusan, langkah selanjutnya mengutarakan hal tersebut kepada pasangan. “Gunakan cara berkomunikasi yang baik. Jika kesulitan, cobalah meminta bantuan pihak tengah untuk mediasi, bisa pemuka agama ataupun psikolog,” tukasnya.

Bagaimana Jika Pasangan Tetap Enggan Punya Anak?

pasanganmu enggan memiliki anak
Foto: www.unsplash.com

Maria menyampaikan bahwa idealnya pembicaraan tentang memiliki anak sebaiknya dilakukan sebelum memutuskan menikah. “Namun apabila sudah terlanjur menikah, bicarakan baik-baik saja dengan pasangan. Cari jalan keluar yang terbaik untuk kamu berdua.”

Seandainya nih, sudah berkonsultasi dengan psikolog tapi pasangan tetap menolak memiliki keturunan, Maria menyarankan agar tidak langsung memutuskan untuk berpisah. Sebetulnya ada banyak alternatif cara yang bisa dilakukan selain memutuskan bercerai. Saya kira keputusan bercerai harus diletakkan dalam opsi paling akhir. Kamu dan pasangan sebaiknya berusaha mencari cara untuk berkompromi dan mencari win-win solution untuk keluargamu,” tegasnya.

Maria menyarankan agar mengingat kembali alasan dan tujuan kamu memilih pasangan, menikah, serta punya anak. “Lalu pikirkan dan pertimbangkan ulang, apa dampak jika kamu memaksakan untuk punya anak saat pasangan belum siap. Apa dampak memutuskan menuruti pasangan padahal kamu sangat ingin punya anak, atau dampak memutuskan berpisah dengan pasangan hanya karena alasan keinginan punya anak,” tambahnya.

Sebaiknya, pikirkan dulu dengan logis segala aspek yang kamu dan pasangan miliki saat ini. “Saya tahu bahwa ini adalah perkara yang serius dan pelik. Namun saya juga yakin, jika dipikirkan dengan baik dan tepat maka kamu berdua akan membuat keputusan terbaik. Ingat, jangan pernah membuat keputusan ketika kondisi emosimu sedang negatif (marah, sedih, dan sebagainya),” Maria menegaskan.

Sebut saja kamu sedang hamil tapi entah kenapa beberapa minggu belakangan parno dengan namanya keguguran. Coba baca penjelasan dari ahli kandungan berikut ini.

podcast button