Apa yang Harus Kamu Lakukan Jika Pasangan Meminta Menguruskan Badan

Foto: www.gettyimages.com

‘Kayaknya kamu perlu mengurangi berat badan, deh.” Atau, “sepertinya pantatmu bertambah besar.” Begitu celetukan pasanganmu akhir-akhir ini. Sejujurnya, kamu ingin mengamuk dan melemparkan satu iPhone 11 (tapi rasanya sayang—dan lagian iPhone ini belum resmi dijual di Indonesia. Jadi, pasanganmu itu orang yang beruntung). Apa sebaiknya yang harus dilakukan saat pasangan menuntutmu menguruskan badan? LIMONE berbincang dengan seorang praktisi psikologi dan mendapatkan saran terbaik.

Ini Pandangan Seorang Ahli tentang Mengurangi Berat Badan demi Pasangan

Foto: www.shutterstock.com

Praktisi psikologi, Marcella Evalie, S.Psi, tidak menyetujui jika seseorang menguruskan badan untuk pasangan hanya demi menarik di mata pasangan. “Menurut saya pribadi, saya kurang setuju. Pada saat memutuskan untuk berkomitmen membangun hubungan seharusnya sudah dipikirkan matang-matang mengenai pro dan kontra, juga konsekuensi yang akan terjadi ke depannya seperti apa,” katanya.

Marcella berpendapat, inisiatif untuk menjaga penampilan demi pasangan memang diperlukan untuk mempermanis hubungan, tetapi menjadi masalah jika pasangan memang terang-terangan menuntut. Ini bisa membuat perempuan merasa seperti tidak diterima apa adanya, dan menambah rasa insecure.

Menurutnya, tuntutan mengurangi berat badan ini lebih banyak dampak negatifnya daripada positifnya. “Lagi pula, kalau memang ingin pasangan menjaga penampilan, pria perlu juga belajar bagaimana mengomunikasikannya dengan baik. Juga, apa alasannya meminta hal itu? Jika memang untuk kebaikan si wanita, tidak ada salahnya,” ujarnya.

Marcella berpesan, “Ingat ya, komunikasi penting dalam hal ini, upayakan pasanganmu paham dengan apa kamu maksudkan bahwa menjaga penampilan adalah untuk sisi kebaikannya sendiri. Bukan fokus pada kemauan pria itu sendiri atau hanya karena untuk menyelamatkan hubungan.”

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Menguruskan Badan

Foto: www.unsplash.com

Katakan saja, sah-sah saja meminta pasangan untuk diet—dalam hal apakah ini bisa berlaku? “Hal itu boleh dilakukan, jika si wanita paham betul dengan apa yang diminta pasangan, dan tidak merasa berat hati melakukannya. Diet yang baik adalah diet yang dilakukan bersama pasangan,” bebernya. Menurutnya, satu hal yang patut diingat oleh pria bahwa: “pria paham bahwa perjuangan si wanita bukan hal yang sepele. Dan pastikan, pria juga mengapresiasi pasangan yang sudah mau berkorban menghilangkan berat badan demi hubungan yang lebih harmonis.”

Dan sebaliknya, tuntutan ini sebaiknya tidak dilakukan jika hanya karena pria sudah tidak memiliki ketertarikan fisik dengan pasangannya. Atau alasan-alasan egosentris lainnya seperti demi kepuasaan seksual, membandingkan dengan pasangan orang lain, tidak puas dengan kondisi fisik sekarang. Intinya, “alasan yang sifatnya menyerang rasa insecure pasangan, hingga pasangan tidak percaya diri,” tegasnya.

Apa yang Sebaiknya Kamu Lakukan Jika Pasangan Menuntut karena Alasan Egois?

Foto: www.unsplash.com

Jika pasangan menuntut kamu mengurangi berat badan karena alasan egosentris tadi, lebih baik pikirkan kembali apakah hubungan tersebut harus dilanjutkan. “Kalau memang sudah menyerang kepercayaan diri dan kamu sudah merasa tidak dicintai dan tidak berdaya, saya sarankan kamu untuk mengakhiri segera.” Pasalnya, hubungan tersebut sudah termasuk tidak sehat dan toxic.

“Mencintai diri sendiri lebih baik daripada berharap dicintai oleh orang yang tidak pernah puas akan hidupnya, termasuk tidak pernah puas dengan keadaan pasangan,” tambahnya. “Relasi bukan tentang harus mengalah, melainkan jalan bersama-sama, belajar bersama-sama, dan mengasah satu sama lain.”

Marcella menyarankan untuk memastikan pasanganmu adalah orang yang memang mau diajak bertumbuh bersama, bukan hanya bisa menuntut dan mengeluh. “Jika memang ternyata dia hanya mau kamu saja yang berinvestasi dalam hubungan, silakan nikmati hubunganmu yang tidak akan pernah membuat kamu merasa dicintai,” ujarnya.

Tiga Hal Penting dalam Sebuah Hubungan Sehat

Foto: www.gettyimages.com

Marcella memaparkan elemen cinta menurut teori Segitiga Stenberg: Intimacy, Passion, Commitment.
“Jika ada ketiga elemen tersebut, itulah cinta yang sempurna. Cinta tidak melulu mengenai passion (ketertarikan seksual), tapi terdapat juga intimacy dan commitment,” tegasnya. “Intimacy dibangun oleh komunikasi yang assertive dan problem solving jika di dalam hubungan terjadi konflik. Sementara commitment adalah yang mengunci kedua insan untuk tetap menerima satu sama lain, apa pun keadaannya.”

Dan berbicara tentang intimasi dan seks, dirinya mengatakan bahwa seks dalam pernikahan memang penting, tapi itu bukanlah faktor satu-satunya. “Saya rasa, saya sebagai perempuan dengan sendirinya akan memperhatikan penampilan, jika pasangan saya memenuhi kebutuhan batiniah saya. Tidak hanya menafkahi secara materi. Dan saya rasa semua wanita menyetujuinya,” cetusnya.

Ini Bisa Jadi Penyebab Seseorang Mengikuti Tuntutan “Mengurangi Berat Badan” Pasangannya

Foto: www.istockphoto.com

Mengapa seseorang mau menguruskan badan demi pasangannya dengan menempuh cara-cara yang menyiksa diri? “Karena biasanya mereka menaruh keberhargaan dirinya dari angka jumlah berat badan. Punya pemahaman bahwa lawan jenis akan berminat hanya karena jika kalau mereka pada keadaan berat badan ideal,” paparnya.

Jika memang pasanganmu meminta kamu untuk mengurangi berat badan, pertimbangkan baik-baik sebelum menuruti tuntutannya. “Apakah yang akan kamu lakukan adalah untuk kebaikan bersama? Apakah yang berkorban hanya dari sisi kamu saja?” katanya. Pikirkan dan putuskan. “Ikuti kata hati. Jangan lakukan kalau kata hatimu tidak menyetujuinya. Dan pastikan keputusanmu punya alasan yang kuat.”

Ragu-ragu? Tidak tahu harus melakukan apa? “Tidak ada salahnya kamu meminta pendapat dari orang yang kamu sayangi,” jawabnya.

Atau hubungi psikolog dewasa. Dan jika langkah ini yang kamu ambil, “datanglah bersama dengan pasangan. Ini agar kalian bisa mendiskusikannya berdua dan membangun hubungan yang lebih baik dan sehat,” sarannya.

Tak lupa ia menambahkan tips jika kamu sedang di alami hal ini. “Carilah pasangan yang memang terima kondisimu,” ujarnya. Akan tetapi, ini bukan berarti kamu tidak memberi ruang dan membuka pikiran untuk memperbaiki diri. “Perbaiki apa yang perlu diperbaiki, tajamkan apa yang perlu ditajamkan. Bukan untuk menarik pasangan, melainkan kamu melakukannya karena kamu mencintai dirimu. Dan hal ini tidak hanya dilakukan oleh satu pihak, tapi keduanya,” sarannya.

Selanjutnya: ini yang harus kamu lakukan jika ingin membicarakan perceraian kepada anak. Dan pertimbangkan ini sebelum komit pada sebuah open relationship.