Wajib Baca: Panduan Malam Pertama dari Seksolog

Foto: www.gettyimages.com

Pepatah bilang: ada pertama kali untuk setiap hal di dunia ini. Misalnya, tahun ini untuk pertama kali seorang perempuan mengalahkan laki-laki dalam World Darts Championship dan lima perempuan kulit hitam menjadi pemegang mahkota lima kontes kecantikan penting di dunia. Lalu, ada yang namanya: malam pertama. Untuk kamu yang deg-degan, takut, cemas, dan antusias karena sebentar lagi menghadapi—atau memang penasaran dengan malam pertama, berikut penjelasan dari seksolog yang harus kamu tahu.

Ketahui Ini Sebelum Malam Pertama

malam pertama
Foto: www.gettyimages.com

Dr.Haekal Anshari, M. Biomed (AAM), seorang praktisi anti-aging dan seksologi dari Klinik Poise Aesthetic & Soul Clinic dan Klinik Teta Aesthetic mengatakan pengetahuan yang harus diketahui sebelum malam pertama adalah pengetahuan dasar tentang anatomi tubuh. Termasuk anatomi alat reproduksi yang juga berfungsi sebagai alat seksual. “Selain itu ketahui titik-titik rangsang tubuh baik pada tubuh suami maupun tubuh istri,” paparnya.

Untuk persiapan malam pertama, Haekal menyarankan agar kedua belah menjaga stamina fisik dan psikis. Terkhusus untuk perempuan, selain fisik dan mental, bisa mengenakan baju yang seksi untuk membantu menaikkan rasa percaya diri. “Kenakan baju yang seksi namun tidak norak, hindari makeup berlebihan, jaga kebersihkan diri dan pakai wewangian secukupnya,” sarannya. “Bila perlu sediakan pelumas untuk jaga-jaga seandainya lubrikasi vagina terasa tidak begitu banyak.”

Tahapan Hubungan Seksual yang Harus Kamu Tahu

malam pertama
Foto: www.gettyimages.com

Haekal berpendapat selain mempersiapkan stamina fisik dan mental, sebelum melakukan hubungan seksual pasangan suami istri (pasutri) juga harus tahu tentang tahapan dalam berhubungan intim. Pada LIMONE ia tahapan-tahapan yang harus kamu tahu.

#1. Foreplay

Intinya adalah aktivitas pendahuluan yang bertujuan untuk saling memberikan rangsangan seksual.

“Seperti ciuman, menyentuh area-area yang peka rangsang (area erotis), sambil mengungkapkan kalimat-kalimat romantis dan saling memberikan pujian. Tahap foreplay dilakukan sampai masing-masing mengalami bangkitan seksual,” terang Haekal.

#2. Tahap bangkitan seksual dan penetrasi

Ditandai dengan ereksi penis yang keras dan optimal pada suami; pada istir adalah lubrikasi vagina. “Tahap ini sebagai tanda bahwa keduanya siap untuk melakukan penetrasi seksual.”

Menurut Haekal, biasanya posisi penetrasi di mana penis dapat menstimulasi area G-spot vagina dengan optimal adalah posisi wanita di atas (woman on top). “Karena dengan posisi ini istri dapat mengatur sendiri ritme penetrasi dan area G-spot nya lebih optimal dirangsang oleh penis suami,” ujarnya.

Persepsi bahwa malam pertama harus berdarah, baru perawan adalah keyakinan yang salah

#3. Ejakulasi dan orgasme

Dalam tahap ini, Haekal mengatakan bahwa sangat penting agar mengatur posisi penetrasi yang saling memberikan kenyamanan kepada dua belah pihak. “Sejumlah wanita ada yang sulit untuk mencapai orgasme. Untuk itu atur posisi yang bisa membantu istri mudah untuk mencapai orgasme,” terangnya. “Saat mencapai orgasme biasanya suami akan ejakulasi dan sebagian wanita juga bisa mengeluarkan cairan semacam ejakulat sebagai tanda bahwa sudah mencapai orgasme.”

#4. Kepuasan seksual: suami atau istri harus bisa mencapai orgasme

Haekal mengatakan bila salah satu pihak belum mencapai orgasme, maka ada sesuatu yang belum tepat saat melakukan hubungan seksual. “Bisa karena foreplay yang kurang lama sehingga belum terangsang secara optimal atau bisa karena posisi penetrasi yang tidak tepat,” terangnya.

“Selain itu mungkin bisa juga disebabkan karena faktor psikis berupa rasa tidak percaya diri atau persepsi negatif mengenai seksualitas,” paparnya. “Namun apabila tidak ada masalah apapun, pasutri yang mencapai orgasme akan masuk ke tahap kepuasan seksual,” ujarnya. Dan “kepuasan seksual hanya bisa dirasakan apabila adanya keterlibatan emosi di kedua belah pihak,” tekannya.

Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Memiliki Pengetahuan Seks

malam pertama
Foto: www.gettyimages.com

Haekal menegaskan bahwa pengetahuan seks malam pertama itu sangat penting. Salah satu tujuannya adalah agar tidak terjadi hal-hal yang dapat memberikan dampak negatif terhadap hubungan suami istri.

Misalnya, tentang istri harus berdarah pada malam pertama—jika tidak, bukan perawan. Suami jadi curiga. “Persepsi bahwa malam pertama harus berdarah, baru perawan adalah keyakinan yang salah,” ucapnya.

“Darah perawan adalah mitos karena perdarahan hanya bisa terjadi bila lubrikasi vagina belum banyak tapi langsung dilakukan penetrasi penis. Akibatnya terjadilah gesekan dan iritasi sampai berdarah,” sambungnya melengkapi. Dengan kata lain, tidak berdarah bukan berarti tidak perawan. Jadi, Haekal menyarankan untuk berhenti memiliki persepsi tersebut.

Alasan lain mengapa pengetahuan seks penting sebelum malam pertama: agar tidak memiliki harapan yang berlebihan. “Ini biasanya bisa terjadi akibat terlalu sering menonton film biru” sambungnya. Dan buang jauh-jauh prinsip bahwa ‘suami harus puas, sedangkan istri tidak harus.’ Menurutnya, “keyakinan bahwa suami harus puas, sedangkan istri tidak perlu adalah sesuatu yang keliru. Perlu diingat bahwa, hubungan seksual melibatkan dua orang sehingga keduanya harus bisa mendapatkan orgasme (sensasi erotis) dan kepuasan seksual.”

Hal Super Penting Lain yang Harus Kamu Ketahui

Foto: www.gettyimages.com

Masih memiliki banyak pertanyaan seputar malam pertama? Mungkin informasi di bawah ini bisa membuat misteri seputar malam pertama berkurang.

Haruskah melakukan hubungan intim di malam pertama?

Haekal mengatakan tidak harus dilakukan terutama bila stamina fisik tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas seksual. “Bila salah satu belum siap, maka perlu kesabaran dan pengertian dari salah satu pihak dan langsung carikan solusi yang baik untuk keduanya. Dan, tidak perlu langsung curiga,” sarannya.

Seberapa penting performa dalam hubungan seks malam pertama?

Haekal menyampaikan performa penting namun tidak menjadi faktor utama. Pasalnya, bisa jadi ini adalah hubungan seksual pertama bagi satu atau kedua pihak.

“Oleh karena itu penting untuk memiliki pengetahuan dasar tentang seksualitas,” tegasnya. “Apabila performa di malam pertama dirasa kurang, jangan langsung menjadi rendah diri atau patah semangat,” terangnya. “Ini adalah hal yang wajar dan biasanya pria mungkin mengalami ejakulasi yang terlalu cepat di malam pertama karena rasa excited yang menggebu-gebu di malam pertama.”

Keyakinan bahwa suami harus puas, sedangkan istri tidak perlu adalah sesuatu yang keliru. Perlu diingat hubungan seksual melibatkan dua orang sehingga keduanya harus bisa mendapatkan orgasme (sensasi erotis) dan kepuasan seksual.

Seberapa penting foreplay dilakukan?

Haekal menyetujui bahwa foreplay sangat penting dilakukan sebagai rangsangan pendahuluan untuk membuat pasutri terangsang dengan optimal. Pasalnya, tahapan ini membantu membangkitkan hasrat seksual.

“Tahap ini sebagai tanda bahwa keduanya siap untuk melakukan penetrasi seksual. Selain itu, tahap foreplay bisa menjadi saat keduanya saling mengungkapkan rasa cinta dan sayang berupa saling memberikan sentuhan dan pujian dengan kata-kata romantis,” beber Haekal.

Bagaimana dengan durasi seks?

“Tidak ada patokan standar untuk durasi karena hal ini tergantung dari stamina masing-masing pasangan,” jawabnya. “Paling penting adalah hubungan seksual yang dilakukan dapat memberikan kepuasan untuk kedua belah pihak (suami dan istri) dan semakin meningkatkan hubungan emotional (bonding) untuk keduanya,” tekannya.

Selanjutnya: pssst… ini resep pernikahan awet dan bahagia dari pasangan tertua di dunia.

error: Konten dilindungi !!