Ingin Melakukan Operasi Plastik? Persiapkan Semua Hal Ini Dulu

operasi plastik
Foto: www.shutterstock.com

Banyak orang yang ingin memiliki tubuh yang proporsional, sehingga tidak sedikit yang mewujudkannya dengan operasi plastik. Tindakan bedah ini bahkan menjadi tren tersendiri di kalangan masyarakat.

Namun apa saja bagian tubuh yang bisa mendapatkan tindakan pembedahan plastik? Apa yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan operasi plastik?

Jika kamu mulai tertarik untuk melakukan pembedahan plastik, simak penjelasan dr. Ahmad Fawzy, SpBP-RE, Dokter Ahli Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik dan Kepala Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, yang akan menjelaskan lebih rinci terkait bedah plastik.

Apa Itu Operasi Plastik?

operasi plastik
Foto: www.rawpixel.com

Menurut Dokter Ahmad, pengertian plastic surgery atau operasi plastik bukan berarti prosedur atau pembedahannya menggunakan plastik. Melainkan, berasal dari kata bedah yaitu suatu ilmu kedokteran yang menggunakan keterampilan tangan dokter untuk membuat perlukaan pada jaringan. Sementara kata plastik, berasal dari bahasa Yunani Kuno yang artinya mudah diubah.

“Jadi bedah plastik adalah cabang dari ilmu kedokteran yang di dalam prosesnya memanfaatkan keterampilan tangan si dokter, untuk membuat irisan atau perlukaan dengan memanfaatkan karakter atau sifat dan potensi fleksibilitas dari jaringan pasiennya yang digunakan untuk tujuan tertentu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa terdapat dua tujuan dilakukannya operasi plastik. “Yang pertama untuk memperbaiki kecacatan anatomis dan mengembalikan fungsinya sesuai semula, atau dikenal dengan bedah plastik rekonstruksi,” ungkapnya.

Sementara tujuan yang kedua adalah untuk memperindah atau menambah harmonisasi bagian tubuh yang normal (tidak ada salah atau kecacatan), menjadi lebih baik menurut pasien.

Apa Saja Kondisi yang Bisa Dilakukan dengan Operasi Plastik?

Foto: www.freepik.com

Pada dasarnya, bidang kerja dari bedah plastik terbagi menjadi dua hal, yakni:

Rekonstruksi

Bedah plastik rekonstruksi bekerja untuk memperbaiki kecacatan bentuk anatomi dan mengembalikan fungsinya agar menjadi normal.

“Kasus rekonstruksi yang paling banyak adalah luka. Yang mana terdapat dalam berbagai jenis dan sifat, baik yang akut maupun kronik lebih dari 28 hari. Baik itu luka sederhana tetapi berada di lokasi yang sulit, atau luka lebar yang disertai jaringan luka parah. Misalnya seperti luka bakar,” paparnya.

Selain luka, kasus-kasus kecelakaan seperti patah tulang wajah juga termasuk ke dalam bidang kerja dari bedah plastik. “Pada kasus anak, paling banyak itu sumbing bibir dan celah langit-langit. Atau adanya kelainan kulit saat lahir atau kelainan pada alat kelamin luar,” ujar Dokter Ahmad.

Tidak hanya itu, pengangkatan dan rekonstruksi jaringan setelah diangkat dari jenis-jenis tumor ganas yang ada di daerah wajah juga merupakan bidang kerja bedah plastik rekonstruksi.

Estetika

Dokter Ahmad menuturkan bahwa “bidang estetika lebih sedikit dan tidak begitu rumit pekerjaannya. Namun bidang ini lebih banyak dilihat oleh orang awam dan menjadi tren tersendiri. Kebanyakan pria dan wanita ingin tampil menawan, proporsional, dan lebih baik. Tentunya terdapat banyak alasan, akan tetapi kebanyakan berhubungan dengan self confidence,” tuturnya.

Prosedur bedah plastik estetika terbagi menjadi dua, yakni bedah estetik (dengan pembedahan) dan prosedur medis estetik (tanpa pembedahan). “Prosedur medis estetik misalnya pengelupasan kulit dengan obat (peeling), dermabrasion, atau injeksi pencerahan kulit,” lanjutnya.

Sementara untuk prosedur bedah estetik adalah tindakan pembedahan yang bertujuan untuk mengubah bentuk dan kontur anatomi organ tubuh tertentu. Tentunya bertujuan untuk terlihat lebih harmonis dengan tubuh seseorang secara keseluruhan.

Apa Saja yang Biasa Dilakukan pada Bedah Plastik Estetika?

operasi plastik
Foto: www.pexels.com

Terdapat beberapa prosedur yang cukup sering dilakukan pada bidang bedah plastik estetika, yaitu:

Kelopak mata

Biasanya dilakukan harmonisasi kelopak mata atas yang biasanya disebabkan karena faktor penuaan, pengenduran kelopak mata, dan kondisi mata yang terlalu lelah.

Sementara pada kelopak mata bawah, biasanya dilakukan karena beberapa orang memiliki kantong mata. “Mungkin bagi sebagian orang itu tidak nyaman atau terlihat ada kesan bayangan yang lebih gelap,” kata Dokter Ahmad.

Hidung

Salah satu yang paling populer dan banyak peminatnya adalah operasi harmonisasi hidung. “Kalau di Asia, biasanya untuk menambah dimensi supaya lebih tinggi dan maju. Sedangkan di Eropa dan Amerika, justru ada yang minta untuk dikurangi,” ucapnya.

Wajah

Kemudian terdapat prosedur estetika pada wajah. Hal ini biasanya dilakukan karena faktor penuaan sehingga mulai terjadi otot-otot yang melemah, mengendur, dan kerutan.

“Ditambah lagi adanya gravitasi yang tidak mendapatkan kontraksi dari serat-serat kolagen. Sehingga menyebabkan jaringan wajah menjadi menggantung dan membuat gelambiran pada dagu, leher, dan pipi,” lanjutnya.

Payudara

Pada bidang ini, terbagi menjadi beberapa bedah yakni:

  • Bedah estetik payudara yang sifatnya augmentasi. Biasanya menambah dimensi dengan menggunakan implan yang disisipkan pada bawah kelenjar atau otot dada
  • Mastopexy atau pengencangan yang membuat payudara kendur menjadi kembali harmonis.
  • Reduksi, yang mana mengurangi bentuk dari payudara. Biasanya karena ukurannya lebih besar sehingga kesulitan untuk memilih bra dan pakaian, serta menyebabkan sakit pinggang secara berkala
  • Rekonstruksi. Biasanya ini dilakukan pada kasus yang mengalami kemalangan kanker payudara. Kemudian dilakukan rekonstruksi bentuk payudara agar terlihat harmonis ketika menggunakan pakaian

Sedot lemak

Liposuction atau sedot lemak merupakan prosedur yang paling sering disalahartikan. Prosedur ini sebenarnya merupakkan sebuah solusi untuk mengurangi jaringan lemak yang membuat bentuk tubuh menjadi ideal. “Body reshaping atau membentuk kontur, bukan untuk mengurangi berat badan. Pada akhirnya setelah jaringan lemak dibuang, maka pasien harus berupaya supaya reposisi atau penyimpanan lemak tidak berlebihan lagi,” jelas Dokter Ahmad.

Perut

Operasi estetika perut, biasanya dibuat irisan tersembunyi di bagian daerah yang tertutup celana dalam. Kemudian lemak berlebihan pada perut dibuang, lalu otot-otot dikencangkan. Kulit perut yang berlebihan ditarik ke bawah sampai kencang, lalu dibuat lubang pusar baru.

“Terdapat hal-hal lain yang juga masuk ke dalam bidang plastik estetika, seperti scar revision, botox, dan peremajaan bibir kelamin wanita,” ungkapnya.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Penindakan Bedah Plastik?

Foto: www.freepik.com

Sebelum dilakukannya bedah plastik, “biasanya dokter akan mempersiapkan pasien untuk memiliki wawasan yang sama Mencapai titik temu antara what they expect dengan realitas, what is ideal to be performed. Setelah itu, dokter juga menyiapkan mindset pasien bahwa bedah plastik itu tidak instan. Karena rata-rata hasil akhir baru akan terlihat di bulan kedua pascatindakan. Hal ini bertujuan agar pasien bisa mempersiapkan kapan jadwal operasinya dengan baik,” paparnya.

Dokter Ahmad menyarankan untuk berhenti merokok selama sebulan. Hal ini dilakukan agar kondisi pembuluh darah tetap baik “dan juga stop konsumsi obat-obat Chinese herbal (yang biasanya bersifat ‘mengencerkan’ darah). Agar selama prosedur pendarahan tidak sukar untuk diatasi,” ujarnya.

Sementara untuk pasien dewasa muda yang tampak sehat dan tanpa memiliki riwayat sakit berat, biasanya tidak ada persiapan khusus, kecuali pemeriksaan lab darah rutin untuk operasi. Sedangkan pada pasien lansia di atas 50 tahun, biasanya dokter akan meminta evaluasi dari dokter jantung dan paru untuk keamanan prosedur pembiusan.

“Pada prosedur pembiusan, tidur pasien akan dipuasakan selama 6-8 jam praoperasi. Agar selama pembiusan semua otot lemas dan tidak ada isi lambung (sudah kosong) yang mengalir masuk ke paru-paru. Untuk prosedur di wajah, pasien diminta untuk membersihkan wajahnya dari make up,” jelasnya.

Pascaoperasi, Adakah Perawatan yang Perlu Dijalani?

operasi plastik
Foto: www.freepik.com

Biasanya setelah dilakukannya bedah plastik, maka akan ada perawatan lain yang perlu dijalani. Akan tetapi hal ini bergantung pada kasus yang dialami.

“Misalnya ada istilah ‘holy trinity’ untuk liposuction. Harus diiringi dengan pengaturan pola makan yang ketat dan dan olahraga yang teratur. Kalau hanya liposuction tapi malas diet dan olahraga, lalu berharap hasilnya baik ya, lupakan saja,” jawabnya.

“Atau setelah prosedur revisi keloid tapi tidak berupaya untuk imobilisasi atau mengurangi gerak pada bagian tubuh tersebut, lalu berharap garis luka bekas revisinya halus dan tidak jadi keloid lagi, ya lupakan saja,” tambahnya.

Untuk pascaoperasi plastik apa pun, pastinya dokter akan menjelaskan kepada pasien bahwa kondisi sekitar daerah operasi akan ‘babak belur’ selama 2 minggu pertama. Seperti bengkak, kemerahan, atau lebam kebiruan yang semakin lama akan berangsur membaik.

“Setelah dua minggu biasanya sudah aman untuk luka operasi di wajah kena kosmetik seperti foundation atau concealer. Rata-rata time point hasil akhir sebuah operasi plastik adalah pada bulan kedua. Tentunya bisa lebih dini dan bisa juga lebih lama, tergantung kondisi selama operasi,” ungkapnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

 Setelah menjalani operasi plastik, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari oleh pasien yang biasa disebut dengan RICE, yaitu:

  • Rest: pembatasan gerak dan aktivitas
  • Ice pack: untuk prosedur yang selama operasi banyak mengeluarkan darah dan masih terdapat risiko perdarahan sedikit, maka ada baiknya pasien menyediakan ice pack. Hal ini bertujuan untuk membekukan perdarahan
  • Compression: balutan atau bebat yang dibuat dengan sedikit menekan. Fungsinya adalah untuk mengurangi risiko rembesan darah dan bengkak, mempertahankan kontur pascaoperasi, dan membuat bekas operasi rata dengan kulit sekitarnya
  • Elevasi: pada prosedur-prosedur di alat gerak dalam seminggu pertama biasanya akan terjadi pembengkakan. Maka saat istirahat, sebaiknya disangga dengan beberapa bantal supaya letaknya lebih tinggi. Tentunya akan memudahkan aliran darah dan mengurangi bengkak

“Di luar itu, selama masa penyembuhan pasien juga dijelaskan untuk tetap berhenti merokok. Karena merokok dapat mengganggu aliran darah yang sangat dibutuhkan untuk penyembuhan. Bila pasien tahu dia memiliki alergi, maka makanan atau kegiatan yang membuatnya alergi harus dihindari dahulu sampai luka operasinya sembuh,” saran Dokter Ahmad.

Setelah membaca penjelasan di atas, apakah tekadmu untuk melakukan operasi plastik semakin kuat? Yang pasti, jangan ragu untuk mengajukan banyak pertanyaan kepada dokter terpercaya untuk mengetahui proses dan hasil yang akan didapatkan.