Studi Baru: Anak Laki-laki Tidak Suka Baca Novel Adalah Mitos

membaca fiksi
Foto: www.xframe.io

Siapa bilang anak laki-laki tidak menyukai membaca fiksi? Sebuah studi baru yang diterbitkan di International Journal of Inclusive Education menunjukkan bahwa stereotipe gender ini malah berdampak negatif bagi siswa laki-laki.

Penelitian yang melibatkan lebih 300 siswa dari usia 7-8 di Australia ini meminta partisipan untuk merating level kesenangan saat membaca fiksi, non-fiksi, dan komik serta majalah. Ratingnya mulai dari 'sangat menyukai', 'lumayan suka', hingga 'tidak suka'. Mereka juga memberitahu seberapa sering mereka membaca, mulai dari 'tiap hari' hingga 'hampir tidak pernah'.

Peneliti dari Australia menemukan bahwa fiksi merupakan genre buku yang paling disukai siswa laki-laki, dibandingkan komik dan majalah. Tepatnya, lebih dari setengah (57%) siswa laki-laki mengatakan bahwa mereka 'sangat' menyukai fiksi dan buku-buku cerita. Hal ini berdasarkan riset yang dilakukan pada lebih 300 siswa dari usia 7-8 tahun di Australia.

Bagaimana dengan siswa perempuan? Dibandingkan dengan siswa laki-laki, mereka sangat menikmati membaca non-fiksi (55% versus 51%).

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa yang menyukai membaca fiksi dan non-fiksi, dan lebih sering membaca cenderung memiliki kemampuan membaca yang lebih baik.

Dengan penelitian ini, penulis utama studi ini, Laura Scholes, mengimbau guru untuk melakukan reformasi literasi di sekolah, yakni tidak hanya fokus pada kemampuan membaca. Namun juga mendorong siswa untuk membaca apa yang mereka suka.

Guru juga perlu berkomunikasi secara teratur dengan orang tua untuk mencari strategi yang tepat agar anak mau membaca, termasuk membaca fiksi.

"Penemuan-penemuan ini menantang mitos lama bahwa anak laki-laki lebih suka non-fiksi. Studi ini memperlihatkan bahwa pentingnya mempromosikan enaknya membaca—terutama fiksi—sedini mungkin di sekolah," kata Scholes. Hal ini terutama penting untuk "siswa laki-laki dan murid dari komunitas yang termarginalkan."

Guru dan juga orang tua perlu mendorong siswa untuk membaca fiksi, karena berperan penting dalam mengembangkan kemampuan membaca. Untuk itu, guru dan siswa perlu memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada siswa laki-laki membaca tipe teks ini di sekolah.