Haruskah Selalu Berpikir dengan Logika dan Melupakan Perasaan?

logika adalah
Foto: www.freepik.com

Saat menghadapi masalah, tak jarang kita merasa sulit untuk mengatasinya. Oleh karena itu, kita perlu berpikir secara logis untuk mencoba memahami situasi dan kondisi yang dialami. Karena menggunakan logika adalah salah satu cara agar kita tetap berpikir secara objektif. Namun haruskah kita selalu berpikir logis?

Untuk mengetahui jawabannya, maka simak penjelasan dari Dr. Retha Arjadi, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis dari International Wellbeing Center, terkait manfaat dan cara berpikir secara logis.

Apa Itu Pengertian Logika?

logika adalah
Foto: www.canva.com

Menurut Retha, logika adalah “salah satu cabang ilmu Filsafat yang dapat dikatakan membahas kaidah berpikir secara tepat,” tuturnya.

Umumnya, logika sering kali dikaitkan dengan cara berpikir secara logis. Lantas apakah hubungannya?

“Menyambung dari pemahaman terkait logika, maka berpikir secara logis dapat dikatakan sebagai cara berpikir dengan menggunakan nalar yang tepat serta konsisten. Sehingga jalan pemikirannya pun menjadi koheren dan masuk akal,” katanya.  

Apakah Kita Harus Selalu Berpikir secara Logis?

Foto: www.freepik.com

Ternyata, berpikir menggunakan logika dapat berdampak baik bagi kehidupan. Psikolog Klinis yang satu ini menuturkan bahwa membiasakan diri untuk berpikir logis bisa membuat pemikiran kita menjadi lebih rasional, koheren, dan juga kritis.

“Ini dapat membantu kita terutama dalam memecahkan berbagai persoalan dalam keseharian, berdasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang serta masuk akal. Jika kita sudah terbiasa berpikir secara logis, maka akan dapat menggunakannya secara otomatis, seperti layaknya sebuah ‘kebiasaan yang baik’,” paparnya.

Apakah Saat Berpikir secara Logis Perlu Mengesampingkan Perasaan?

logika adalah
Foto: www.canva.com

Sebagian orang mungkin menganggap satu hal yang perlu dilakukan saat berpikir dengan menggunakan logika adalah perlu mengesampingkan perasaan yang sedang dialami. Namun menurut Retha, “perasaan dan pikiran adalah dua hal yang berkaitan antara satu sama lain,” tuturnya.

“Berpikir secara logis bukan berarti menafikan perasaan. Karena aspek perasaan juga sebetulnya merupakan salah satu hal yang dijadikan bahan pertimbangan dalam berpikir. Misalnya dengan mempertimbangkan perasaan saat akan mengambil sebuah keputusan penting, atau saat harus menyelesaikan konflik dengan orang lain,” ungkapnya.

Pada saat-saat tertentu, berpikir logis juga dapat menjadi penyeimbang yang baik untuk aspek perasaan yang terkadang bisa meletup-letup saat kita sedang berada dalam kondisi yang emosional.

“Sebaliknya, aspek perasaan dapat menjadi penyeimbang untuk pemikiran-pemikiran logis kita, agar nantinya tetap dapat memikirkan perasaan diri sendiri dan orang lain saat mengambil keputusan penting dalam hidup kita,” lanjutnya.

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Seseorang untuk Berpikir Logis?

Foto: www.pexels.com

Sesungguhnya, “ada orang-orang yang lebih dapat berpikir secara logis dari orang lain. Faktor individu dan lingkungan berperan di sini,” kata Retha.

“Untuk faktor individu misalnya mencakup ketajaman dalam berpikir, keinginan, dan kebutuhan dari dalam diri untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis. Serta keterbukaan dan penilaian terhadap data secara objektif yang sering kali menjadi dasar untuk berpikir logis itu sendiri,” tambahnya.

Sementara pada faktor lingkungan, misalnya “mencakup pola berpikir yang diterapkan oleh orang-orang di sekitar, tuntutandari peran yang diemban (seperti pekerjaan), dan lain sebagainya,”papar Psikolog yang satu ini.

Benarkah Berpikir Logis Menandakan Seseorang Juga Memiliki Pikiran Kritis?

logika adalah
Foto: www.canva.com

Pada umumnya, orang yang berpikir logis biasanya akan cenderung kritis. “Karena keduanya sama-sama didasarkan pada penalaran yang objektif. Dengan pemikiran yang kritis, kita akan cenderung melihat masalah dari berbagai sisi, dan melakukan pertimbangan-pertimbangan berdasarkan hal tersebut sebelum memutuskan sesuatu,” jelasnya.

“Pemikiran yang logis akan membuat pertimbangan-pertimbangan tersebut tertata dengan baik dan koheren, sehingga menghasilkan kesimpulan yang rasional serta masuk akal,” tambahnya.

Lantas, bagaimana tanda dari seseorang yang mampu berpikir secara logis?

Biasanya tanda dari seseorang yang mampu berpikir dengan logika adalah dapat “menangkap ide-ide atau masalah-masalah yang dilontarkan kepadanya secara runtut, koheren, dan mengolahnya dengan nalar secara rasional serta masuk akal,” jawab Retha.

Bagaimana Cara Agar Kita Bisa Berpikir secara Logis?

Foto: www.canva.com

Psikolog Klinis yang satu ini menyatakan bahwa terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk berpikir secara logis, meski tidak dapat serta-merta dikatakan sebagai rumus pasti. Berikut langkahnya:

Mencermati sesuatu secara objektif

Cara yang pertama adalah berusaha “mencermati sesuatu berdasarkan data yang objektif dan mengecek data yang dimaksud jika diperlukan. Dengan demikian, kita terbiasa untuk tidak menerima segala sesuatu begitu saja,” ungkapnya.

Mendengarkan paparan ide lain

“Membaca bacaan atau mendengarkan paparan ide yang relevan dari orang-orang di sekitar kita. Berpikir logis dapat dilatih dengan mencermati alur tulisan atau alur paparan yang runtut dan disusun dengan nalar yang baik,” lanjutnya.

Berlatih menulis secara runtut

Selanjutnya, kamu bisa berlatih menulis secara runtut. “Mirip seperti membaca, berpikir logis dapat dilatih dengan berlatih menyusun tulisan yang alurnya runtut serta mengandung penalaran yang tepat,” ujar Retha.

Mengasah kemampuan

“Melakukan kegiatan atau hobi yang mengasah kemampuan berpikir logis serta kreatif sebagai bagian dari rutinitas. Kegiatan atau hobi yang dimaksud misalnya bermusik, olahraga dengan strategi, memecahkan teka-teki, puzzle, dan lain sebagainya,” saran Psikolog Klinis yang satu ini.

Mempelajari hal baru

Kemudian, cobalah untuk belajar keahlian baru. “Mempelajari keahlian baru akan mengasah kemampuan berpikir logis kita dalam upaya memahami dasar-dasar dari keahlian baru tersebut hingga mencari cara untuk perlahan-lahan menguasainya,” ungkapnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Sejatinya, berpikir secara logis perlu dilakukan. Karena nantinya dapat memberikan berbagai macam manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, kamu bisa mulai mempelajari cara berpikir tersebut dengan melihat dari berbagai sisi dan melakukan pertimbangan-pertimbangan (termasuk perasaan), sebelum akhirnya memutuskan suatu hal.