13 Buku Cerita Ini Akan Membuatmu Belajar Banyak tentang Sejarah Indonesia

cerita sejarah
Foto: Istimewa

Sejarah bangsa tidak hanya bisa diketahui dari pelajaran di sekolah, tapi juga buku cerita. Uh-uh. Ada banyak novel yang memiliki latar belakang sejarah Indonesia di luar sana, tapi ada yang terbaik. Berikut 13 rekomendasi novel yang menggambarkan cerita sejarah Indonesia yang pasti bisa nikmati dan baca sampai habis.

Laut Bercerita | Leila S. Chudori

cerita sejarah
Foto: www.goodreads.com

Laut Bercerita merupakan kisah perjuangan seorang mahasiswa di era Orde Baru. Lewat karakter utama yang diberi nama Laut, ia berjuang untuk melawan pemerintahan yang kelam. Demi mempertahankan prinsipnya, Laut dan kawan-kawan rela mengalami penyiksaan fisik dan mental. Selain itu, novel ini juga menceritakan sisi keluarga yang kehilangan salah satu anaknya, yakni Laut. Meski tidak pernah mendengar kabarnya, keluarga Laut tetap menunggu tanpa mengetahui apakah anaknya akan pulang atau tidak.

Bumi Manusia | Pramoedya Ananta Toer

cerita sejarah
Foto: www.goodreads.com

Bumi Manusia merupakan seri pertama dari Tetralogi Buru yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Tetralogi ini menceritakan bagaimana diskriminasi terhadap bangsa Indonesia yang terjadi pada zaman Belanda. Pada seri pertama ini menceritakan sosok Minke, seorang remaja yang memiliki darah priayi. Ia berusaha untuk mencari identitasnya sendiri dan melawan tradisi penjajahan kolonial. Minke bertemu dengan sosok Nyai Ontosoroh, wanita pribumi yang menjadi sosok panutannya.

Tak hanya menyajikan penggambaran sejarah, Pramoedya juga memberikan sentuhan romansa percintaan antara Minke dan Annelies. Perjuangan Minke pun tidak berhenti di Bumi Manusia, kisahnya kemudian dilanjutkan di buku Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca

Cerita dari Digul | Pramoedya Ananta Toer 

Foto: www.goodreads.com

Buku cerita sejarah ini berisi kumpulan tulisan dari 11 tokoh yang dibuang dan menjadi tahanan politik di masa pemerintahan kolonial. Mereka menceritakan hal-hal yang sungguh terjadi, bagaimana suka duka dalam mempertahankan hidup di tanah buangan. Kumpulan cerita ini menggambarkan apa yang terjadi di Digul ini berkisar pada tahun 1927 hingga 1930. Mulai dari kondisi masyarakat, cerita kehidupan pribadi, suku pedalaman, hingga kisah pelarian para tahanan. 

Hatta: Aku Datang Karena Sejarah | Sergius Sutanto

cerita sejarah
Foto: www.goodreads.com

Novel cerita sejarah ini menggambarkan perjuangan Hatta dalam menjalankan kehidupannya mulai sejak kecil hingga ia memutuskan mundur dari jabatan wakil presiden. Sedari kecil, Hatta memiliki mimpi untuk belajar ke luar negeri. Akhirnya ia pergi ke Belanda di usia 19 tahun dan bertemu dengan teman-teman seperjuangannya seperti Ahmad Soebardjo, Sutan Sjahrir, dan Koesoema Soemantri. Perjuangan Hatta pun berlanjut, ia pernah diasingkan di Banda Neira dan dibuang di Digul. Hingga akhirnya Hatta diangkat menjadi wakil presiden mendampingi Soekarno. Namun pada 1956, Hatta memutuskan untuk keluar dari istana dan hidup sebagai rakyat biasa. 

Ronggeng Dukuh Paruk | Ahmad Tohari

Foto: www.goodreads.com

Menceritakan sosok Srintil, seorang penari ronggeng baru di Dukuh Paruk. Baginya ronggeng membuat kehidupannya menjadi berwarna. Srintil akhirnya menjadi tokoh cantik yang digandrungi masyarakat sehingga semua orang ingin menari dengannya. Namun sayangnya, peristiwa 1965 membuat citra Srintil tercoreng. Ia diduga ikut andil dalam peristiwa tersebut. Ia pun akhirnya sadar kemudian mencoba memperbaiki citranya dan menjadi ronggeng yang bermartabat. Akankah Srintil berhasil memperbaiki citranya?

Gadis Kretek | Ratih Kumala

cerita sejarah
Foto: www.goodreads.com

Cerita ini akan mengajak pembaca untuk mengenal perkembangan industri kretek di Indonesia. Menceritakan perjuangan ketiga pewaris Kretek Djagat Raja yakni Lebas, Karim, dan Tegar yang sedang mencari nama seorang wanita. Pasalnya, sang ayah dalam keadaan sekarat dan menyebutkan nama Jeng Yah, seorang wanita yang bukan istrinya. Mereka pun memutuskan untuk menelusuri seluruh penjuru Jawa untuk mencari sosok Jeng Yah. Perjalanan ini akhirnya menguak rahasia keluarga yang selama ini belum diketahui dan identitas asli Jeng Yah.

Amba | Laksmi Pamuntjak

cerita sejarah
Foto: www.goodreads.com

Mengisahkan dua pasangan, Amba dan Bhisma, yang harus berjuang di tengah ketegangan dan kekerasan politik. Amba pun mencari Bhisma yang tidak sengaja terlibat dalam peristiwa 30 September 1965, sebuah peristiwa kelam yang pernah dialami Indonesia. Hingga akhirnya Amba tiba di Pulau Buru dan menemukan banyak hal yang tak pernah ia ketahui sebelumnya. Novel Amba berhasil menampilkan sejarah kelam yang dibalut dengan kisah romansa dua orang manusia. 

Pulang | Leila S. Chudori

cerita sejarah
Foto: www.goodreads.com

Rasanya tidak pernah habis untuk menceritakan peristiwa 1965. Sebelum Laut Bercerita, Lela melahirkan cerita Pulang dengan mengangkat kisah perjalanan hidup Dimas Suryo, seorang tahanan politik eks peristiwa 1965 yang kini tinggal di Prancis. Ia berhasil selamat dari peristiwa pembersihan. Selama rezim Orde Baru berkuasa, Dimas tetap dianggap sebagai tahanan politik. Padahal Dimas sangat ingin pulang dan mati di tanah kelahirannya. Meski bahasan novel ini memiliki unsur politik yang kental, Pulang tetap bisa dinikmati dengan mudah. 

Orang-orang Proyek | Ahmad Tohari

Foto: www.goodreads.com

Mempertahankan idealisme bagi sebagian orang merupakan hal yang penting. Begitupun yang dilakukan Kabul, seorang insinyur yang ditugaskan untuk melaksanakan proyek jembatan di masa Orde Baru. Ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa proyek jembatan ini merupakan upaya ‘selamatan’ akibat budaya korupsi yang masif. Kabul pun ragu untuk mempertahankan idealismenya atau tetap melanjutkan proyek jembatan tersebut. 

Entrok | Okky Puspa Madasari

Foto: www.goodreads.com

Nove cerita sejarahl ini menceritakan perjuangan perempuan. Seorang ibu bernama Marni memiliki anak perempuan bernama Rahayu; ibu dan anak ini menyembah Tuhan yang berbeda. Pasalnya Marni masih memuja leluhur dan tidak mengenal Tuhan, ia memiliki pandangan berbeda dengan sang anak yang mengenyam bangku sekolah dan sebagai pemeluk agama serta penjunjung akal sehat.

Ibu dan anak ini harus menjalani kehidupan yang sulit selama bertahun-tahun namun akhirnya mereka mendapatkan satu kesimpulan. Bahwa permasalahan utama mereka bukanlah perbedaan Tuhan, melainkan para penguasa yang semena-mena. Entrok memperlihatkan kepada pembaca bagaimana perlakuan negara terhadap rakyat kecil di masa orde baru. 

Moemi, Gadis Berusia Seratus Tahun | Marion Bloem

cerita sejarah
Foto: www.goodreads.com

Moemi, Gadis Berusia Seratus Tahun merupakan novel yang menceritakan sejarah dari perspektif tokoh berketurunan Indonesia-Belanda. Perjalanan dimulai dari negeri Hindia Belanda, melewati masa pendudukan Jepang, kemerdekaan 1945, pengakuan kedaulatan 1956, peristiwa 30 September 1965, hingga tragedi Mei 1998 dan Bom Bali. Peristiwa-peristiwa ini mengambil latar tempat Indonesia dan Belanda. Lewat novel ini, pembaca akan menemukan perspektif yang berbeda dalam sejarah Bangsa Indonesia. 

Saksi Mata | Seno Gumira Ajidarma

cerita sejarah
Foto: www.goodreads.com

Kumpulan cerpen merupakan rangkaian peristiwa yang berlatar di Timor Leste. Konflik-konflik menegangkan digambarkan secara gamblang dalam buku ini, termasuk konflik Dili. Selain itu penyebab mengapa Timor Leste bersikeras untuk melepaskan diri dari Indonesia juga dijelaskan dengan rinci dalam novel ini. 

Majapahit: Sandyakala Rajasawangsa | Langit Kresna Hariadi

Foto: www.goodreads.com

Cerita novel ini dimulai dari sejarah jatuhnya Kerajaan Singasari di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara. Raden Wijaya, calon menantu sekaligus penerus tahta kerajaan Singasari, melakukan perjalanan bersama Patih Raganata ke Kerajaan Kediri. Di tengah perjalanan, ia melipir ke tempat pertumpahan darah pada masa kerajaan Ken Arok. Ia pun akhirnya mendapatkan petunjuk tentang masa depan Singasari. Namun hal ini justru menjadi firasat buruk bagi perjalanannya ke Kediri. 

Selanjutnya: Daftar Buku Nonfiksi Terbaik