Selain Aromanya Yang Harum, Ini 8 Manfaat Teh Bunga Melati Untuk Kesehatan

bunga melati
Foto: www.pexels.com

Teh melati merupakan jenis teh yang memiliki aroma yang harum dan menenangkan. Dalam pembuatannya, bunga melati akan ditempatkan di samping atau dicampurkan dengan daun teh di dalam penyimpanan, sehingga aromanya dapat meresap.

Jenis teh yang satu ini umumnya terbuat dari teh hijau yang dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Berikut delapan dampak baik ketika kamu mengonsumsi teh yang berasal dari bunga melati.

Manfaat Bunga Melati

bunga melati
Foto: www.canva.com

Berikut manfaat dari bunga melati yang diolah menjadi teh dan bisa dengan mudah untuk dikonsumsi.

Kaya akan antioksidan

Bunga melati yang diolah menjadi teh ternyata mengandung senyawa polifenol yang kuat. Di mana dapat berperan sebagai antioksidan dalam tubuh yang akan melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Menurut sebuah penelitian, radikal bebas yang berlebihan sering dikaitkan dengan penyakit jantung dan beberapa jenis kanker lainnya.

Untungnya teh melati mengandung polifenol jenis katekin, yang bermanfaat untuk kesehatan. Termasuk penurunan berat badan, peningkatan kontrol gula darah, dan menjaga kesehatan jantung serta mulut.

Selain itu, katekin juga telah terbukti memiliki efek anti-inflamasi dan bisa membantu menurunkan lipid darah yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Membantu menurunkan berat badan

Dengan meminum teh melati, ini juga bisa membantumu untuk menurunkan berat badan dengan mempercepat metabolisme tubuh.

Menurut sebuah penelitian, teh hijau yang merupakan bahan dasar paling umum untuk teh melati dapat mempercepat metabolisme sebesar 4-5%, seperti membakar 70-100 kalori ekstra per hari dan meningkatkan pembakaran lemak sebesar 10-16%.

Sifat pembakaran lemak dari teh melati juga terkait dengan kandungan kafein dan polifenol yang ada di dalamnya. Senyawa tersebut bisa meningkatkan efek pembakaran lemak antara satu sama lain.

Melindungi kesehatan jantung

Karena melati mengandung polifenol yang tinggi, maka bisa membantu melindungimu dari penyakit jantung. Hal ini telah dibuktikan bahwa senyawa yang ada di dalam teh melati dapat melindungi kolesterol LDL (jahat) dari oksidasi, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Kolesterol LDL yang teroksidasi juga berpotensi sangat berbahaya, karena nantinya cenderung menempel pada dinding arteri dan membentuk plak. Ini bisa mempersempit atau menyumbat pembuluh darah.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa suplemen yang mengandung polifenol teh hijau, yang juga ditemukan dalam teh melati, dapat mengurangi pembentukan plak hingga 68%. Karenanya, hal ini bisa menurunkan faktor risiko penyakit jantung, seperti kolesterol LDL dan kadar trigliserida.

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian, di mana seseorang yang meminum teh melati sebanyak tiga cangkir (710 ml) atau lebih selama setiap hari, memiliki risiko lebih rendah untuk terkena penyakit jantung.

Studi lain menemukan fakta bahwa orang yang minum satu hingga tiga cangkir (237-710 ml) teh setiap hari, memiliki risiko 19% lebih rendah terkena serangan jantung dan 36% pengurangan risiko stroke.

Meningkatkan kesehatan mulut

Katekin yang ada di dalam teh melati juga dapat membantu melindungi kesehatan gigi dan mencegah terjadinya kerusakan gigi. Hal ini dilakukan dengan cara membunuh bakteri pembentuk plak, seperti streptococcus mutans.

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 15 orang, larutan yang mengandung katekin teh melati dapat menghentikan produksi asam streptococcus mutans ketika dioleskan langsung ke gigi. Sebab jika terlalu banyak asam nantinya bisa mengikis email gigi.

Studi lain juga mencatat bahwa menggunakan obat kumur yang berbasis katekin teh melati selama satu minggu dapat mengurangi plak gigi secara efektif. Selain itu, teh melati juga dapat memerangi bau mulut.

Meningkatkan kesehatan otak

Melati yang diolah menjadi teh ternyata juga bisa membantu meningkatkan fungsi otak. Hal ini berkat kandungan kafein yang ada di dalamnya.

Karena menurut sebuah penelitian, kafein bisa merangsang sistem saraf dengan memblokir adenosin neurotransmitter penghambat, bahan kimia yang memberikan sinyal antara otak dan tubuh. Biasanya, adenosin ini akan membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan kesehatan otak dan membantu pelepasan neurotransmiter yang meningkatkan suasana hati, seperti dopamine dan serotonin. Secara umum, hal ini juga bisa membuatmu lebih berenergi dan meningkatkan memori jangka panjang.

Teh melati juga mengandung asam amino L-theanine, yang memicu pelepasan asam gamma-aminobutyric atau neurotransmiter penghambat yang dapat membuatmu merasa lebih santai.

Saat dikonsumsi secara bersamaan, L-theanine dan kafein ini akan meningkatkan fungsi otak secara lebih efektif.

Menurunkan risiko Alzheimer

Ternyata kandungan polifenol di dalam teh melati juga dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian, di mana teh melati yang terbuat dari teh hijau ini mengandung kadar antioksidan tinggi. Antioksidan ini dapat menetralisir kerusakan akibat radikal bebas, yang menjadi faktor utama perkembangan penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Antioksidan ini menghentikan protein di otak agar tidak menggumpal, sehingga mampu mengurangi risiko penyakit parkonson dan Alzheimer. Sebab, protein yang menggumpal dapat meningkatkan peradangan dan merusak saraf otak.

Lebih dari 5600 orang yang secara teratur minum teh melati, memiliki penurunan risiko penyakit Parkinson sebesar 15%. Sedangkan 52.500 orang yang mengonsumsi teh melati secara rutin, memiliki penurunan risiko gangguan otak sebesar 35%.

Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Diabetes tipe-2 merupakan tipe yang paling umum dan bisa terjadi ketika tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif. Insulin adalah hormon yang dapat membantu memindahkan gula dari darah ke dalam sel.

Teh melati yang terbuat dari teh hijau ini dapat menurunkan risiko diabetes tipe-2. Sebab mengandung plolifenol yang bisa membantu tubuh untuk menggunakan insulin secara lebih efektif dan mengurangi kadar gula darah.

Menurut penelitian, mengonsumsi teh melati secara signifikan dapat mengurangi kadar gula darah puasa dan insulin.

Mengurangi risiko kanker tertentu

Berkat kandungan antioksidan yang ada di dalam teh melati, hal ini kemungkinan bisa melawan sel kanker dalam tubuh. Senyawa polifenol ini mampu mengurangi ukuran tumor, merangsang kematian sel kanker, dan menekan pertumbuhan serta penyebaran sel kanker.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minum 10 cangkir teh setiap hari ditambah dengan ekstraknya dapat mengurangi kekambuhan sel kanker usus besar sebesar 51.6%. 

Selain itu dengan meminum teh secara rutin juga dikatikan dengan penurunan risiko kanker prostat dan kanker payudara.

Efek Samping Bunga Melati

Foto: www.rawpixel.com

Secara umum, olahan bunga melati yang berupa teh memiliki manfaat yang sangat sehat untuk tubuh. Meski begitu, kandungan kafein yang ada di dalamnya bisa menimbulkan efek samping bagi sebagian orang.

Ketika tubuh mendapatkan kadar kafein yang tinggi, biasanya akan muncul beberapa gejala seperti kecemasan, kegelisahan, kegugupan, dan masalah perut.

Selain itu, teh melati juga mengandung katekin yang dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan. Dalam jumlah yang tinggi, katekin dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi.

Kesimpulan

Foto: www.pexels.com

Olahan bunga melati yang berupa teh memiliki kandungan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan. Mulai dari menurunkan risiko penyakit jantung, penurunan risiko kanker, serta membantu penurunan berat badan.

Untungnya, kamu bisa mudah untuk menambahkan teh melati ke dalam pengaturan pola makan. Sehingga nantinya bisa mendapatkan dampak baik pada tubuh.