Baru Berolahraga Dan Mengalami Cedera Otot? Ini Cara Menanganinya Dengan Tepat

cedera otot
Foto: www.freepik.com

Ketika sedang berolahraga, cedera otot menjadi salah satu masalah paling umum yang bisa terjadi. Jika terjadi, hal ini pastinya dapat mengganggu aktivitas harian.

Oleh karenanya sangat disarankan untuk segera melakukan pencegahan atau penanganan dini agar hal tersebut tidak menimbulkan risiko kesehatan yang buruk.

Namun, apa sebenarnya cedera otot?

“Cedera otot atau yang biasa disebut dengan istilah muscle sprain adalah kondisi di mana jaringan otot atau tendon yang hampir atau telah mengalami kerobekan,” ujar Ulfie Andriani Alifqa, seorang APKI Certified Fitness Trainer dan Coach dari Total Fitcamp.

Apa Bedanya Nyeri Otot Biasa dengan Cedera Otot?

cedera otot
Foto: www.freepik.com

Meski sama-sama terasa nyeri, namun ternyata terdapat perbedaan antara nyeri otot biasa dengan cedera otot.

Menurut Coach Ulfie, “rasa sakit pada nyeri otot biasa umumnya masih bisa ditoleransi, dan ini biasa terjadi pada keesokan hari setelah melakukan olahraga yang disebut DOMS (delayed onset muscle soreness),” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ketika mengalami nyeri otot, maka kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus. Karena biasanya dalam waktu satu hingga lima hari, rasa nyeri tersebut akan hilang.

“Sedangkan pada cedera otot, rasa sakit tersebut akan sangat tajam dan cenderung tidak bisa tertahan, bahkan sampai kesulitan untuk bergerak normal. Biasanya cedera otot juga akan langsung terjadi ketika berolahraga atau sesaat setelah melakukan aktivitas fisik,” lanjutnya.

Apa Penyebab dan Gejala Cedera Otot?

Foto: www.canva.com

Ketika berolahraga, mungkin saja seseorang mengalami cedera pada jaringan otot atau tendon. Sehingga akan menimbulkan rasa nyeri yang sangat parah.

Penyebab dari cedera ini bisa terjadi karena otot yang belum siap dipakai secara mendadak ketika melakukan gerakan melompat atau berlari. Mungkin karena belum melakukan pemanasan dan peregangan dinamis, misalnya,” terang Coach Ulfie.

Umumnya, gejala dari cedera yang satu ini akan ditandai dalam beberapa hal, yakni:

  • Terasa sangat nyeri
  • Kehilangan kekuatan
  • Mengalami kekakuan atau tegang otot
  • Adanya keterbatasan lingkup gerak sendi, sehingga tidak lebih fleksibel atau lentur saat cedera berlangsung.

Bagaimana Cara Mengatasi Cedera Otot?

cedera otot
Foto: www.canva.com

Ketika sedang berolahraga dan merasakan adanya nyeri pada bagian otot, maka mungkin saja kamu mengalami cedera. Coach Ulfie menuturkan bahwa “cedera ini akan berbahaya apabila terjadi perubahan stuktur yang membuatnya menjadi bengkak dan terasa sangat nyeri,” ungkapnya.

“Namun jika cedera yang dialami pada bagian otot disebabkan oleh adanya benturan benda tumpul, maka tidak tergolong berbahaya,” lanjutnya.

Lantas, bagaimana cara untuk mengatasi cedera yang terjadi pada bagian tendon?

Ketika muncul bengkak dan rasa nyeri, maka terdapat pertolongan pertama yang bisa dilakukan sebelum pergi ke dokter ahli, di antaranya adalah:

  • Mencari sumber dari rasa sakit akibat cedera tersebut
  • Kompres bagian yang terkena cedera dengan menggunakan air dingin

Adakah Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Sedang Mengatasi Cedera?

Foto: www.freepik.com

Saat mengalami cedera di bagian tendon dan tengah melakukan pertolongan pertama, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh korban, yakni:

  • Jangan bergerak secara tiba-tiba
  • Perhatikan bagian tubuh yang bengkak, dan bandingkan dengan sisi tubuh lainnya
  • Pastikan korban atau penderita berada di tempat yang leluasa untuk bernapas.

“Sangat disarankan untuk melakukan pertolongan pertama sebagi upaya mengatasi cedera sesegera mungkin, setelah rasa sakit tersebut muncul,” tuturnya.

Sebab, jika tidak segera diatasi nantinya khawatir akan menimbulkan beberapa risiko yang berdampak buruk pada kesehatan.

Adakah Efek Samping dari Cedera yang Tidak Segera Diatasi?

cedera otot
Foto: www.pexels.com

Coach Ulfie kembali mengingatkan agar kita bisa segera melakukan pertolongan pertama saat mengalami cedera.

“Karena jika cedera tendon tidak segera diatasi, hal ini bisa memperburuk kondisinya dan berpotensi untuk memengaruhi bagian tubuh yang lain. Salah satu risiko yang bisa muncul adalah cedera berulang di tempat yang sama,” ujarnya.

Hal ini bisa terjadi karena penyembuhan cedera belum sempurna, atau akibat penanganan yang kurang tepat. Ketika efek samping tersebut muncul, maka disarankan agar segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

“Segera konsultasi ke dokter ahli atau fisioterapis. Jika sedang dalam program latihan dengan fitness trainer, sebaiknya libatkan fitness trainer dalam sesi konsultasi,” anjur Coach Ulfie.

Jangan lupa untuk membicarakan hal-hal apa saja yang harus dihindari saat masa penyembuhan cedera, serta jenis gerakan apa yang dapat membantu bagian cedera pulih pascapenyembuhan.

Bisakah Mencegah agar Tidak Mengalami Cedera Tendon?

Foto: www.canva.com

Coach Ulfie menuturkan bahwa secara umum, cedera sendiri tidak dapat dihindari. Akan tetapi terdapat cara untuk meminimalkan risikonya.

“Untuk kasus cedera otot, hal ini bisa dicegah dengan mempersiapkan tubuh sebelum memulai berolahraga. Yakni dengan melakukan peregangan dinamis atau menirukan gerakan latihan yang dimulai dari intensitas rendah terlebih dahulu,” anjurnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Meski ada risiko mengalami cedera, namun Coach Ulfie berpesan agar tidak takut untuk mulai berolahraga. Serta disarankan untuk mencoba mengenali kapasitas tubuh diri sendiri.

“Selain itu, pemilihan jenis olahraga juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Apalagi jika baru mau memulai rutin berolahraga atau baru kembali berolahraga setelah berhenti dalam waktu yang lama,” tutupnya.