FYI, Makanan yang Selalu Ada di Warteg Ini, Baik untuk Kesehatan Jantung

tahu sehat
Foto: www.gettyimages.com

Apakah menu di rumah akhir-akhir ini selalu tahu? Jika dihitung-hitung, paling tidak tiga kali seminggu, ada menu tahu di atas meja makan, entah itu tahu goreng, tahu sambal atau tahu semur. Berhubung sedang physical distancing dan social distancing, kamu mengurangi jadwal belanja. Alhasil, yah… menikmati bereksperimen dengan tahu. Eits, jangan kecil hati dulu. Pasalnya, sebuah penelitian baru menyimpulkan bahwa tahu bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

Studi yang diterbitkan di Circulation ini memberikan informasi lebih dalam tentang manfaat “isoflavones” bagi kesehatan. Isoflavones sendiri adalah tipe senyawa yang terdapat di dalam makanan dari tumbuhan, termasuk tahu.

Untuk mendapatkan kesimpulan ini, para ilmuwan mengambil data dari tiga studi yang berbeda yang melibatkan 168.474 perempuan dan 42.226 laki-laki. Setiap studi ini mengamati partisipan dalam lebih dari 20 tahun. Sebagai informasi, para partisipan ini tidak memiliki penyakit jantung atau kanker di awal penelitian. Dan setiap 2-4 tahun, para partisipan ini akan diminta untuk melengkapi survei nutrisi. Para peneliti juga mendapatkan informasi penyakit jantung dari catatan kesehatan atau surat kematian (jika ada yang meninggal karena penyakit jantung). Selain itu, para ilmuwan juga mempertimbangkan banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan jantung mereka.

Hasilnya? Pada dasarnya, asupan isoflavones yang lebih tinggi bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Manfaat ini bahkan sangat terlihat pada wanita sebelum menopause. Setelah menopause? Para peneliti menyimpulkan konsumsi tofu bisa bermanfaat bagi yang tidak menjalani terapi hormon.

Meski tahu dan kandungan isoflavones di dalamnya mengurangi risiko penyakit jantung, tetapi para ilmuwan belum bisa menjelaskan bagaimana hal ini bisa terjadi. Satu lagi: “terlepas dari penemuan ini, bukan berarti tahu adalah pil keajaiban. Diet berkualitas menjadi bagian penting, dan tahu bisa menjadi bagian dari diet yang sehat,” kata Dr. Qi Sun, profesor dari Harvard University dan penulis utama studi tersebut.

Jadi, masukkan tahu ke dalam menu harianmu, tapi tetap mengaplikasikan diet sehat plus olahraga dan tidur yang cukup.

podcast button