Kulit Memerah Setelah Pakai Skincare—Tanda Alergi Kulit? Ini Kata Ahli

alergi kulit
Foto: www.gettyimages.com

Mungkin kamu pernah mendapati kulit yang gatal, kemerahan, dan ruam setelah mengonsumsi jenis makanan atau produk kulit tertentu. Sebenarnya hal tersebut merupakan sebuah reaksi dari alergi kulit, yang mana bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk makanan. Lantas, apa saja penyebab alergi kulit? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Jangan khawatir, karena LIMONE telah menghubungi dr. Angel Benny Wisan, M.Kes, Sp.KK, Spesialis Kulit dan Kelamin dari RSUD Bali Mandara Denpasar yang akan membahas terkait penyebab dan cara mengatasi alergi pada kulit.

Apa Itu Alergi Kulit?

alergi kulit
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Angel,  “alergi kulit adalah kondisi di mana kulit terpapar oleh suatu pencetus yang akan menimbulkan reaksi hipersensitivitas pada kulit. Biasanya alergi kulit terjadi dalam kondisi ringan, namun ada juga kondisi yang bisa atau dapat membahayakan jiwa, misalnya alergi obat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seseorang dapat mengalami kondisi ini ketika terpapar oleh pemicu alergi atau pun dari faktor daya tahan tubuh yang sering menurun. “Serta juga orang tersebut memiliki riwayat alergi atau asma. Biasanya gejala alergi akan bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat. Contohnya seperti kemerahan, gatal, bengkak, terkelupas, bahkan hingga berbentuk lepuhan,” lanjutnya.

Apa Saja Jenis-jenis Alergi Kulit?

alergi kulit
Foto: www.freepik.com

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin ini menjabarkan bahwa terdapat empat macam jenis alergi dengan gejala yang berbeda-beda.

Alergi obat

Biasanya alergi karena obat akan memunculkan gejala seperti “bercak kemerahan, gatal, hingga disertai dengan kulit melepuh dalam kondisi yang berat,” ucapnya.

Dokter Angel menambahkan bahwa “reaksi alergi obat juga bisa membahayakan dan mengancam nyawa. Di mana dikenal sebagai reaksi anafilaksis, yaitu keadaan dimana alergi obat tidak hanya menyebabkan bercak merah, gatal, bengkak, namun terdapat sesak, pusing hingga pasien menjadi tidak sadar,” paparnya.

“Reaksi anafilaksis terjadi ketika reaksi alergi yang awalnya ringan, namun dalam waktu 30 menit menjadi bertambah parah sehingga obat antihistamin pun tidak membantu lagi. Oleh karena itu, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk segera diberikan pertolongan,” tambahnya.

Alergi makanan

Mungkin sebagian orang sering merasakan alergi terhadap makanan. “Biasanya gejala yang muncul itu gatal-gatal pada wajah atau seluruh tubuh maupun bagian tertentu. Serta disertai dengan bercak-bercak merah,” ujarnya.

Kebanyakan alergi makanan dapat disebabkan oleh susu sapi, kacang-kacangan, dan ikan laut.

Alergi kontak

Untuk alergi kontak biasanya tergantung dari lokasi tubuh yang terkena paparan alergen. “Kebanyakan alergi ini disebabkan oleh paparan terhadap zat atau bahan-bahan tertentu yang dapat memicu terjadinya reaksi hipersensitivitas berupa alergi pada kulit, sehingga kulit menjadi sensitif,  meradang bahkan terjadi iritasi,” tutur Dokter Angel.

Gejala dari alergi kontak di antaranya adalah kulit kering, merah, gatal, hingga terkelupas. Sementara untuk bahan pemicu alergi ini, biasanya “cairan chemical, detergen, alkohol, atau bahan lainnya yang bersifat iritan,” terangnya.

Alergi hirup

Selain itu, alergi juga bisa disebabkan karena alergen yang terhirup. Contoh dari pemicu alergi hirup di antaranya adalah debu, tungau, dan jamur.

Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Kulit?

Foto: www.freepik.com

Sebelum mengatasi alergi, tentu hal yang perlu dilakukan adalah mendiagnosa apakah yang dialami memang disebabkan karena alergi atau tidak. Untuk itu cara mendiagnosanya dapat ditandai dengan “munculnya rasa gatal, bercak merah panas, bersin, dan bengkak yang dapat muncul dalam beberapa saat atau menetap dalam waktu yang lama,” paparnya.

Selain itu, cara mendeteksi alergi juga bisa ditandai dengan adanya riwayat paparan terhadap alergen atau pemicu. Setelah mengetahui bahwa terpapar alergi, maka kini saatnya mengatasi alergi tersebut.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan dua cara, yakni

Menghindari faktor pencetusnya

Cara penting untuk mengatasi alergi tentu menghindari faktor pencetus yang bisa menimbulkan alergi. Misalnya seperti tidak memakan-makanan laut, menghindari terkena debu, tidak bersentuhan dengan bahan kimia, atau berhati-hati ketika mengonsumsi obat.

Memperbaiki daya tahan tubuh dan meningkatkan imunitas

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk mengatasi alergi adalah dengan memperbaiki daya tahan dan meningkatkan imunitas tubuh.

Hal ini bisa dilakukan “dengan rajin berolahraga, berjemur sinar matahari pagi hari sekitar 10-15 menit, mengonsumsi makanan yang bergizi dan banyak meminum air putih, menambahkan multivitamin yang dapat juga menaikkan imunitas tubuh, serta istirahat yang cukup,” sarannya.

Akan tetapi, Dokter Angel juga menyarankan untuk mengunjungi dan berkonsultasi dengan dokter ketika “gejala yang muncul pada kulit tidak kunjung membaik atau tidak berkurang lebih dari dua hari. Serta bila gejala dirasakan makin memberat, bahkan bila gejala alergi disertai keluhan sesak,” anjurnya.

Apakah Alergi Kulit Dapat Dicegah?

Foto: www.freepik.com

Untuk menghindari kulit yang terkena alergi, tentunya hal ini bisa dicegah. Hal ini dapat dilakukan “dengan menggunakan pelindung kulit jika memang pekerjaan sehari-hari harus terpapar dengan bahan pemicu alergi. Selain itu, jangan sembarangan mengonsumsi obat-obatan golongan antibiotik atau lainnya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter,” pesan Dokter Angel.

Tak hanya itu, alergi juga dapat dicegah dengan “melakukan tes alergi guna mengetahui alergen atau penyebab reaksi alergi. Serta dapat juga diukur kadar antibodi dalam darah yang lebih spesifik untuk beberapa alergen,” terangnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Alergi kulit memang bisa terjadi dengan kondisi yang ringan seperti gatal dan bercak kemerahan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini dapat berkembang menjadi kondisi yang berat. Untuk itu kamu bisa melakukan beberapa cara agar tidak memicu munculnya alergi, seperti:

  • Hindari pemicu alergi dan bahan-bahan pemicu alergi yang dapat berasal dari makanan berupa susu sapi, kacang-kacangan, ikan laut, dan dari alergen hirup seperti debu, tungau, serta jamur.
  • Menghindari hal-hal yang dapat memperburuk gejala.
  • Gunakan pakaian yang nyaman.
  • Wajib menjaga kebersihan kulit.