Yep, Stres Bisa Bikin Ubanan—Dan Ini Penjelasan Bagaimana Hal Itu Bisa Terjadi

stres menyebabkan ubanan
Foto: www.gettyimages.com

Rambut Marie Antoinette dan Sir Thomas More dikabarkan ubanan secara drastis sebelum malam mereka dieksekusi. Dan sering kali orangtua bilang anak membuat uban mereka bertambah banyak. Apakah benar stres menyebabkan ubanan? Penjelasan terbaru datang dari ilmuwan Harvard tidak hanya menemukan tentang stres menyebabkan ubanan, tapi juga bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Yep, ibarat cerita, ternyata ada plot yang menarik di balik kisah uban dan stres. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature ini menjelaskannya.

Bagaimana Stres Bisa Menyebabkan Rambut Abu-abu atau Putih?

Tidak hanya kamu, tapi ternyata para ilmuwan juga penasaran tentang bagaimana stres bisa menyebabkan ubanan.

“Setiap orang memiliki lelucon sendiri tentang bagaimana stres mempengaruhi tubuh mereka, terutama kulit dan rambut—satu-satunya jaringan yang bisa kita lihat dari luar,” kata Ya-Chieh Hsu, Ph.D, salah satu penulis studi tersebut. “Kami ingin mengerti jika koneksi ini ada benarnya.”

Dan untuk menemukan ini, para ilmuwan menggunakan tikus sebagai objek dan melalui banyak proses yang tidak sederhana. Pasalnya, mereka harus mempertimbangkan semua respon yang diberikan oleh tubuh saat kita stres, sebelum akhirnya mendapatkan kesimpulan. Para ilmuwan juga harus mengisolasi sistem yang menghubungkan rambut dengan stres.

Jadi, Apa Hasilnya?

Awalnya, mereka berhipotesa bahwa fenomena ini berhubungan dengan kortisol. Atau, kemungkinan besar stres menyerang imunitas sel-sel tubuh. Namun ternyata, kedua premis itu keliru.

“Menariknya ketika kami mengangkat kelenjar adrenal dari tikus sehingga mereka tidak bisa lagi memproduksi hormon-hormon sejenis kortisol, rambut mereka tetap berubah abu-abu saat stres,” jelas Hsu.

Jadi?

Setelah melakukan berbagai percobaan dan mengalami kesalahan, akhirnya para ilmuwan ini bisa menghubungkan rambut uban dengan sistem saraf simpatetik. Sistem ini mengontrol respon kita terhadap situasi stres. Pada situasi normal, sistem ini akan merilis sebuah senyawa kimia, yang ditangkap oleh sel-sel yang mengatur regenerasi warna.

Dan saat kita stres, proses kimia ini terjadi terlalu dini, yang menyebabkan persediaan senyawa pemberi warna terkuras.

“Setelah beberapa hari, semua batang sel yang meregenerasi pigmen ini hilang,” jelas Hsu. “Saat mereka sudah tidak ada, kamu tidak bisa lagi meregenerasi pigmen. Dan kerusakan ini bersifat permanen.”

Wow.

Menurut para ilmuwan ini, tujuan utama penelitian ini bukanlah mencari cara untuk memperbaiki kerusakan pada rambut kita akibat stres. Melainkan, studi ini ingin mengetahui implikasi stres pada jaringan tubuh; kerusakan internal yang bisa terjadi pada jaringan dan organ tubuh akibat stres.

“Penemuan kami, yang terlihat pada tikus, hanya merupakan awal dari perjalanan panjang untuk mencari intervensi pada manusias,” kata Hsu. “Penemuan ini memberikan penjelasan bagaimana stres bisa mempengaruhi bagian lain dari tubuh,” katanya pada BBC.

Tidak hanya stres menyebabkan ubanan, stres juga bisa menyebabkan jerawat—ini penjelasan dari seorang dermatolog. Salah satu cara mengurangi stres: hadirkan tanaman cantik ini di dalam rumah.

podcast button