Ini Jumlah Rasio Konsumsi Buah dan Sayur yang Ideal, kata Studi Baru

rasio jumlah sayur
Foto: www.freepik.com

Berapa jumlah buah dan sayuran yang kamu konsumsi setiap hari? Sama halnya dengan ada "pasangan ideal", ternyata ada juga yang namanya rasio jumlah sayur dan buah yang ideal.

Sebuah studi dari Harvard Medical School and Brigham and Women's Hospital di Boston yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Circulation menyatakan bahwa yep, ada rasio yang ideal.

Untuk mengetahui hal tersebut, tim peneliti menggunakan data dari 28 studi global. Termasuk dua studi yang masing melibatkan 100.000 orang dewasa, dan memiliki follow-up hingga 30 tahun.

Hasilnya? Hasil meta analisa menunjukkan bahwa, secara umum, mengonsumsi lima buah dan sayur setiap hari berkaitan dengan risiko mortalitas yang rendah. Namun usia terpanjang ditemukan pada partisipan yang menikmati rasio lima tersebut dan membaginya ke dalam: dua kali porsi buah dan tiga kali porsi sayur dalam satu hari.

Meski begitu, ada batasan yang harus diingat dari penelitian ini belum bisa membuktikan kaitan langsung sebab-akibat langsung antara memakan buah dan sayuran dengan risiko kematian dini.

Jadi seberapa banyak yang direkomendasikan oleh penelitian ini? Setidaknya setengah dari piring dipenuhi dengan buah dan sayuran di setiap jam makan.

Tidak hanya itu, studi ini juga membocorkan bahwa ada jenis buah dan sayuran yang dikaitkan dengan usia panjang.

"Kami juga menemukan bahwa tidak semua buah dan sayur menawarkan manfaat kesehatan yang sama," kata Dong D. Wang, M.D., Sc.D., salah satu peneliti. Apakah itu?

Makanan seperti polong-polongan, jagung, jus buah dan kentang, tidak dikaitkan dengan umur panjang. Sebaliknya, sayuran daun hijau dan kaya beta-carotene serta vitamin C memberikan manfaat umur panjang. Studi ini secara spesifik menyebutkan bayam, selada, kale, buah sitrus, beri, dan wortel.

Baca Juga :  Segala Manfaat Alpukat Bagi Kesehatan, Termasuk Kulit dan Berat Badan

Jadi itu ya, pastikan kamu mengonsumsi sayur dan buah dengan rasio jumlah sayur dan buah tadi. Jika kamu kesulitan untuk mengonsumsi sayur atau buah di siang atau malam hari, mungkin kamu bisa memasukkan makanan bergizi ini ke menu sarapan.