Siapa Orang Terbahagia di Dunia? Para Narsis.

Foto: www.shutterstock.com

Ini bukan Halloween trick, tapi sebuah hasil studi membuktikan: para narsis lebih bahagia daripada yang lain.

Hasil Ini Didapat Setelah…

“Studi ini memang ingin mencari tahu sebuah kontradiksi: jika tingkah laku kepribadian gelap [dark personality traits] memang beracun, mengapa mereka tetap ada dan bahkan cenderung semakin banyak di masyarakat modern,” kata Dr Kostas Papageorgiou dari Queen’s University Belfast, pemimpin penelitian seperti yang dilansir oleh Times.

Untuk itu para peneliti melakukan tiga studi, dan setiap studi melibatkan lebih dari 700 subjek. Ratusan subjek ini diminta untuk menyelesaikan sejumlah kuesioner. Ini untuk memetakan kepribadian mereka dan gejala-gejala depresi serta level kecemasan.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Personality and Individual Differences and European Psychiatry ini, kemudian mengkaji lebih dalam apa yang disebut oleh para psikologis sebagai “subklinikal narsisisme” atau “dark triad” yang mengacu pada sifat Machiavellianism, psikopati and narsisisme.

Jadi, Mengapa Para Narsistik Lebih Bahagia?

Jawaban singkatnya begini: tidak hanya memiliki sikap merasa diri penting, mereka juga mempunyai kekuatan mental yang mampu melindungi diri mereka dari depresi dan kecemasan berlebih.

Wow! Sikap para narsis mungkin bagi sebagian orang menyebalkan dan negatif, tapi hasilnya positif, ya.

Dan jangan salah, menurut Dr Papageorgiou setiap orang memiliki unsur narsisisme dalam dirinya. Hanya spektrumnya berbeda-beda; sejumlah orang memiliki skor yang lebih tinggi dibandingkan yang lain.

Nah, individual dengan rangking tinggi ini cenderung lebih berani mengambil risiko dan memiliki pandangan superior tidak realistis terhadap diri mereka sendiri. Singkat kata, mereka pede banget, tidak tahu malu dan tidak merasa bersalah. Namun, sifat-sifat itulah yang membuat mereka memiliki mental baja, tidak gampang mengalami stres dan depresi. Mereka juga cenderung lebih sukses di dalam karier dan kehidupan sosial. Hm…

Ohya, peneliti ini juga mengatakan bahwa dark personality traits “seharusnya tidak dilabeli sebagai sesuatu yang jelek atau baik tapi sebagai sebuah produk evolusi dan ekpresi sifat manusias yang bisa menguntungkan atau membahayakan, tergantung pada konteksnya.”

Adakah orang narsis di sekitarmu? Jika bingung mencari contoh, Donald Trump sepertinya adalah salah satunya! Dan ini adalah salah satu sikap yang membuat hidupmu kurang bahagia.

podcast button