Masih Relevankah Makan Malam Bersama Keluarga? Ini Kata Psikolog

makan malam untuk keluarga
Foto: www.freepik.com

Sebuah pertanyaan: seberapa sering kamu menghabiskan waktu makan malam untuk keluarga? Karena padatnya aktivitas yang dijalani, mungkin sebagian keluarga jarang melakukan kegiatan ini. Selain itu beberapa anak juga terkadang menganggap makan malam bersama merupakan hal yang menyebalkan karena merasa diinterogasi oleh orang tuanya.

Namun, apakah benar bahwa makan malam ini menjadi salah satu cara family time yang baik?

“Benar sekali. Kegiatan yang mengumpulkan keluarga dalam satu waktu bersama merupakan salah satu kegiatan yang dapat mempererat hubungan antar keluarga,” terang Wenny Aidina,S.Psi.,M.Psi., Psikolog.

“Karena pada dasarnya, makan malam biasanya dilakukan pada malam hari ketika seluruh anggota keluarga sudah pulang dari aktivitas luar rumah. Dan nantinya dapat berkumpul saat makan malam,” tambahnya.

Apa Manfaat dari Makan Malam untuk Keluarga?

makan malam untuk keluarga
Foto: www.freepik.com

Menurut Wenny, “makan malam keluarga dilakukan sebagai waktu khusus komunikasi antar keluarga. Dengan adanya agenda rutin yakni makan malam untuk keluarga, maka para anggota keluarga dapat menceritakan hal apa saja yang terjadi dan telah dilakukan, serta rencana yang akan dilakukan antar anggota keluarga,” terangnya.

Komunikasi ini nantinya akan membuat keluarga saling mengetahui apa yang telah terjadi di antara anggota dalam keluarga.

“Manfaatnya di antaranya adalah sebagai waktu untuk meng-update informasi antar anggota keluarga, sebagai wadah komunikasi antar anggota keluarga, sebagai media saling mendukung, dan sharing antar anggota keluarga,” papar Psikolog Klinis Anak yang satu ini.

Apakah Nantinya akan Berdampak pada Anak?

Foto: www.freepik.com

Owner dari Ritz Consultant Psikologi Aceh ini menjelaskan bahwa nantinya makan malam untuk keluarga ini akan sangat berdampak bagi buah hati.

“Anak yang mungkin telah berpisah atau tidak bertemu dengan orang tuanya dari pagi hingga sore hari. Dengan adanya makan malam, nantinya dapat saling cerita apa yang telah ia lakukan selama seharian. Manfaatnya adalah membangun kelekatan antar anak dan orang tua, membangun hubungan hangat antar anggota keluarga,” ungkapnya.

Namun, mengapa terkadang anak-anak merasa takut untuk makan malam bersama keluarga?

“Bisa jadi karena waktu selama makan malam dilakukan dengan rutinitas yang tidak menyenangkan. Misalnya menjadi waktu interogatif orang tua ke anak, sehingga buah hati pun tidak merasa nyaman melakukan makan malam bersama. Atau bisa juga karena adanya konflik antar anggota keluarga yang terjadi selama makan malam,” jawab Kalmselor Coordinator KALM ini.

Menurut Wenny, kejadian-kejadian tersebut membuat suasana makan malam menjadi tidak menyenangkan. Serta cenderung dihindari oleh anggota keluarga.

Apa yang Perlu Diperhatikan oleh Orang Tua Sewaktu Makan Malam?

makan malam untuk keluarga
Foto: www.canva.com

Terkadang orang tua akan menanyakan berbagai hal kepada anak saat makan malam. Kemungkinan itu menjadi salah satu momen yang kurang disukai oleh anak. Untuk itu, Wenny menyarankan sebagai orang tua kita tidak dianjurkan untuk melakukan interogasi sebagai cara berkomunikasi dengan anak.

“Tetapi dengan cara saling sharing, orang tua juga menceritakan apa yang ia lakukan sehingga nantinya dapat memancing anak untuk bercerita. Selain itu, dalam komunikasi bukan hanya diberikan pertanyaan yang mencecar anak, tetapi juga berikan dukungan dengan tidak menghakimi anak namun mengarahkan dan memvalidasi perasaan buah hati,” jelasnya.

Oleh karena itu, Psikolog Anak ini menambahkan bahwa makan malam jangan hanya dijadikan rutinitas saja, tanpa ada quality time di sana. Orang tua perlu membangun waktu yang menyenangkan selama malam untuk keluarga, sehingga seluruh anggota akan merasa nyaman dalam melakukannya.

“Selain itu, hadirkan pula variasi metode makan malam. Misalnya dengan sesekali makan di restoran atau di teras rumah. Sehingga variasi aktivitas tersebut dapat membuat berbagai waktu yang menyenangkan bersama anggota keluarga,” sarannya.

Apa Saja yang Perlu Dilakukan oleh Anak Saat Makan Malam?

Foto: www.freepik.com

Pada dasarnya, anak dapat memberikan kontribusi dengan “memberikan ide makan malam untuk keluarga. Atau bisa juga mengajukan ide aktivitas lain yang memungkinkan untuk dilakukan bersama. Hal ini bertujuan untuk membangun bonding antar anggota keluarga,” anjurnya.

Karena sesungguhnya, tidak ada waktu atau durasi khusus yang disarankan untuk makan malam. “Namun yang terpenting adalah kualitas yang terjadi selama aktivitas yang dilakukan bersama. Sehingga walau pun waktunya tidak lama, tetapi bisa memberikan makna. Serta seluruh anggota keluarga pun dapat mendapatkan dukungan antar sesama,” lanjutnya.

Bagaimana Jika Salah Satu Anggota Keluarga Tidak Senang Makan Malam Bersama?

Foto: www.canva.com

Mungkin tidak semua anggota keluarga merasa senang untuk makan malam bersama. Untuk itu, orang tua perlu “memberikan waktu untuk anggota keluarga tersebut menjalankan apa yang ia ingin sembari melakukan pendekatan agar mengetahui alasan atau hal yang membuatnya tidak nyaman selama melakukan makan malam bersama,” pesan Wenny.

“Orang tua perlu juga menghormati pilihan anak, namun juga perlu memberi batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya tidak apa-apa tidak selalu makan malam bersama, karena mungkin ia terkadang harus ada aktivitas lain yang sulit dihindari untuk bergabung. Namun komunikasi antar anggota keluarga perlu tetap terjaga walapun tidak dengan pertemuan bersama,” katanya

Sikap saling menghormati pilihan tersebut juga akan membuat anak tidak merasa tertekan dengan rutinitas makan bersama. Ia akan merasa bahwa makan bersama memang menjadi media berkumpul keluarga, bukan waktu interogratif antar anggota keluarga

Bagaimana dengan Keluarga yang Jarang Melakukan Makan Malam Bersama?

makan malam untuk keluarga
Foto: www.canva.com

Mungkin setelah disadari, terdapat beberapa keluarga yang jarang melakukan makan malam bersama. Apakah nantinya hal ini dapat berdampak pada hubungan dalam keluarga?

“Pada dasarnya, bukan jarang makan malam yang menjadi masalah ke depannya, tetapi tidak adanya waktu bersama antar anggota keluarga yang akan membuat keluarga tidak hangat dan tidak saling mengetahui kabar antar anggota keluarganya,” ungkap Psikolog Anak yang satu ini.

Oleh karena itu, “bila jarang adanya waktu berkumpul akan membuat kelekatan antar anggota keluarga merenggang dan komunikasi menjadi sulit dilakukan,” tambahnya.

Selain makan malam untuk keluarga, terdapat beberapa kegiatan lain yang bisa menjadi family time.

“Seperti misalnya dengan liburan keluarga bersama atau jalan-jalan saat akhir pekan bersama keluarga. Serta nonton bersama keluarga di rumah, membuat BBQ bersama keluarga, bermain board games bersama, dan hal lain yang dapat membangun bonding antar anggota keluarga,” tuturnya.

Kesimpulan

Foto: www.unsplash.com

Makan malam untuk keluarga sebaiknya bukan hanya menjadi rutinitas yang harus dilakukan. “Tetapi bisa menjadi media penghubung antar anggota keluarga, menjadi waktu saling sharing dan support, dan waktu untuk update informasi antar anggota keluarga,” ujar Wenny.

“Membangun waktu bersama bukan hanya dinilai dari seberapa banyak durasinya, tetapi seberapa kualitas waktu tersebut dapat membuat kehangatan dan kebersamaan antar anggota keluarga,” tutupnya.