Bisakah Hamil Di Luar Kandungan Dicegah? Ini Jawaban Dokter

hamil di luar kandungan
Foto: www.freepik.com

Pada kebanyakan orang, kehamilan menjadi kabar yang membahagiakan. Meski begitu, perlu waspada terhadap gangguan yang bisa dialami, salah satunya adalah hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait kondisi ini, LIMONE menghubungi dr. Adrian Goenawan, SpOG seorang Dokter Kebidanan dan Kandungan dari RS Hermina Ciledug, RS Aqidah, dan Klinik Kehamilan Sehat Karang Tengah, yang akan menjelaskan penyebab cara mengatasi hamil di luar kandungan.

Apa Itu Hamil di Luar Kandungan?

hamil di luar kandungan
Foto: www.canva.com

Dokter Adrian memaparkan bahwa pada umumnya ketika perempuan mengalami hamil, normalnya akan berada di dalam rongga rahim. “Akan tetapi ketika mengalami kondisi hamil di luar kandungan, maka artinya hamil yang terjadi di luar rongga rahim,” jelasnya saat dihubungi via Whatsapp.

Sebagian besar (95-97%) hamil di luar kandungan ini terjadi di saluran telur. Tetapi bisa juga terjadi di bagian lain di dalam rongga perut.

Apa Penyebab Terjadinya Kondisi Hamil di Luar Kandungan?

Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, penyebab kondisi hamil di luar kandungan secara langsung belum dapat diketahui secara pasti, karena pada setiap pasien akan berbeda-beda.

“Tetapi terdapat beberapa faktor risiko terjadinya kondisi yang satu ini, seperti riwayat operasi di saluran telur, infeksi di saluran telur, atau infeksi radang panggul. Selain itu, bisa juga disebabkan karena infeksi genitalia bagian bawah dan kebiasaan merokok,” tuturnya.

Lantas, berbahayakah kondisi ini?

“Hamil yang terjadi di luar kandungan termasuk kasus emergency. Artinya bila ditemukan maka sebaiknya ditangani secepatnya, karena jika kehamilan tersebut pecah maka dapat menyebabkan perdarahan hebat di dalam rongga perut,” jawab Dokter Adrian.

Bagaimana Gejala Hamil di Luar Kandungan?

hamil di luar kandungan
Foto: www.freepik.com

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan ini menjelaskan bahwa gejala dari kondisi ini sangat bervariasi. “Hal pertama yang harus didiagnosis adalah memastikan bahwa pasien tersebut dalam keadaan hamil atau tidak, maka perlu dilakukan tes kehamilan,” tuturnya.

“Kalau memang positif, maka langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah mengalami nyeri perut pada satu atau dua sisi perut bawah. Atau juga pada seluruh lapang perut,” katanya.

“Selanjutnya periksa juga perdarahan dari jalan lahir yang mana biasanya tidak terlalu banyak. Namun jika perdarahan yang terjadi sangat parah maka bisa menyebabkan pucat dan pingsan,” lanjutnya.

Mungkinkah Bisa Melahirkan Bayi dengan Selamat Saat Mengalami Hamil di Luar Kandungan?

Foto: www.xframe.io

Menurut Dokter Adrian, “hampir semua kehamilan di luar kandungan akan menimbulkan gejala yang cukup parah di awal kehamilan. Sehingga biasanya kehamilan tersebut sudah tidak berlanjut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasangan Mengalami Impotensi? Ini Yang Secepatnya Harus Dilakukan

“Akan tetapi ada beberapa kasus langka, seperti hamil di dinding otot rahim (bukan rongga rahim), atau pun kehamilan di dalam rongga perut yang akhirnya dapat berlanjut hingga cukup besar,” imbuhnya.

Oleh karenanya, penting untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dengan dokter kandungan. Sebab kehamilan di luar kandungan biasanya akan diketahui dari pemeriksaan rutin.

Sehingga ketika seorang perempuan mengetahui bahwa dirinya tengah hamil, sebaiknya segera memeriksakan kandungannya.

Bagaimana Menangani Gangguan Kehamilan di Luar Kandungan?

hamil di luar kandungan
Foto: www.freepik.com

Pada dasarnya, hamil yang terjadi di luar kandungan dapat diketahui dengan kombinasi yang baik antara anamnesis atau wawancara klinis tenaga kesehatan dan pasien, pemeriksaan fisik, cek laboratorium, dan USG.

“Bahkan jika diperlukan maka dilakukan laparoskopi atau tindakan diagnostik dan kuratif dengan menggunakan kamera yang dimasukkan ke dalam rongga perut,” terang Dokter Adrian.

Untuk menanganinya gangguan kehamilan yang satu ini, maka akan bergantung dari kondisi kehamilan tersebut saat didiagnosis.

“Jika kehamilannya belum pecah atau bermasalah sampai perlu dilakukan operasi, maka bisa diberikan obat-obatan. Akan tetapi biasanya pasien datang saat kandungannya telah bermasalah, sehingga sebagian besar menanganinya dengan melakukan operasi,” jelasnya.

Adakah Dampak yang Ditimbulkan Saat Kondisi Ini Dibiarkan?

Foto: www.canva.com

Ketika kehamilan di luar kandungan dibiarkan, maka hal tersebut akan berdampak pada ibu maupun janin.

“Dampak pada ibu, pastinya akan sangat tidak baik. Yakni bisa terjadi perdarahan yang sangat hebat di dalam rongga perut, sampai akhirnya perempuan tersebut bisa kekurangan darah, syok, bahkan hingga menyebabkan kematian,” ungkapnya.

Sedangkan pada janin itu sendiri, dampak yang ditimbulkan pun akan kurang baik.

“Karena kantong kehamilannya pecah, biasanya janin tidak akan berkembang dan meninggal di awal, kecuali pada kasus langka yang kehamilan tersebut bisa berlanjut hingga cukup besar,” imbuhnya.

Bisakah Kembali Mengalami Kondisi Ini di Kehamilan Selanjutnya?

hamil di luar kandungan
Foto: www.freepik.com

Dokter Adrian menjelaskan bahwa secara teori, kehamilan di luar kandungan yang terjadi sebelumnya dapat menjadi faktor risiko yang menyebabkan peristiwa serupa di kehamilan selanjutnya.

“Tetapi menurut saya, ini bisa terjadi karena faktor risiko lainnya masih ada di tubuh perempuan tersebut. Sehingga bisa menyebabkan kembali terjadinya kehamilan di luar kandungan,” ujarnya.

Lantas, apakah bisa mencegah hamil di luar kandungan?

“Untuk pencegahan, sebaiknya dilakukan dengan menghindari faktor risiko seperti riwayat operasi di saluran telur, infeksi di saluran telur atau infeksi radang panggul, infeksi genitalia bagian bawah, dan kebiasaan merokok,” jawabnya.

“Kemudian jika sudah mengetahui dirinya tengah hamil, sebaiknya sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter,” imbuhnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Pada dasarnya, kehamilan di luar kandungan merupakan suatu kasus emergency karena dapat menyebabkan kematian. Sehingga Dokter Adrian menyarankan agar tidak menganggapnya sepele.

“Jika sudah mengetahui bahwa dirinya tengah hamil, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter,” sarannya.

Baca Juga :  Berbahayakah Haid Yang Sedikit? Ini Penjelasan Dari Dokter