Butuh Pencerahan: Bagaimana Sebenarnya Cara Menghilangkan Jerawat Batu?

cara menghilangkan jerawat batu
Foto: www.stocksy.com

Kamu sudah belajar tentang jerawat pasir dan cara mengatasinya. Namun jika mau jujur, sebenarnya ada jerawat batu juga di wajah kamu. Argh, terkadang hidup memang penuh dengan berkat dan jerawat. Bagaimana cara menghilangkan jerawat batu? Untuk menghindari stres yang bisa semakin memperparah jerawat, LIMONE menghubungi dr. Astrid Laurentia, M.Kes., Sp.KK, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin di Alfa Farma Skin Clinic dan RS St. Anna Kendari, anggota IDI dan anggota PERDOSKI Makassar.

Bagaimana cara menghilangkan jerawat batu? Baca penjelasan lengkap di bawah ini untuk menemukan jawabannya.

Apa Itu Jerawat Batu?

cara menghilangkan jerawat batu
Foto: www.freepik.com

“Jerawat batu adalah jerawat berat yang merah meradang dan terasa mengeras seperti batu,” jelasnya kepada LIMONE. Ah, inilah sebabnya sering disebut ‘jerawat batu’.

Lebih dalam Dokter Astrid menerangkan bahwa jerawat batu ini sering dijumpai pada akne nodulokistik dan akne konglobata. “Pada akne nodulikistik kita menemukan bentol yang besar (nodul) dan mempunyai kantong berisi nanah di bawah kulit. Sementara pada akne konglobata merupakan jenis jerawat campuran yang terdiri dari jerawat batu, komedo, bintik merah atau papul, bintik bernanah atau pustul, serta bopeng bekas jerawat,” imbuhnya.

Menurutnya, pasien yang berjerawat batu tidak hanya mempunyai jerawat yang merah, meradang tapi juga komedo hitam, komedo putih serta nodul (benjolan jerawat merah meradang disertai rasa nyeri.

Dan yang membedakan jerawat ini dengan jerawat lain adalah “adalah rasa nyeri, sedikit panas dan sering dijumpai sensai gatal pada wajah atau bahkan dada dan punggung seseorang,” terangnya.

Apa Penyebab Jerawat Batu?

cara menghilangkan jerawat batu
Foto: www.unsplash.com

Oh, apa penyebab jerawat batu?

“Penyebab jerawat batu sama dengan jerawat pada umumnya. Jerawat berawal dari kelenjar minyak yang mengalami peradangan, akumulasi bakteri sampai terjadinya jerawat. Penyumbatan pori ini menyebabkan kreatin, minyak dan bakteri berkumul di sekitar pori sehingga terjadilah mikrokomedo. Komedo ini akan mengalami peradangan sehingga jerawat terlihat bentol dan membesar atau sering disebut jerawat batu,” paparnya.

Selain itu, “jerawat batu sering terjadi akibat rangsangan mekanik atau gesekan berulang dari tangan seseorang yang tidak bisa berhenti memegang wajahnya,” jawabnya. Aha, jari-jari kita memang ibarat besi yang ditarik oleh magnet bernama jerawat.

Dokter Astrid mengatakan bahwa jerawat batu juga bisa disebabkan karena banyak faktor lain. Sebut saja:

  • faktor genetik (keturunan)
  • bakteri (Propionibacterium acnes)
  • gangguan hormonal
  • pola diet atau makanan
  • penggunaan kosmetik yang mengandung baham berbahaya seperti merkuri
  • cuaca panas dan lembap
  • serta stres yang berkepanjangan

Tentang faktor genetik, Dokter Astrid menambahkan bahwa setiap orang mempunyai tipe kulit masing-masing dan memiliki bawaannya (genetik). itulah sebabnya, “untuk mereka yang memiliki tipe kulit berminyak cenderung akan lebih mudah berjerawat dibanding mereka yang memiliki kulit normal atau kering,” imbuhnya.

Sementara perihal hormon, dia mengatakan bahwa hormon androgen adalah hormon yang paling berperan dalam pembentukan terjadinya jerawat. “Hormon androgen seperti Dehidroepiandrostenedion (DHEAS) yang berubah menjadi Dehidrotestoteron (DHT) merupakan salah satu prediksi jerawat batu yang membandel. Maka dari itu, tidaklah mengherankan stres, premenstruasi, obat KB, kehamilan, orang dengan gangguan hormonal (seperti polikistik ovarii sindrom) dapat menimbulkan jerawat,” tegasnya.

Di samping itu, makanan juga memegang peran penting.

“Pola diet atau makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi seperti (dairy product) yaitu susu, mentega, keju, yoghurt dapat mencetuskan timbulnya jerawat,” tambahnya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat Batu?

Foto: www.freepik.com

Ibarat cinta pertama, jerawat batu sulit hilang meski kamu sudah mencoba berbagai produk yang menjanjikan ‘jerawat akan hilang seketika.’

Bagaimana sebenarnya cara mengatasi jerawat batu? Oh, pertanyaan paling penting: adakah cara menghilangkan jerawat batu?

Berita baik: jerawat batu bisa diatasi. Oh, yeah!

“Pada kasus jerawat batu yang parah, pasien butuh menjalani terapi minimal tiga bulan bahkan lebih dari waktu itu,” terangnya. “Dan 40% pasien membutuhkan penanganan medis baik yang dioles maupun untuk diminum,” tambahnya.

Menurutnya, pengobatan jerawat meliputi kombinasi krim yang dioles, obat minum seperti antimikroba, retionid dan obat hormonal. “Laser dan tindakan chemical peeling serta terapi sinar juga dapat digunakan sebagai tambahan pengobatan,” tuturnya.

Namun, ada kunci sukses untuk menghilangkan jerawat batu: keberhasilan teknologi terapi dan obat yang diberikan oleh dokter sangat tergantung pada peran serta kamu (iya, kamu yang sedang membaca artikel ini).

“Pasien ikut berperan dalam pengobatan jerawat batu karena diperlukan konsistensi, kesabaran serta kepatuhan dalam berobat ke dokter,” tegasnya.

Dan saat kamu sedang menjalani sebuah metode pengobatan tertentu untuk mengatasi jerawat, “sebaiknya jangan mencampur pengobatan dokter dengan produk lain,” anjurnya.

Jika kamu ingin menambahkan sesuatu, “diskusikan terlebih dahulu dengan dokter, dengan datang ke tempat praktiknya, atau bisa juga dengan melakukan teledermatologi atau konsultasi online,” sarannya.

Perjuanganmu tidak hanya sampai di sini. Saat jerawat batu sudah sembuh atau sudah melalui fase pengobatan, “langkah berikutnya adalah menjaga atau masuk ke dalam fase perawatan yaitu menghilangkan bekas jerawat,” terangnya.

Bekas jerawat ini dapat berupa bekas cokelat, bekas jerawat kemerahan atau bopeng/skar jerawat yang sangat mengganggu. “Masing-masing bekas jerawat batu ini dapat diperbaiki dengan penggunaan krim serta tindakan yang tepat. Tindakannya tergantung dari jenis bekas jerawatnya. Dapat berupa chemical peeling, laser CO2, laser Erbium, microneedling radio frequency, dermal pen, laser Nd:YAG yang dapat dikombinasi dengan filler,” terangnya. Untuk mencari tahu metode pengobatan yang tepat, silakan diskusikan pada dokter kulit.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Intinya, jika kamu memiliki jerawat batu, konsultasikan kepada dokter kulit.

Selain itu, yang terbaik adalah mencegah jerawat batu muncul. Menurut Dokter Astrid, untuk menghindari risiko memiliki jerawat batu adalah dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menjaga pola hidup sehat.
  • Hindari stres.
  • Jaga kebersihan wajah dengan mencuci wajah dua kali sehari karena keringat, debu, polusi dan kotoran memicu jerawat.
  • Hilangkan kebiasaan memegang wajah, “karena tangan yang kotor akan menambah bakteri di wajah sehingga jerawat akan bertambah banyak,” terangnya.
  • Jangan memencet atau mencongkel jerawat karena akan membuat meradang makin parah, membuat jerawat tambah besar, menimbulkan infeksi dan berisiko menjadi bopeng.
  • Pakai makeup minimalis. “Jangan menumpuk primer, foundation atau bb cream, dan pilihlah bedak tabur agar tidak menyumbat pori-pori,” sarannya.
  • Tidur yang cukup. Karena pola tidur yang tidak sehat seperti begadang bisa menyebabkan perubahan hormonal.
  • Miliki pola makan sehat.

“Yang perlu diingat apabila wajah sudah baik, tetap merawat wajah untuk mengontrol minyak untuk mencegah sumbatan pada pori-pori. Banyak pasien tidak melakukan fase ini karena merasa sudah aman. Padahal yang paling penting adalah mencegah jerawat,” tegasnya.

Selanjutnya: Ini alasan mengapa pandemi membuat jerawat semakin banyak. Dan saat teman memiliki masalah jerawat, mengeluarkan komentar-komentar ini malah akan membuatnya minder.

podcast button