Bingung Memilih Produk Penghilang Bekas Jerawat? Ini Kata Dermatolog

penghilang bekas jerawat
Foto: www.freepik.com

Memiliki jerawat yang membandel memang membuat bisa membuat kita kurang percaya diri. Belum lagi jika terdapat bekas jerawat yang sangat sulit untuk dihilangkan. Untuk itu, beragam cara pun dilakukan demi mengatasi masalah kulit yang satu ini, termasuk menggunakan produk penghilang bekas jerawat.

Simak penjelasan dari dr. Rahma Evasari, SpDV, Spesialis Dermatologi dan Venereologi dari RSIA Tambak, ZAP Premiere Kemang, dan Skin 3 Clinic yang akan membahas terkait cara memilih produk penghilang bekas jerawat.

Apa Itu Jerawat?

penghilang bekas jerawat
Foto: www.freepik.com

“Jerawat secara umum adalah peradangan yang berkepanjangan pada folikel rambut dengan berbagai penyebab. Istilah medisnya adalah acne vulgaris. Keparahan jerawat sendiri dibagi tiga yakni ringan, sedang, dan berat. Serta dengan pengobatan yang berbeda pada tiap tingkat keparahan,” jelas Dokter Rahma.

Secara umum, terdapat beberapa penyebab yang dapat memicu munculnya jerawat, yakni:

  • Hiperkeratinisasi folikular atau menumpuknya sel-sel kulit mati
  • Produksi sebum atau minyak yang berlebih
  • Bakteri penyebab jerawat
  • Inflamasi atau peradangan secara terus-menerus

“Selain itu kondisi yang dapat memengaruhi timbulnya jerawat adalah stres dan gangguan hormonal. Serta mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung susu, gula, tepung-tepungan secara berlebihan, dan tidur yang terlalu larut,” terangnya.

Apakah Jerawat Merupakan Kondisi yang Berbahaya?

Foto: www.pexels.com

Pada dasarnya, jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling umum. “Hampir 90% orang pernah berjerawat selama hidupnya. Umumnya jerawat terjadi di masa remaja dan dewasa muda, namun akan mengganggu bila terus muncul dan memberat seiring pertambahan usia,” ungkapnya.

Selain itu, Dokter Rahma menambahkan bahwa “seseorang bisa saja tetap berjerawat di usia 20-an, 30-an, bahkan 40-an. Umumnya jerawat tidak berbahaya, namun bila berkepanjangan dan mengganggu, maka sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat,” sarannya.

Apakah ada dampak yang terjadi ketika munculnya jerawat pada wajah? “Dampak munculnya jerawat dapat bervariasi. Mulai dari rasa percaya diri yang terganggu, rasa gatal, hingga dapat mengganggu fungsi sosial atau kehidupan sehari-hari. Selain itu, kebanyakan jerawat akan meninggalkan bekas atau bopeng yang perlu penanganan serius dan membutuhkan waktu lama,” paparnya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya?

penghilang bekas jerawat
Foto: www.freepik.com

Terdapat beberapa cara untuk menghilangkan jerawat dengan benar menurut Dokter Rahma, yakni “dengan mengatasi penyebabnya hingga benar-benar terkontrol. Gunakan produk perawatan kulit yang baik dan tepat, obat jerawat yang ampuh dan sesuai, serta perbaikan gaya hidup yang sehat,” tuturnya.

Sementara untuk penghilang bekas jerawat maka dapat dilakukan beberapa cara, yakni “pastikan jerawat benar-benar sudah teratasi dan terkontrol. Karena bila fokus mengobati bekas-bekasnya saja tanpa mengatasi jerawat yang aktif, pasti akan muncul jerawat lagi,” katanya.

Sehingga, “hal inilah yang akan membuat pasien dengan jerawat frustrasi, apalagi yang mengobati jerawatnya sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Selain itu, akan jatuh dalam ‘lingkaran setan’ yang akan membuat frustrasi sendiri,” imbuhnya.

Bagaimana Memilih Produk Perawatan untuk Penghilang Bekas Jerawat?

penghilang bekas jerawat
Foto: www.xframe.io

Sesungguhnya bekas jerawat terbagi menjadi dua bagian besar, yakni bekas berwarna yaitu merah atau gelap (hitam dan cokelat) dan bekas bopeng atau skar jerawat dan perubahan tekstur kulit yang menjadi tidak rata.

Bekas jerawat berwarna gelap

“Untuk bekas warna, terutama yang bekas warna gelap (hitam atau coklat) atau dikenal dengan hiperpigmentasi pasca inflamasi (HPI), umumnya lebih mudah hilang dibandingkan dengan bekas warna merah,” ujarnya.

Selain itu, “pilihan produk perawatan kulit tentunya juga harus melibatkan tabir surya yang baik untuk mencegah menggelapnya bekas jerawat, serta produk perawatan kulit yang sesuai dan dapat mencerahkan bekas jerawat tersebut. Contoh bahan aktif yang dapat dicari dan dijual bebas adalah niacinamide, arbutin, kojic acid, azaleic acid, dan vitamin C,” jelas Dokter Rahma.

Bekas jerawat berwarna merah

Sementara untuk bekas jerawat memerah atau yang sering dikenal dengan eritema pasca akne (EPA) atau Post Inflammatory Erythema (PIE) adalah “bekas kemerahan atau keunguan dari membesarnya pembuluh darah akibat inflamasi,” ungkapnya.

“Kemerahan atau keunguan yang tampak merupakan hasil dari pembesaran pada pembuluh darah yang berada dekat dengan permukaan kulit, sehingga tampak sebagai noda kemerahan. Inflamasi dapat terjadi terutama karena jerawat yang meradang, memencet jerawat, dan paparan sinar matahari,” terangnya.

Berbeda dengan pigmentasi pada HPI, maka kamu tidak mungkin bisa ‘mengelupas’ sel-sel kulit agar pembuluh darah tampak memudar. “Bahkan, proses-proses untuk mempercepat pergantian sel-sel kulit yang dapat membantu HPI, justru akan berpotensi membuat kulit mengalami iritasi dan semakin sensitif. Dan malah dapat memperburuk kondisi EPA,” katanya.

“Solusinya adalah perawatan khusus dengan bantuan laser yang spesifik ditujukan untuk pembuluh darah, misalnya laser Pro Yellow, V-Beam, ataupun Long Pulsed Nd:YAG. Namun, untuk mengurangi kemerahan pada kulit, jany bisa menggunakan produk yang bersifat soothing dan calming, serta jangan lupa untuk menggunakan tabir surya yang tepat,” sarannya.

Bekas jerawat bopeng

“Sedangkan untuk bekas jerawat berupa skar atau bopeng yang melibatkan perubahan tekstur, sayangnya tidak bisa dilakukan dengan perawatan di rumah. Maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat,” anjur Dokter Rahma.

Ketika telah melakukan berbagai cara penghilang bekas jerawat, namun hasilnya tidak maksimal, “mungkin kamu perlu bantuan tenaga yang lebih kompeten yaitu dokter spesialis kulit dan kelamin. Terutama untuk bekas bopeng,” terangnya.

“Pilihan terapi yang dapat dilakukan adalah mikrodermabrasi atau dermabrasi, bedah kulit, chemical peeling, laser, filler, subsisi, atau microneedling. Untuk mengetahui tindakan apa yang paling sesuai baiknya diskusikan bersama dengan dokter kulitmu, ya,” imbuhnya.

Bisakah Menghilangkan Jerawat dengan Waktu yang Singkat?

Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Rahma, “tergantung bekas yang mana. Secara umum pergantian kulit yang sehat terjadi setiap 28 hari sekali. Untuk itu bila ingin menghilangkan jerawat dan/atau bekas jerawat sebaiknya menunggu hasil dari pemakaian obat atau produk perawatan kulit hingga 4-6 minggu,” ujarnya.

“Jangan tergiur dengan janji dari produk atau treatment yang menjanjikan menghilangkan keluhan kulit dalam waktu singkat. Karena dikhawatirkan keluhan kulit akan muncul kembali atau bahkan lebih berat dari sebelumnya,” lanjutnya.

Lantas, apa yang perlu diperhatikan untuk penghilang bekas jerawat?

Pastikan jerawat yang kamu miliki sudah benar-benar hilang dan sudah memiliki produk perawatan kulit yang baik. Serta mengubah gaya hidup menjadi sehat. Bila tidak, maka kamu akan terjebak dalam ‘lingkaran setan’ yang membuat frustrasi,” jawabnya.

Kesimpulan

Foto: www.xframe.io

Dokter Rahma menuturkan bahwa “kulit yang sehat adalah cerminan dari tubuh yang sehat. Untuk memiliki kulit sehat dan bebas jerawat, maka harus berkomitmen jangka panjang untuk mengubah gaya hidup menjadi sehat supaya jerawat tidak kembali,” ujarnya.

Bila memiliki bekas jerawat, “pastikan memiliki produk perawatan kulit yang sesuai, kesabaran, dan komitmen tinggi untuk mencapai kulit sehat bebas bekas jerawat,” lanjutnya.

Namun, “seandainya sudah mencoba segala perawatan di rumah namun tidak memberikan hasil yang maksimal. Atau ad acara dan kepentingan khusus yang mengharuskan bekas jerawat sesegera mungkin hilang, baiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin,” sarannya.