Ternyata, Pasangan yang Sudah Lama Bareng Bisa Saling Memengaruhi Tujuan Hidup Masing-Masing

pasangan yang sudah berhubungan lama
Foto: www.stocksy.com

Setelah sekian lama berhubungan, ada masanya pasangan dibilang “ih, mukanya makin mirip”, ya. Atau kamu menjadi menyukai sesuatu yang dulu kamu anggap hina, karena pasanganmu menyukainya. Dan ternyata tidak hanya sebatas kemiripan atau kesukaan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Gerontology menemukan bahwa pasangan yang sudah berhubungan lama cenderung saling mengadopsi tujuan hidup dan ketidaksukaan masing-masing.

Untuk mendapatkan kesimpulan ini, para peneliti meriset 450 pasangan heteroseksual yang sudah bersama sekitar 10 tahun. Para individu diminta untuk menuliskan apakah mereka cenderung mencoba menghindari konflik atau berbagi pengalaman berharga dengan pasangannya pada hari itu. Pengamatan ini dilakukan selama 10 hingga 12 bulan secara sporadik.

Setelah pasangan melaporkan tujuan mereka untuk hari tertentu, para peneliti menganalisa apakah hal tersebut memengaruhi ambisi pasangannya.

Hasilnya? Jawaban satu pihak biasanya memengaruhi pasangannya. Ketika seseorang menghindari konflik, pasangannya akan mencoba melakukan hal yang sama. Hal yang sama berlaku juga ketika satu pihak ingin berkomunikasi, semakin bertumbuh, atau berbagi momen penting, maka pasangannya ingin meniru.

Meski begitu, bukan berarti hal ini terjadi begitu saja. Faktanya, menurut studi ini, mayoritas pasangan membutuhkan waktu berhari-hari atau berbulan-bulan untuk mengadopsi cita-cita pasangannya. “Ini bisa jadi merupakan mekanisme adaptif untuk menjaga kestabilan hubungan,” kata Jana Nikitin, Ph.D, peneliti dari Universitas Basel, Fakultas Psikologi.

Dengan kata lain, seseorang biasanya menunggu dan melihat seberapa serius cita-cita pasangannya itu sebelum memberi dukungan. Saat terlihat bahwa pasangan benar-benar teguh dengan cita-citanya tersebut, pasangannya akan memberikan bantuan dan dukungan agar ambisinya tercapai.

Kesimpulannya, pasangan yang sudah lama bersama, entah itu 10 tahun atau lebih, biasanya cenderung mengadopsi kesukaan dan tujuan masing-masing, dan menghindari hal yang sama. Apakah ini adalah produk dari waktu, cinta, atau kombinasi keduanya? Hanya Tuhan yang tahu. Yang pasti, studi ini menunjukkan bahwa pasangan romantis bisa saling mempengaruhi, dari hal kecil sampai besar.

Selanjutnya: Kapankah pasangan layak diberikan kesempatan kedua? Ini kata psikolog.

podcast button