Mengapa Seseorang Melakukan Pansos? Ini Kata Psikolog

arti pansos
Foto: www.gettyimages.com

Jika kamu aktif di dunia media sosial, kemungkinan besar tidak asing lagi dengan istilah "pansos" atau panjat sosial. Sering kali perilaku tersebut juga dinilai sebagai hal yang negatif oleh kebanyakan orang. Namun sebenarnya, apa itu arti pansos dan mengapa banyak orang melakukannya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, LIMONE telah menghubungi Kurniasih, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Hermina, Clarity Psychology Center, dan Human Care Consulting, yang akan menjelaskan terkait arti pansos dan penyebabnya.

Apa Arti Pansos?

arti pansos
Foto: www.canva.com

Kurniasih menjelaskan bahwa menurut KBBI, arti pansos atau panjat sosial adalah usaha yang dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang memiliki status sosial tinggi. "Hal ini dilakukan dengan cara mengunggah foto, tulisan, dan lainnya di media sosial,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa “secara sederhana, arti pansos diartikan sebagai upaya untuk menampilkan diri sebagai pribadi dengan status sosial yang lebih tinggi dari status sosial sebenarnya, melalui media sosial,” katanya.

Apakah sama maknanya dengan mencari perhatian? “Dibanding dengan mencari perhatian, arti pansos sesungguhnya lebih tepat jika disebut dengan mencari pengakuan atau penghargaan dari orang lain,” jawabnya.

“Karena mencari perhatian biasanya fokus pada kebutuhan ingin diperhatikan, namun pansos memiliki motif lebih pada diakui oleh orang lain. Meskipun cara yang digunakan bisa saja sama, namun tujuannya yang berbeda,” lanjut Kurniasih.

Panjat sosial ini sering kali dipandang sebagai perilaku yang negatif. Menurut Kurniasih, hal ini disebabkan “karena biasanya upaya untuk tampil sebagai seseorang yang memiliki status sosial yang tinggi, disertai dengan usaha-usaha yang negatif,” paparnya.

Seperti misalnya “melalui skandal, gosip, memanfaatkan ketenaran orang lain, dan cara-cara negatif lainnya. Akibatnya, masyarakat lebih sering melihat pansos berhubungan dengan hal yang kurang baik,” lanjutnya.

Mengapa Seseorang Bisa Melakukan Panjat Sosial?

Foto: www.rawpixel.com

Terdapat beberapa penyebab dan alasan mengapa seseorang berperilaku panjat sosial, di antaranya adalah:

Adanya kebutuhan terkait pengakuan dari orang lain

Penyebab seseorang berperilaku pansos yang pertama, yaitu “adanya kebutuhan akan pengakuan dari orang lain. Menurut Maslow, seorang pelopor psikologi humanistik, perilaku individu digerakkan berdasarkan kebutuhannya. Kebutuhan yang tidak terpenuhi membuat individu mengarahkan hidupnya pada aktivitas pemenuhan kebutuhan tersebut,” terangnya.

“Maslow merumuskan buah pemikirannya tersebut dalam teori Hierarchy of Needs. Jika kebutuhan pada level dasar sudah terpenuhi, maka kebutuhan kita akan naik ke level selanjutnya. Dan salah satu dari kebutuhan tersebut adalah esteem needs, yaitu kebutuhan akan harga diri, pengakuan, dan pujian dari orang lain,” lanjutnya.

Adanya kebutuhan inilah yang membuat seseorang melakukan pansos dengan cara yang negatif.

Perkembangan media sosial

Menurut Kurniasih, “penyebab berikutnya adalah perkembangan media sosial yang sarat dengan konten kemewahan dan gaya hidup sosialita. Akibatnya, masyarakat seperti dibentuk untuk menampilkan kemewahan dan gaya hidup yang tinggi juga,” paparnya.

Lingkungan sosial

Selanjutnya, faktor yang juga berkontribusi terhadap perilaku pansos adalah lingkungan sosial seseorang.

“Saat individu memiliki lingkup pertemanan dari kelas atas, secara tidak langsung ia akan menyesuaikan pola hidupnya seperti lingkungannya. Meski pun belum tentu ia mampu menghidupi pola hidup tersebut,” katanya

Menelaah beberapa penyebab di atas, muncul pertanyaan: apakah pansos merupakan perilaku yang wajar?

Perilaku panjat sosial ini memang bisa menjadi hal yang wajar, “jika usaha yang dilakukannya positif dan tidak dibuat-buat. Pansos dalam arti yang luas menandakan proses untuk meningkatkan status sosialnya, baik secara positif maupun negatif,” ungkap Kurniasih.

“Oleh karena itu, selama usaha yang dilakukan positif, tulus, dan memberikan manfaat bagi orang lain, maka pansos menjadi hal yang wajar. Namun bisa menjadi tidak wajar saat usaha yang dilakukan sifatnya negatif, dibuat-buat, dan merugikan orang lain,” lanjutnya.

Bagaimana Ciri-ciri dari Seseorang yang Pansos?

arti pansos
Foto: www.canva.com

Kurniasih menjelaskan bahwa menurut Jayanti (2015), dalam jurnalnya ia menuliskan ciri-ciri dari seseorang yang pansos yakni:

Memiliki kebutuhan tersier

Tanda dari seseorang yang berperilaku panjat sosial adalah memiliki kebutuhan tersier yang harus dipenuhi, misalnya seperti barang-barang branded.

Berada di lingkungan yang baru

Selain itu, ciri lainnya adalah ketika berada dalam posisi memasuki lingkungan budaya yang baru. “Misalnya saat baru masuk perkuliahan dan berteman dengan orang-orang baru, sehingga ada upaya untuk membandingkan budaya yang baru dengan budaya lamanya. Sehingga pada akhirnya diiringi usaha untuk meningkatkan status sosialnya,” lanjutnya.

Membutuhkan gaya hidup tinggi

Ciri dari pansos juga bisa dilihat ketika “membutuhkan gaya hidup yang lebih tinggi dari sebelumnya. Misalnya saat berteman dengan orang-orang dari kalangan atas, sehingga muncul keinginan untuk menunjukkan gaya hidup yang sama,” papar Kurniasih.

Memiliki keinginan status sosial tinggi

Selanjutnya, “memiliki keinginan dan motivasi untuk kehidupan yang lebih tinggi dengan status sosial yang lebih tinggi juga,” ungkapnya.

Memiliki panutan

Biasanya individu juga memiliki panutan yang menjadi target perilakunya. Sehingga dalam media sosial, ia berusaha untuk tampil seperti panutannya tersebut.

Mengunggahnya di media sosial

Tanda terakhir dari perilaku panjat sosial adalah dengan menciptakan status sosialnya melalui unggahan di media sosial. Seperti aktivitas, pakaian, dan kunjungan ke tempat mahal.

Apakah Orang yang Pansos Tidak Tulus dalam Berteman?

Foto: www.canva.com

Bila pertemanan tersebut semata-mata dimanfaatkan untuk usaha meningkatkan status sosial seseorang saja, “maka bisa dikatakan tidak tulus. Tetapi seorang yang sering pansos, bisa saja menjalin pertemanan yang tulus saat ia tidak memanfaatkan hubungan tersebut untuk meningkatkan status sosialnya,” terang Kurniasih.

Lantas, bagaimana cara menyikapi seseorang yang panjat sosial?

“Dengan tidak memberi panggung bagi orang tersebut. Seseorang yang pansos dengan cara negatif akan mengulangi perilakunya jika direspons atau diberi panggung. Dengan mengabaikan orang tersebut, maka ia tidak mendapatkan manfaat dari perilakunya tersebut. Sehingga akhirnya akan berhenti melakukan panjat sosial,” jawabnya.

Bagaimana Jika Ternyata Kita Sendiri yang Berperilaku Pansos?

arti pansos
Foto: www.freepik.com

Ketika menyadari bahwa perilaku ini ada di dalam diri, Kurniasih menyarankan agar “Dapat diarahkan kepada usaha-usaha yang positif atau belajar untuk menerima diri apa adanya. Memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing dan kelebihan tersebut tidak harus selalu dalam bentuk kemewahan atau status sosial yang tinggi,” sarannya.

Karena, seorang yang sederhana juga dapat dihargai oleh orang lain ketika ia bekerja dengan jujur, misalnya.

Selain itu, kita juga bisa mengubah pandangan pansos yang negatif menjadi kegiatan yang baik. Yakni “dengan melakukan usaha yang positif dan bermanfaat bagi orang lain. Misalnya dengan berprestasi, menghasilkan karya, atau membantu orang lain,” anjurnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Kurniasih berpesan bahwa “dibandingkan berfokus hanya untuk menampilkan status sosial yang tinggi, lebih baik berfokus pada karya dan kebaikan. Saat karya dan kebaikan kita dirasakan oleh orang lain, maka status sosial akan naik dengan sendirinya,” tuturnya.