Bagaimana Membesarkan Anak Laki-Laki agar Menghormati Perempuan

Foto: www.shutterstock.com

Terima saja bahwa buah hatimu akan mendapatkan banyak informasi dari berbagai sumber, mulai dari temannya sampai dunia maya yang super menakutkan, selalu berubah dan misterius itu. Dengan kata lain, kamu tidak bisa mengontrol sepenuhnya apa yang diterima oleh mereka tentang berbagai subjek, termasuk tentang bagaimana memperlakukan perempuan.

Namun untungnya, sebagai orangtua—dengan segala keterbatasan dan kekuranganmu—tetap ada cara untuk memastikan bahwa dia tumbuh dan besar menjadi seorang laki-laki yang menghormati wanita. Rahasianya? Inti Chavez Perez, seorang sex educator dan penulis buku “Respect: Everything a Guy Needs To Know About Sex, Love, and Consent,” menuliskan di publikasi mindbodygreen tentang beberapa teknik yang bisa digunakan orangtua. Berikut di antaranya:

1. Respek Diri Sendiri

Ajarkan anak untuk menghormati dirinya sendiri, dan bersikap yang membuat dirinya sendiri bangga. Jika si anak merasa seperti dipaksa oleh teman-temannya untuk bertindak kasar terhadap perempuan, tekankan pada anak bahwa dia diperbolehkan untuk mengemukakan isi pikirannya dengan lantang. Ketika si anak berhasil mengatakan “tidak” beberapa kali, “temannya akan terbiasa, sehingga [penolakan] itu tidak menjadi masalah lagi,” tulisnya.

2. Hormati Orang Lain

Ajarkan untuk menghormati tubuhnya, dan tubuh orang lain. Caranya, beritahu mereka bahwa ada cara-cara simpel untuk mempraktekkan hal ini, misalnya dengan tidak meraba-raba sembarangan, tidak memberikan rating atas bentuk badan seseorang, atau cat-calling. Dan jika dia melihat temannya melecehkan seorang perempuan baik secara fisik atau verbal, ajarkan anak untuk tidak tinggal diam dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada sang teman. Misalnya, “Kenapa kamu melakukannya?” atau “Gimana kalau saudara perempuanmu yang dibegituin?” Mengajukan pertanyaan seperti ini akan membuat si teman berpikir, dan bisa jadi akan membuatnya sadar.

3. Stop Menyebarkan Gosip Seksual

Jika anak menceritakan kepadamu bahwa di sekolah sedang beredar gosip tentang si cewek A yang berhubungan seksual dengan banyak cowok—ingatkan si anak untuk tidak menyebarkannya. Begitu pula jika anakmu baru saja mencium seseorang, ajarkan agar tidak menggembar-gemborkan atau bergosip tentang cewek itu kepada orang lain. “Tidak seorang pun berhak menghakimi cewek tersebut. Dan apa yang dikatakan orang belum tentu benar,” jelas Perez.

4. Dengar dan Berikan Waktu

Ajarkan anak untuk belajar mendengarkan orang lain saat mereka berbicara. Bukan hanya masuk kuping kanan, bahkan tidak mampir ke kuping kiri. Dengarkan dan fokus pada apa yang lawan bicaranya katakan, bukannya sibuk dengan handphone. Jika ada sesuatu yang tidak tepat, katakan pada anak untuk “tunggu sampai orang tersebut selesai bicara. Jangan diinterupsi,” tegas Perez.