Melakukan Kegiatan Keagamaan Bareng, Bisa Membuat Pasangan Lebih Dekat

melakukan kegiatan keagamaan
Foto: www.freepik.com

Jangan anggap enteng melakukan kegiatan keagamaan bareng-bareng. Pasalnya, sebuah studi baru dari Universitas Georgia menunjukkan bahwa pasangan yang berdoa bareng, hubungannya lebih awet.

Untuk mendapatkan kesimpulan ini para peneliti mengikuti 371 pasangan, yang mayoritas sudah menikah selama 30 tahun. Studi ini mengukur level kereligiusan pasangan tersebut dengan mencari tahu seberapa penting agama bagi mereka dan seberapa sering menghadiri acara keagamaan.

Selain itu, para peneliti ini juga mengamati seberapa sering para pasangan melakukan aktivitas bersama-sama, mulai dari jalan bareng, hingga liburan bareng tanpa anak. Plus, para peserta juga ditanyakan tentang kepuasaan dan kebahagaan mereka dengan pasangannya.

Hasilnya? Yah itu tadi, melakukan kegiatan keagamaan seperti di atas bisa menguatkan pernikahan, terutama jika usia kamu dan pasangan semakin bertambah. Oh, ada lagi: pasangan yang awalnya tidak mengidentifikasi diri sebagai orang yang religius, tapi sering terlibat dalam aktivitas keagamaan bareng, menjadi lebih religius sering bertambahnya waktu.

Peneliti berpendapat bahwa penemuan ini merupakan sesuatu yang positif, terutama untuk para pasangan yang sudah pensiun dan tidak memiliki kesibukan. “Hal ini bisa membahayakan tidak hanya kesehatan mereka, tapi juga hubungan mereka dengan pasangannya,” kata Victoria King, penulis utama studi ini.

Hubungan antara agama dan seseorang semakin menjadi religius saat umurnya bertambah bukanlah hal yang baru. Dan karena sebagian besar agama menekankan kesucian pernikahan dan keluarga, menurut King wajar jika saat makin terlibat dalam agama, pasangan menjadi lebih berusaha untuk tetap bersama.

Oh, oh ada satu hal yang menarik lagi: studi yang diterbitkan di American Psychological Association’s Journal of Psychology of Religion and Spirituality ini memperlihatkan bahwa aktor pendorong utamanya adalah… para istri. Menurut studi ini para istrilah yang lebih religius dan berusaha menghabiskan waktu bersama dengan pasangan. Dengan kata lain, para istrilah yang menyediakan lebih banyak waktu untuk menjaga hubungan dengan pasangan mereka. Dan kemungkinan besar merekalah yang menyarankan agar lebih terlibat dalam aktivitas keagamaan.

Selanjutnya: Cinta beda agama—disudahi atau dilanjutkan? Begini penjelasan seorang psikolog.