Hindari Makanan Ini untuk Mengurangi Lemak di Perut

Foto: www.canva.com

Seandainya perut bisa tetap rata apa pun yang ditelan dan dicerna—satu bahan kecemasan hidup akan hilang. Sayangnya, tidak begitu! Untuk membantumu mengurangi lemak di perut, berikut beberapa saran dari sains. NB: Jangan terkejut karena mungkin makanan favorit ternyata menjadi salah satu penyebab utamanya! Ow-ow.

SOFT DRINKS

Foto: www.canva.com

Udara panas, plus melihat titik-titik embun di gelas atau kaleng minuman soda—rasanya ingin meneguknya sampai habis. Sebelum melakukannya, perlu diingat bahwa soda adalah produk minuman yang dipermanis dengan gula buatan dan sirup jagung tinggi fruktosa. Menurut sebuah studi di Journal of Nutrition, mengonsumsi banyak fruktosa bisa meningkatkan lemak di bagian dalam perut. Lalu bagaimana dengan diet soda? Meh, tidak ada bedanya. Tidak suka minum air putih karena tidak ada rasanya? Coba buat fruit-infused waters.

GARAM

Foto: www.shutterstock.com

Memang sih, garam tidak bersumbangsih terhadap penambahan lemak perut, tapi konsumsi berlebihan bisa menyebabkan perut buncit. Kurangi pemakaian garam dalam makanan dengan menggantinya dengan bumbu-bumbu dan rempah segar (jahe, kunyit, daun kemangi, dll). Dijamin, makananmu tidak akan hambar. Dan jika kamu berencana makan makanan bergaram tinggi hari ini, pastikan minum air putih yang cukup untuk menghindari perut gembung dan dehidrasi.

JUS DENGAN GULA TAMBAHAN

Foto: www.shutterstock.com

Sama seperti soda, sebagian besar jus-jus buah yang dijual di pasaran penuh dengan zat-zat aditif dan pemanis buatan. Oh, hal yang sama juga berlaku untuk banyak smoothies. Jika memungkinkan dan kamu memang pecinta jus buah, coba kreasikan sendiri di rumah. Tidak hanya rasanya akan lebih enak, tapi karena kamu yang membuatnya, kamu pasti tahu sesegar apa bahan-bahan yang ada di dalamnya.

ROTI

Foto: www.shutterstock.com

Roti itu memang enak banget! Apalagi yang dipenuhi dengan cokelat, keju atau kayu manis! Yum! Akan tetapi konsumsi refined carbohydrate sebaiknya dibatasi.

Sebuah studi menemukan bahwa diet dengan acellular carbohydrates padat bisa menyebabkan inflamasi dan kenaikan berat badan. Namun, bukan berarti dilarang makan roti, ya! Jika kamu memang penggemar berat roti, cobalah mengonsumsi yang terbuat dari gandum utuh yang mengandung lebih banyak nutrisi sehingga membuatmu tidak cepat lapar (lagi).

KEJU

Foto: www.shutterstock.com

Hah, keju! Kok bisa? Sebuah studi di American Journal of Clinical Nutrition menyimpulkan bahwa diet yang tinggi medium-chain triglycerides—bukan long-chain triglycerides—mengurangi lemak perut. Mau tahu di mana saja long-chain triglycerides bisa ditemukan? Produk-produk susu. Akan tetapi, sekali lagi bukan berarti produk-produk susu harus dibuang dari rumah, ya! Pasalnya, makanan ini adalah sumber protein dan kalsium yang baik.

Bagaimana dengan keju? Makanan ini penuh dengan kalori dan lemak jenuh. Jadi, apabila kamu memimpikan perut rata, hindari keju olahan dan cair. Mulai mengonsumsi keju-keju segar, seperti keju putih.

MAKANAN “DIET”

Foto: www.shutterstock.com

Meski beberapa jenis makanan dan shakes rendah kalori dan lemak, biasanya nih, mereka tinggi sodium dan bahan-bahan pengawet. Intinya sih, jangan mudah terperdaya dan terbuai dengan label ‘rendah kalori’ yang tercantum dalam kemasan diet bar. Apalagi makanan tersebut biasanya rendah nutrisi alami, sehingga kamu akan merasa lapar lagi bahkan sebelum menyelesaikan satu episode Friends! Pilihan yang lebih bijak adalah mengunyah cemilan yang kaya akan vitamin dan mineral. Tidak hanya membuat rasa laparmu terkendali, tapi juga baik untuk kulit, rambut dan suasana hati.

Selamat mencoba dan semoga ukuran perut berkurang! Jangan lupa juga bahwa: tidak ada kata “sempurna” dalam yoga. Melainkan yang paling penting adalah… baca artikel ini.

podcast button