Bisakah Infeksi Menular Seksual Diobati? Ini Penjelasan Dokter

infeksi menular seksual
Foto: www.freepik.com

Seperti namanya, infeksi menular seksual merupakan penyakit yang bisa menyebar lewat hubungan seksual.

Meski terkadang gejalanya tidak timbul langsung di alat kelamin, namun penyakit ini perlu diobati dengan cepat, agar tidak menyebar dengan luas dan menimbulkan penyakit baru.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait infeksi menular seksual, LIMONE telah menghubungi dr. Teffy Nuary, SpDV, seorang Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi dari Tiffany Skin Clinic dan RS. Siloam Palangkaraya, yang akan menjelaskan penyebab terjadinya dan cara mengobati penyakit ini.

Apa Itu Infeksi Menular Seksual?

infeksi menular seksual
Foto: www.freepik.com

Dokter Teffy menjelaskan bahwa infeksi menular seksual merupakan sekumpulan penyakit-penyakit infeksi yang ditularkan, terutama melalui hubungan seksual.

“Meski begitu, sebenarnya bisa saja penyakit ini ditularkan dengan cara yang lain. Seperti dari ibu yang mengalami dan menularkan ke janin atau bayi, atau bisa juga dengan kontak darah dari orang yang sakit ke orang yang sehat,” paparnya.

Karena penularannya bisa bermacam-macam, maka penyakit ini dapat menular ke siapa pun.

“Akan tetapi, ada yang dikatakan sebagai orang dengan risiko tinggi, yaitu orang-orang dengan perilaku seksual yang tidak sehat, seperti sering berganti pasangan dan seseorang yang ketika melakukan hubungan seksual tidak menggunakan alat pengaman seperti kondom misalnya,” jelasnya.

Apa Saja Jenis Penyakit Infeksi Menular Seksual?

apa saja jenis jenis dari penyakit infeksi menular seksual | | Bisakah Infeksi Menular Seksual Diobati? Ini Penjelasan Dokter
Foto: www.freepik.com

Jenis dari penyakit menular seksual ini terbagi menjadi beberapa kelompok, yakni dari virus, protozoa, jamur, parasit, dan bakteri.

Virus

Untuk virus sendiri biasanya penyakit ini terbagi menjadi beberapa golongan, yakni:

  • HIV/AIDS
  • Herpes simpleks virus tipe 1 dan 2 yang biasa disebut herpes genital
  • Human papillomavirus atau penyebab kutil kelamin
  • Hepatitis B
  • Moluskum kontagiosum atau adanya jerawat genital

Protozoa

Sementara penyebab terjadinya penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh protozoa, terdapat satu penyakit yang dinamai trichomonas atau penyakit trikomoniasis.

Jamur

Sedangkan pada jamur, biasanya disebut sebagai candidiasis yang disebabkan oleh jamur candida.

Bakteri

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri terbagi menjadi beberapa bagian, yakni:

  • Gonore atau kencing nanah yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae
  • Chlamydia trachomoatis yang menyebabkan penyakit chalmydia
  • Treponema pallidum yang menjadi penyebab penyakit sifilis atau raja singa
  • Klebsiella granulomatis atau yang menyebabkan terjadinya granuloma inguinale

Bagaimana Gejala Penyakit Menular Seksual?

infeksi menular seksual
Foto: www.unsplash.com

Gejala atau tanda-tanda dari seseorang yang mengalami penyakit menular seksual ini akan tergantung dari jenis infeksi yang dialami. Biasanya akan berupa keluarnya cairan dari area kemaluan.

“Pada wanita hal ini ditandai dari keputihan. Kondisi ini juga dapat dilihat secara khas dari warnanya, di mana warna ini keputihan ini akan bergantung pada jenis infeksi yang dialami,” tuturnya.

Umumnya, keputihan yang dialami akan berwarna kekuningan, kecokelatan, keabu-abuan, atau kehijauan. Kemudian disertai dengan bau yang khas, seperti bau busuk atau bau amis.

“Jika sudah mengalami kondisi ini, maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dengan tenaga medis,” anjur Dokter Teffy.

Kemudian pada pria, biasanya gejala penyakit menular seksual ini akan ditandai dengan kencing yang bernanah.

“Jadi dari lubang kemaluannya akan mengeluarkan cairan yang seperti nanah, bisa juga muncul luka-luka yang terasa perih pada area kelamin, serta bisa juga muncul luka tanpa disertai dengan rasa nyeri,” jelasnya.

“Selain itu, ada juga keluhan-keluhan yang tidak dirasakan pada area kelamin. Jadi bisa muncul di sekitar anggota tubuh lain, seperti di badan, lengan, bahkan seluruh badan yang ditandai dengan adanya bercak-bercak merah,” lanjut Dermatolog yang satu ini.

Sehingga, sebagian gejala ini sangat mirip dengan penyakit-penyakit kulit lainnya.

“Namun ada juga yang tidak muncul gejala di kelamin atau pada kulit, seperti yang dialami oleh pasien HIV/AIDS, di mana pada gejala awal mereka akan mengeluhkan diare, daya tahan tubuh yang menurun, dan sering sakit secara berulang,” imbuhnya.

Ketika merasakan hal tersebut, Dokter Teffy kembali menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter.

Bagaimana Mendiagnosis Penyakit Menular Seksual?

infeksi menular seksual
Foto: www.freepik.com

Ketika ditemukan adanya gejala, maka sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar nantinya dilakukan pemeriksaan.

“Biasanya jika pasien sudah mengalami satu penyakit dan terdiagnosis salah satu penyakit infeksi menular seksual, maka tetap perlu dilakukan skrining penyakit menular seksual lainnya,” tutur Dokter Teffy.

“Karena terkadang pada orang yang berisiko, itu bisa saja mengalami beberapa penyakit menular seksual yang sudah terjadi di dalam tubuhnya. Jadi tetap perlu diskrining untuk mencegahnya menulari orang lain,” lanjutnya.

Sehingga nantinya dokter akan melakukan tatalaksana dan memberikan obat yang tepat, supaya penyakitnya nanti tidak menjadi lebih parah.

“Untuk diagnosis, tetap dilakukan penggalian informasi terkait riwayat pasien, ditanyakan keluhan yang dialami, dan memeriksakan bagian tubuhnya. Kemudian untuk memastikan kembali apa infeksi dan penyebabnya, maka dilakukan pemeriksaan lab,” terangnya.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Menular Seksual?

bagaimana cara mengobati penyakit menular seksual | | Bisakah Infeksi Menular Seksual Diobati? Ini Penjelasan Dokter
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Teffy, “pengobatan yang dilakukan akan sesuai dengan jenis infeksi yang dialami. Sehingga memang akan diobati dengan cara yang berbeda-beda,” tuturnya.

Namun pada intinya, ketika pasien berkonsultasi dengan dokter, maka akan diberikan obat sekaligus edukasi dengan baik. “Pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual sama sekali di masa pengobatan,” ujarnya.

Selain itu, pasangan seksual juga mulai diberikan pengobatan. Dan kembali diberikan edukasi terkait penyakit pasien dan pasangannya.

Bagaimana Jika Penyakit Menular Seksual Tidak Segera Diatasi?

bagaimana jika penyakit menular seksual tidak segera diatasi | | Bisakah Infeksi Menular Seksual Diobati? Ini Penjelasan Dokter
Foto: www.freepik.com

Ketika penyakit menular seksual tidak segera diobati, nantinya akan menyebabkan komplikasi penyakit.

“Yang lebih parahnya lagi, penyakit tersebut bisa semakin berat dan mengenai organ tubuh lainnya, bisa juga menyebabkan infertilitas, kemudian infeksinya bisa meluas, bahkan ada yang sampai mengalami kematian,” ungkap Dokter Teffy.

Jika nantinya penyakit ini sampai menular ke orang lain, seperti ibu hamil yang menularkan infeksi ke janin atau bayinya, maka di awal kehamilan bisa terjadi keguguran.

“Ketika bayi lahir dari ibu yang mengalami penyakit menular seksual, kemungkinan bayi akan lahir dengan kecacatan. Jika semakin banyak yang seperti itu, maka bisa meningkatkan beban sosial,” tuturnya.

Apakah Penyakit Ini Bisa Dicegah?

infeksi menular seksual
Foto: www.unsplash.com

Dermatolog yang satu ini menjelaskan bahwa dari tenaga kesehatan, “selalu mencoba untuk mengedukasi masyarakat jika ada kesempatan. Supaya nantinya masyarakat lebih mengerti tentang penyakit-penyakit menular seksual,” ungkap Dokter Teffy.

Ia juga menyarankan agar pasien sebaiknya melakukan perilaku seksual yang aman dan setia kepada satu pasangan.

“Kemudian jika memang ada kelompok yang berisiko, maka ada baiknya untuk melakukan atau kontak seksual dengan menggunakan pengaman, serta dianjurkan untuk rutin melakukan skrining,” sarannya.

Kesimpulan

paham mengenai infeksi menular seksual | | Bisakah Infeksi Menular Seksual Diobati? Ini Penjelasan Dokter
Foto: www.canva.com

Dokter Teffy berharap bahwa masyarakat bisa lebih paham mengenai infeksi menular seksual ini, sehingga nantinya bisa lebih waspada terhadap penyakit menular seksual.

“Jika memang memiliki tanda dan gejala, maka disarankan agar pasien tidak takut untuk berobat ke dokter. Karena semakin cepat ditangani, maka akan semakin baik,” ujarnya.