6 Fakta Perselingkuhan yang Harus Kamu Tahu

Foto: www.canva.com

Well, memang belum ada konfirmasi ilmiah tentang apakah ada kehidupan di Mars, tapi yang jelas sains sudah membuka tabir misteri tentang perselingkuhan. Sedikit demi sedikit kita bisa berkata “oh, itu toh, sebabnya.”

Seperti yang dituliskan di Business Insider, tidak hanya rakyat biasa seperti ini yang penasaran dengan perselingkuhan—para ilmuwan pun sudah mengotak-otak hal ini selama bertahun-tahun. Dan di bawah ini beberapa hasil penelitian mereka yang penting untuk kita ketahui. Tujuannya? Agar hubunganmu bisa lebih baik.

1. Semua orang selingkuh—kecuali pasanganmu.

Wadaw! Tapi dari sebuah penelitian tahun 2015 yang diterbitkan di Journal of Social and Personal Relationships, para mahasiswa memperkirakan bahwa orang rata-rata memiliki 42% selingkuh. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada pasangan mereka! Dalam pandangan mereka, kemungkinannya sangat kecil pasangan mereka (hanya 5%) selingkuh. Dan begitu pula sebaliknya, kemungkinan mereka selingkuh terhadap pasangan pun sangat minimalis, alias hanya 8%. Wow, kita manusia sangat percaya diri, ya.

2. Kemungkinan selingkuh lebih besar jika kamu sangat bergantung kepada pasangan dalam hal ekonomi.

Dari sebuah studi yang diterbitkan di American Sociological Review yang melibatkan ribuan responden (berusia 18 dan 32 tahun) menyimpulkan bahwa seseorang akan cenderung tidak setia jika sepenuhnya tergantung pada pasangannya.

Apalagi nih, jika situasi ini terjadi pada pria. Sekitar 15% pria yang memiliki ketergantungan ekonomi kepada istri akan selingkuh; sementara perempuan hanya sekitar 5%. Oh, ada satu kesimpulan lagi yang sangat menarik: Kemungkinan pria selingkuh semakin kecil jika mereka menghasilkan lebih banyak uang—tapi ceritanya akan menjadi berbeda jika penghasilan mereka 70% dari pendapatan rumah tangga! Jika ini terjadi, mereka cenderung akan berselingkuh!

Bagaimana dengan perempuan? Menurut penelitian ini, perempuan tidak terlalu gampang selingkuh bahkan ketika mereka adalah tulang punggung ekonomi.

3. Genetik juga bisa menjadi faktor seseorang berselingkuh.

Sebuah studi dari Universitas Queensland (diterbitkan di jurnal Evolution and Human Behaviour), mengungkapkan bahwa perselingkuhan sering dilakukan oleh mereka yang memiliki tipe oxytocin dan vasopression tertentu. FYI, vasopressin adalah hormon yang berhubungan dengan tingkah laku sosial termasuk rasa percaya, empati, dan ikatan seksual. Sementara oxytocin—biasa disebut “hormon cinta”—merupakan hormon dan neurotransmitter yang berkaitan dengan persalinan dan menyusui, juga empati, rasa percaya, aktivitas seksual dan relationship-building.

4. Para lelaki cenderung tidak setia saat berusia tertentu.

Ah, hasil studi yang dilakukan pada 2014 dan dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences ini lumayan bikin kaget. Para partisipan penelitian ini mengakui bahwa mereka cenderung akan menjalin hubungan dengan orang ketiga ketika usia mereka memiliki buntut 9. Yep, tepat sebelum berulang tahun ke-50 atau 40, mereka akan mengeksplor “kemungkinan lain”.

5. Perempuan juga berselingkuh.

Mungkin kamu sudah tahu hal ini, tapi sebelumnya memang perselingkuhan dianggap hanya ranah laki-laki. Akan tetapi, seperti yang dilaporkan oleh New York Magazine sebuah studi dari 2011 menemukan bahwa 23% laki-laki dan 19% perempuan dalam hubungan heteroseksual melakukan perselingkuhan.

6. Hubungan tetap bisa diperbaiki setelah perselingkuhan terjadi.

Syaratnya? Ada beberapa hal yang harus dilakukan, paling tidak menurut M. Gary Neuman, pembuat program video “Creating Your Best Marriage“. Termasuk: pihak yang berselingkuh harus merasa menyesal dan ingin mengubah hidup mereka; si korban harus memastikan pasangannya tidak lagi mendua; dan si korban tidak perlu mempertanyakan hal-hal sensitif seperti “apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan dia.”

Apakah hasil ini penelitian ini membuatmu semakin mengerti perselingkuhan? Atau malah… sebaliknya! Bagikan pendapatmu di bagian komentar, ya!

podcast button