Bagaimana Memberikan Dukungan kepada Teman dan Keluarga yang Memiliki Bipolar?

bipolar
Foto: www.gettyimages.com

Berbagai nama besar membuka suara tentang kondisi mental mereka, yakni mengalami bipolar disorder. Sebut saja Kanye West, Marshanda, Demi Lovato, dan Mariah Carey. Seandainya saja kamu kenal mereka—atau memang ada orang terdekat yang memiliki bipolar disorder, dukungan seperti apa yang bisa kita berikan? Berikut penjelasan dr.Lidya Swastik, Sp.KJ, seorang psikiater kepada LIMONE.

Apa Sebenarnya Definisi Bipolar Disorder?

bipolar
Foto: www.freepik.com

Menurut data Institute for Health Metrics and Evaluation (2017), gangguan bipolar menjadi satu dari 10 penyakit mental disorder yang menyebabkan DALY (Disability-Adjusted Life Year). Yakni, angka kematian yang disebabkan karena disabilitas, kematian premature, penyakit yang melumpuhkan dan road injury.

Menurut Dokter Lidya, bipolar disorder berasal dari dua kata yakni bipolar, yakni adanya gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan emosi yang drastis, dan disorder yakni adanya perubahan  hati yang tidak pas secara tiba tiba. Membaca penjelasan ini, mungkin ‘mood swing‘ muncul di dalam benakmu.

FYI, mood swing adalah perubahan mood secara tiba-tiba tanpa adanya alasan yang signifikan. Dan menurutnya, mood swing terkadang sulit dibedakan dengan bipolar, terutama pada saat remaja.

“Sering kali kita sulit membedakan posisi ini pada remaja. Mood swing sulit dibedakan karena adanya perubahan suasana hati yang teramat signifikan juga termasuk dalam tahap tanda-tanda pendewasaan diri atau kita sebut dengan pubertas,” terangnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa perbedaan antara mood swing dan bipolar dapat terlihat dari perubahan mood yang ekstrim dibandingkan dengan perubahan hati biasa. “Pada penderita bipolar akan lebih lama menunjukan perubahan mood itu sendiri,” tambahnya.

Bagaimana Mengetahui bahwa Seseorang Memiliki Bipolar?

Foto: www.freepik.com

Dokter Linda menjelaskan bahwa ada lima tipe gangguan bipolar, dan beserta kondisinya. Yakni:

  1. Bipolar 1: (depresi manik) adalah suatu jenis penyakit mental yang ringan dan tidak berlangsung lama.
  2. Bipolar 2: setidaknya akan mengalami episode depresi berat yang lebih lama dibandingkan dengan bipolar.
  3. Rapid Cycling: digunakan ketika seseorang sudah mengalami empat atau lebih episode hipomania atau depresi dalam jangka waktu 12 bulan artinya perubahan suasana hati pada seseorang dengan gangguan ini akan berangsur lebih cepat.
  4. Cyclothymic : akan mengalami episode hipomania dan depresi  secara teratur dengan gejala dua bipolar seperti yang disebutkan di atas.
  5. Mixed Episode: Gejala campuran ini merupakan salah satu yang paling bahaya, dikarenakan bisa terjadi jika seseorang mengalami depresi, hipomania, dan manik secara bersamaan sehingga memiliki resiko yang besar untuk melakukan bunuh diri.

Manik dan depresi adalah dua hal yang sering dirasakan oleh penderita kondisi ini. “Manik adalah suatu perasaan di mana kita merasa sangat semangat secara ekstrim. Percaya diri berlebih, terlalu berenergi melebihi kapasitas diri kita sebenarnya,” terangnya. Saat mengalami manik, orang dengan bipolar (ODB) sering melakukan perilaku implusif, contohnya ingin menghamburkan uang secara berlebihan/belanja berlebihan.

Sementara saat merasakan depresi, mereka cenderung memiliki rasa frustasi dan tertekan.

“Karena orang-orang yang mengalami bipolar sering mendapatkan perilaku dikucilkan,diskriminasi dan dijauhkan, sehingga hal ini  membuat mereka menjadi lebih frustasi dan tertekan,” paparnya.

Untuk mendiagnosa gangguan ini “harus melalui tahapan-tahapan yang sudah saya jelaskan di atas. Dan proses mendiagnosanya tergantung dari kondisi si pasien sendiri karena membutuhkan waktu yang lama dan kepatuhan dari si pasien itu sendiri serta pengawasan dari keluarga dan dokter terkait,” jelasnya.

Bagaimana jika kita ingin mendiagnosa dengan bantuan Google?

“Untuk mengetahui gejala atau ciri-ciri dari Google boleh-boleh saja, tetapi tidak menjadikan patokan untuk dapat mendiagnosa diri sendiri,” tegasnya.

“Proses yang harus dilakukan adalah segera mendatangi tim medis terkait untuk memastikan penyebab yang muncul. Karena tim medis akan berupaya memastikan beberapa tahapan, dan mengajukan pertanyaan bisa melalui pasien sendiri, keluarga atau kerabat terkait gejala yang dirasakan,” tambahnya. Seperti tentang sejak kapan dan sudah berapa lama gejala seperti itu sering muncul, serta melakukan pengecekan laboratorium guna memastikan penyebab yang muncul.

Bagaimana Bentuk Dukungan yang Bisa Diberikan kepada ODB?

Foto: www.freepik.com

Orang dengan Bipolar (ODB) memerlukan bantuan dari orang-orang terdekatnya, sekecil apapun sepertinya support itu.

Menurut Dokter Lidya, berikut beberapa bentuk dukungan yang dibutuhkan mereka dari orang terdekat:

  1. Menjadi orang yang akan siap mendengarkan kapanpun mereka membutuhkan teman bicara.
  2. Mendengarkan tanpa harus memberikan pendapat atau mencoba memperbaiki masalah.
  3. Menawarkan apakah ada yang perlu untuk dibantu.
  4. Mengajak melakukan aktivitas bersama seperti biasa.
  5. Memahami mereka membutuhkan jarak dan waktu untuk sendiri.
  6. Mendukung  proses pengobatan mereka.

Dan lebih lanjut, ini cara mendukung teman atau keluarga yang mengalami bipolar:

  1. Mendukung pengobatan yang sedang berlangsung.
  2. Mencari informasi pemahaman tentang bipolar.
  3. Menawarkan  bergabung dan menemani berkumpul dengan komunitas bipolar.

Itu adalah bantuan yang bisa kamu lakukan. Sementara ini adalah hal-hal yang harus dihindari saat menghadapi pasien bipolar:

  1. Jangan terlalu memaksakan kehendak kepada mereka, contoh : memaksa untuk keluar atau beraktivitas di luar rumah karena mereka cenderung mengurung diri.
  2. Tidak melakukan stigma berlebih.
  3. Jangan menyinggung tentang keadaannya.
  4. Saat teman dengan bipolar tidak ingin bercerita, “hal yang harus kita lakukan adalah jangan memaksakan kehendak kita karena mereka membutuhkan waktu dan jarak, dikarenakan mereka memang cenderung suka mengurung diri,” tambahnya.
  5. Jangan mencecar mereka dengan pertanyaan yang memaksa dan ingin tahu, namun sampaikan dukunganmu dengan kalimat dan nada positif yang lembut.

Selanjutnya: Bagaimana mengetauhi bahwa kamu menderita depresi? Ini penjelasan dari seorang psikolog.