Ingin Lebih Bahagia? Punya Teman Baik Adalah Kuncinya

memiliki teman baik
Foto: www.pexels.com

Apakah kamu memiliki teman baik? Bahkan ketika hanya satu, kamu adalah orang paling beruntung sedunia. Pasalnya, sebuah penelitian baru dari Michigan State University menunjukkan bahwa memiliki teman dekat mempunyai manfaat kesehatan.

“Pertemanan merupakan satu dari sumber yang belum dimanfaatkan manusia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia dan sehat. [Padahal] hubungan ini gratis dan memiliki manfaat kesehatan,” kata William Chopik, salah satu peneliti.

Ditermukan di jurnal Frontiers of Psychology, studi merupakan salah satu terbesar karena melibatkan 323.200 partisipan dari 99 negara. Menariknya, penghargaan terhadap hubungan pertemanan ada kaitannya dengan budaya sebuah negara.

“Kami menemukan bahwa menjalin ikatan pertemanan baik untuk kesehatan seseorang di manapun mereka berada. Namun, ada sejumlah negara yang lebih menghargai pertemanan.”

Negara-negara seperti apakah itu?

Para peneliti ini menemukan bahwa mereka yang lebih berinvestasi pada pertemanan memiliki kesehatan fisik dan psikologi yang lebih baik, terutama pada lansia atau dengan pendidikan rendah. Bukti ini terlihat nyata terutama pada budaya yang lebih individualistik, terdapat kesenjangan sosial atau banyak aturan.

Bagaimana dengan orang yang memiliki lebih banyak privilese?

“Orang-orang dengan privelese memiliki banyak sumber untuk membuat hidup mereka lebih sehat dan bahagia,” kata Chopik. Sementara bagi mereka yang memiliki keterbatasan, “pertemanan merupakan hal penting dalam hidup mereka.”

“Di zaman sekarang ini adalah anggapan umum bahwa kita sedang berada di ‘krisis pertemanan’ di mana orang-orang kesepian dan ingin punya teman tapi tidak bisa,” kata Chopik. “Di sini kami memperlihatkan bahwa pertemanan bermanfaat bagi hampir semua orang di mana pun mereka. Namun mengapa sulit memiliki dan menjaga pertemanan? Itulah yang sedang kami teliti selanjutnya.”

Ok, sembari menunggu penelitian ini menyimpulkan apa rahasa menjaga hubungan pertemanan, mungkin kamu bisa membaca penjelasan psikolog ini tentang cara mendapatkan teman sejati. Atau jika kamu bertanya-tanya apakah teman yang kamu miliki sekarang adalah teman baik atau hanya manis di depan saja, cek penjelasan psikolog ini tentang mendeteksi teman palsu.