5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 22 Oktober 2019

Foto: www.canva.com

Semakin dekat nih, ke hari gajian—dan juga ke bulan November! Apa kabar dengan resolusi 2019 kamu? Ooops… nggak mau diingatkan dan dibahas, ya? Oke, kalau begitu mari membaca lima berita dari berbagai belahan dunia berikut ini.

Seandainya kamu baru pulang dari Mars, saat ini topik tentang siapa yang menjadi menteri sedang heboh.

Terdengar kalau Prabowo Subianto akan menjadi bagian dari Kabinet Kerja Jilid 2 Presiden Jokowi. Begitu pula Nadiem Makarim, Erick Thohir dan Wishnutama. Seperti layaknya politik, banyak yang pro dan yang mengkritisi. Para mahasiswa menganggap apa yang sedang dilakukan oleh Presiden adalah sebuah bentuk “bagi-bagi kekuasaan”. Dan mereka juga khawatir tidak ada kekuatan oposisi yang mengkritisi pemerintahan lima tahun ke depan. Baca beritanya di sini.

Sebanyak 20 perusahaan menandatangai MoU dengan pemerintah.

Grab, Go-Jek, Jasa Marga, Pertamina, Transjakarta, BCA, Mitsubishi, DFSK, BMW dan Gesits adalah beberapa dari perusahaan tersebut yang menandatangai MoU dengan PLN untuk mendorong pertumbuhan kendaraan listrik. Perusahaan-perusahaan tersebut akan membantu dalam penyediaan stasiun isi ulang dan pembuatan kendaraan listrik. Baca berita lengkapnya di sini.

Sejumlah surat kabar Australia menerbitkan halaman utama yang disensor.

Halaman depan sejumlah surat kabar Australia (termasuk The Australian, The Daily Telegraph, The Sydney Morning Herald) kemarin diterbitkan dengan gaya black-out text dengan stempel “rahasia” di sampingnya. Protes ini ditujukan kepada undang-undang keamanan nasional yang menurut para jurnalis telah membatasi reportase dan menciptakan sebuah “budaya penuh kerahasiaan” di Australia. Sedikit informasi, bulan Juni lalu razia polisi di dua perusahaan media mendapat banyak protes. Pasalnya, razia tersebut disinyalir dilakukan karena penerbitan artikel-artikel yang mengandalkan bocoran dari whistleblowers. Baca berita lengkapnya di sini.

Uniqlo dituduh mencemooh korban perbudaan seks periode perang.

Alhasil, retail baju asal Jepang tersebut menarik sebuah iklannya dari TV Korea Selatan dan YouTube. Iklan berdurasi 15 detik tersebut dihentikan penayangannya setelah kritikus menunjukkan bahwa teks terjemahan bahasa Korea iklan tersebut terlihat meragukan testimoni para perempuan yang dipaksa bekerja di rumah bordil militer Jepang di seluruh Asia sebelum dan sesudah perang dunia kedua. Uniqlo mengeluarkan pernyataan resmi dan menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menyinggung siapa pun. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa tentara kerajaan Jepang memaksa sebanyak 200.000 perempuan (sebagian besar dari Korea) untuk melayani di rumah bordil. Baca beritanya di sini.

Sepertinya Joker pantas untuk terus berjoget—dan kali ini mungkin dengan senyuman lebar?

Pasalnya, film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix dan disutradarai Todd Phillips tersebut sedang melenggang menjadi film R-rated terlaris sepanjang sejarah box office. Sampai hari Minggu kemarin, Joker mengumpulkan $737,5 juta secara global, tiga minggu setelah perilisannya. Di luar dugaan semua orang. Jika berhasil, maka Joker menyingkirkan Deadpool, pemegang rekor yang mengumpulkan $783 juta dari penjualan tiket di seluruh dunia. Baca berita lengkapnya di sini.

podcast button