Apakah Yoghurt Bagus untuk Diet? Ini Kata Ahli Gizi

yoghurt untuk diet apakah bagus
Foto: www.unsplash.com

Yoghurt untuk diet, apakah memang efektif? Untuk yang sedang ingin mengurangi berat badan, jenis makanan fermentasi ini mungkin jadi pilihan.

Oleh karena itu, LIMONE telah menghubungi Ledyan BSc (Hons) MSc, seorang Ahli Gizi, yang akan menjawab seputar yoghurt dan diet.

Seperti Apa Diet yang Sehat?

Seperti Apa Diet yang Sehat | | Apakah Yoghurt Bagus untuk Diet? Ini Kata Ahli Gizi
Foto: www.canva.com

Untuk menurunkan berat badan, perlu melakukan diet dengan baik agar mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan.

“Definisi dari diet adalah makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Diet yang seimbang dan sehat adalah makanan dan minuman yang kamu konsumsi sehari-hari itu mencakupi semua kelompok makanan. Jadi dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat, dan air,” ucap Ledyan.

Makanan Apa Saja yang Dianjurkan untuk Program Diet?

Makanan Apa Saja yang Dianjurkan untuk Program Diet | | Apakah Yoghurt Bagus untuk Diet? Ini Kata Ahli Gizi
Foto: www.canva.com

Ketika sedang melakukan program diet, tentu saja memerlukan makanan yang bergizi. Meski begitu, nutrisi untuk setiap orang berbeda-beda.

“Jenis pola makan pastinya banyak dan tergantung kepada kondisi kesehatan masing-masing, tidak bisa disamakan untuk semua orang. Hal itu karena kebutuhan kalori nutrisi setiap orang akan berbeda-beda,” jelas Ledyan.

Apakah Yoghurt Bagus untuk Dikonsumsi Sehari-hari?

yoghurt untuk diet apakah bagus
Foto: www.rawpixel.com

Nyatanya, mengonsumsi yoghurt secara rutin dapat menjaga kesehatan tubuh.

“Boleh dikonsumsi sehari-hari jika tidak ada kondisi kesehatan yang membuat kamu harus menghindarinya, contohnya adalah lactose intolerance atau alergi produk susu. Individu ini biasanya harus menghindari yoghurt yang mengandung produk susu dulu,” tuturnya.

“Hal itu karena individu tersebut kurang bisa mencerna laktosa dengan baik. Semetnara laktosa adalah gula susu,” jelas Ledyan.

Meski begitu, Ledyan mengungkapkan bahwa ada kabar baik untuk yang memiliki intoleransi laktosa, alergi susu, atau vegan.

“Ada banyak jenis yoghurt non-susu yang sekarang tersedia untuk konsumen, termasuk yoghurt mete, yoghurt kedelai, yoghurt kelapa, dan bahkan yoghurt oat. Tapi mungkin di Indonesia belum begitu banyak ya,” ucap Ledyan.

Menurut Ledyan, yoghurt mengandung probiotik atau bakteri baik sehingga bagus untuk pencernaan.

Bagaimana dengan yoghurt untuk diet?

“Untuk orang dengan masalah pencernaan, seperti GERD atau maag, maupun gangguan pencernaan lainnya, bisa konsultasikan lagi ke dokter atau ahli gizimu untuk jenis dan frequency konsumsi yoghurtnya,” sambung Ledyan.

Apa Jenis Yoghurt yang Bagus?

yoghurt untuk diet apakah bagus
Foto: www.canva.com

Yoghurt untuk diet kini banyak memiliki cita rasa yang enak. Namun, jenis yoghurt seperti apa yang bagus untuk kesehatan tubuh?

“Yoghurt polos tanpa pewarna tambahan adalah cairan putih kental dengan rasa tajam. Namun, sebagian besar merek komersial mengandung bahan tambahan, seperti gula dan rasa buatan,” jawabnya.

“Sebetulnya yoghurt apa saja yang pastinya mengandung probiotik tersebut. Probiotik adalah bakteri bermanfaat dan dapat memberikan efek baik ke tubuh kita,” ucap Ledyan.

Ledyan mengungkapkan, untuk individu yang mempunyai kondisi kesehatan seperti diabetes, perlu diperhatikan kandungan added sugar pada yoghurt.

“Asupan gula untuk penderita diabetes sangat penting. Sebagai alternatif, boleh memilih greek yoghurt yang kandungan gulanya lebih rendah,” sambung Ledyan.

Apa Saja Manfaat yang Didapat dari Yoghurt?

yoghurt untuk diet apakah bagus
Foto: www.rawpixel.com

Yoghurt yang biasa dikonsumsi sehari-hari ternyata memiliki berbagai kandungan yang baik bagi kesehatan tubuh.

“Yoghurt dikenal mengandung banyak vitamin D, kalsium, mineral yang diperlukan untuk kesehatan gigi dan tulang, serta tinggi akan protein,” ujarnya.

“Selain itu, yoghurt juga tinggi akan vitamin B, terutama vitamin B12 dan riboflavin, yang keduanya dapat melindungi terhadap penyakit jantung dan neural tube birth defects (Defek tuba neura), yaitu gangguan sistem saraf,” jelas Ledyan.

Lebih lanjut, Ledyan juga membeberkan manfaat yang didapat ketika mengonsumsi yoghurt.

“Mengonsumsi yoghurt, terutama jika mengandung probiotik, secara teratur dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit yang menular. Kandungan selenium, zinc, dan magnesium juga pada yoghurt yang berperan di sistem imun,” ucap Ledyan.

“Jadi, untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh, aku recommend banget untuk konsumsi yoghurt karena natural source. Probiotik diketahui berpotensi mengurangi peradangan, yang terkait dengan beberapa kondisi kesehatan mulai dari infeksi virus hingga gangguan usus,” sambung Ledyan.

Bagaimana Cara Mengonsumsi Yoghurt yang Dianjurkan?

Bagaimana Cara Mengonsumsi Yoghurt yang Dianjurkan | | Apakah Yoghurt Bagus untuk Diet? Ini Kata Ahli Gizi
Foto: www.freepik.com

Ledyan mengungkapkan bahwa cara mengonsumsi yoghurt tergantung pada kondisi masing-masing individu.

“Apakah individu sudah mengonsumsi sumber probiotik dari makanan yang lain. Karena kita juga mau bakteri baik dalam usus kita seimbang, agar tidak ada terjadi efek samping dari kelebihan atau kekurangan bakteri baik,” jelas Ledyan.

Ledyan juga memberikan beberapa tips untuk mengonsumsi yoghurt.

Jika ingin mencampurkan yoghurt dalam diet sehari-hari, kamu bisa meniru resep dari Ledyan.

“Jadi kalau mau aman, coba saja mulai dari 1-2x per hari, bisa buat snack atau makan pagi. Kalau misalnya mau di makan pagi hari, bisa dicampur dengan buah atau sumber karbohidrat lainnya seperti roti atau oatmeal,” sarannya.

“Kembali lagi, untuk individu yang mempunyai masalah pencernaan atau asam lambung, konsultasikan lagi ke ahlinya agar bisa dianjurkan kapan dan dengan yoghurt apa bisa dikonsumsi,” ucap Ledyan.

Adakah Efek Samping Mengonsumsi Yoghurt untuk Sehari-hari?

Adakah Efek Samping Mengonsumsi Yoghurt untuk Sehari hari | | Apakah Yoghurt Bagus untuk Diet? Ini Kata Ahli Gizi
Foto: www.freepik.com

Meskipun yoghurt bagus untuk kesehatan tubuh, namun perlu memperhatikan efek samping mengonsumsi yoghurt.

“Jika kamu mengalami kembung, diare, perut tidak enak, atau efek samping lainnya berlanjut selama mengonsumsi yoghurt, hentikan konsumsi yogurt dan bicarakan dengan  dokter atau nutritionist-mu,” ucap Ledyan.

“Yoghurt juga cenderung hanya menyediakan beberapa strain probiotik, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Untuk mendapatkan jenis probiotik tambahan, kamu harus beralih ke makanan fermentasi lainnya atau berbagai suplementasi bentuk pil yang tersedia di pasaran saat ini,” sambung Ledyan.

Kesimpulan

yoghurt untuk diet apakah bagus
Foto: www.freepik.com

Setiap orang memang ingin memiliki tubuh sehat dan berat badan yang ideal. Namun, sering kali orang melupakan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

“Pada dasarnya, diet itu adalah pola makan dan makanan serta minuman yang kamu konsumsi sehari-hari. Sebaiknya jangan menghindari dan membatasi makanan tertentu secara ekstrem jika kamu tidak mempunyai kondisi kesehatan yang didiagnosa secara klinis dan yang harus kamu tangani,” ucap Ledyan.

Lebih lanjut, ahli gizi satu ini juga mengingatkan untuk menjaga pola makan sehari-hari.

“Kalau goals-nya ingin menjadi lebih sehat atau ingin menurunkan dan menaikkan berat badan, jangan terlalu strict pola makannya,” tegasnya.

“Karena akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya seperti kekurangan nutrisi, gangguan kebiasaan makan (eating disorder), bahkan bisa dengan kondisi gangguan mental seperti depresi dan anxiety,” tutup Ledyan.