Wasir: Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli

wasir
Foto: www.freepik.com

Ketika mengalami rasa gatal atau tidak nyaman di sekitar anus, mungkin kamu perlu berhati-hati karena mungkin saja itu sebagai tanda bahwa kamu mengalami wasir. Meski terkadang sebagian orang tidak menyadarinya, namun hal tersebut patut diwaspadai.

Namun tidak perlu khawatir, karena LIMONE telah menghubungi dr. Novita Salim, M.Gizi, SpGK, seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik, untuk menjelaskan terkait gejala dan cara menanganinya.

Apa Itu Wasir dan Penyebabnya?

wasir
Foto: www.canva.com

Dokter Novita menjelaskan bahwa “wasir atau pada istilah medis disebut dengan hemoroid, adalah pelebaran atau pembengkakan pembuluh darah vena pada anus dan perianus. Wasir sama dengan ambeien,” ujarnya.

Pada dasarnya, “pelebaran pembuluh darah ini tidak berbahaya. Tetapi, akan menjadi berbahaya jika wasir bertambah besar atau luas, sehingga kita perlu mengobati dan mencegahnya,” paparnya.

Biasanya, “kondisi ini lebih sering dialami pada orang dewasa, baik itu laki-laki maupun perempuan. Risiko tertinggi yaitu pada orang berusia 45-65 tahun. Penyakit ini juga sering terjadi pada ibu hamil. Kejadian pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus pada anak dan remaja juga saat ini tengah meningkat, faktor risikonya adalah konstipasi dan riwayat keluarga,” jelasnya.

Sementara tentang penyebabnya, “wasir disebabkan oleh adanya bendungan pada pembuluh darah di anus dan perianus. Hal ini diakibatkan karena adanya tekanan yang tinggi secara terus-menerus,” tuturnya.

Sementara faktor risiko terjadinya kondisi ini antara lain adalah “keturunan atau riwayat wasir pada keluarga, bertambahnya usia, konstipasi, pola buang air besar dan mengejan yang sulit,” ungkapnya.

“Selain itu, bisa juga disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung serat, kurang minum air, aktivitas fisik yang kurang, duduk atau berdiri terlalu lama, kehamilan, obesitas, dan lainnya,” terang Dokter Novita.

Apa Jenis-jenis dari Wasir?

wasir
Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus ini terbagi dalam dua jenis, yaitu luar dan dalam. “Wasir luar adalah pembengkakan pembuluh darah yang terletak di luar dekat dengan lubang anus dan permukaannya berupa kulit biasa. Sementara wasir dalam, terletak di bagian dalam anus. Yaitu pembengkakan pembuluh vena dalam,” jelasnya.

Terdapat empat derajat pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus yang dapat disertai dengan perdarahan, di antaranya adalah:

  • Tingkat I, di mana terdapat adanya wasir dan tidak ada prolaps atau kondisi pembengkakan yang membesar dan menonjol ke luar.
  • Tingkat II, yakni di mana prolaps wasir saat mengejan dan bisa masuk lagi sendiri.
  • Tingkat III yakni prolaps wasir tidak bisa masuk sendiri, dan harus dimasukkan secara manual dengan bantuan jari.
  • Tingkat IV di mana prolaps wasir tidak dapat dimasukkan kembali.

Bagaimana Gejala dari Penyakit yang Satu Ini?

Foto: www.canva.com

Pada umumnya, pasien tidak mengalami gejala. Selain itu, “pasien terkadang baru mengetahui menderita wasir ketika sedang dilakukan pemeriksaan endoskopi pada saluran cerna bagian bawah,” ujar Dokter Novita.

Berikut gejala yang bisa kamu perhatikan:

  • Adanya perdarahan lewat anus
  • Penonjolan keluar (prolaps) dan nyeri pada anus
  • Adanya rasa tidak nyaman atau gatal di daerah anus

“Perdarahan biasanya terjadi karena trauma wasir dalam oleh feses yang keras. Kondisi perdarahan yang berulang dapat menyebabkan anemia. Pembengkakan pembuluh darah vena sekitar anus yang membesar perlahan dan menonjol keluar juga menimbulkan prolapse,” tuturnya.

Pada prolaps yang menetap atau tidak dapat dimasukkan kembali, “lendir dan feses bisa ditemukan pada pakaian, menjadi lembap, selanjutnya menyebabkan iritasi kulit daerah anus yang mengakibatkan rasa gatal. Nyeri merupakan akibat dari pembengkakan biru karena trombosis pembuluh darah,” ungkapnya.

Bagaimana Mendiagnosis Penyakit Ini?

Foto: www.canva.com

Biasanya, “rasa nyeri dan tidak nyaman dapat menghambat keinginan untuk buang air besar atau ditahan. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk buang air besar dan konstipasi,” tuturnya.

Selain itu, “prolaps yang menetap juga bisa menimbulkan iritasi pada daerah anus yang meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, perdarahan berulang pada wasir juga dapat menimbulkan anemia. Untuk itu, ketika telah memiliki keluhan, maka sebaiknya perlu dilakukan konsultasi dengan dokter,” imbuhnya.

Menurut Dokter Novita, wasir dapat didiagnosis dengan gejala klinis yaitu adanya “darah di anus, prolapse, rasa tidak nyaman serta gatal di sekitar anus, keluarnya lendir, dan terasa nyeri,” ungkapnya.

Ketika pemeriksaan langsung, “dapat terlihat adanya kelainan khas di anus. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan pemeriksaan colok dubur dan anaskopi, atau rektoskopi. Karena kemungkinan, pasien juga mengalami anemia,” jelasnya.

Bagaimana Cara Mengobati Pembengkakan Pembuluh Darah Vena Ini?

Foto: www.canva.com

Terdapat beberapa cara untuk mengatasi wasir, di antaranya adalah terapi medis dan non medis. “Tujuan dari terapi ini yaitu menghilangkan keluhan. Terapi medis pada derajat I dan II, dapat diberikan salep atau krim untuk wasir, obat melalui anus, atau obat-obat minum sesuai keluhan. Untuk pasien dengan derajat III dan IV, diperlukan tindakan pembedahan atau operasi,” jelasnya.

Sementara untuk terapi non medis, “dianjurkan untuk dilakukan pada wasir semua derajat. Di antaranya dengan perbaikan pola defekasi (buang air besar), pola hidup termasuk makanan, serat, cairan, dan aktivitas fisik,” ujar Dokter Novita.

“Pasien harus minum cairan yang cukup 30-40 mL/kgBB/hari, namun hal ini tergantung dengan usia. Serta dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti pada sayuran, buah-buahan, serealia utuh, atau suplementasi serat komersial. Makanan yang terlalu berbumbu dan terlalu pedas dihindari. Pasien juga dianjurkan untuk lebih banyak jalan atau bergerak,” sarannya.

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Menurut Spesialis Gizi Klinik yang satu ini, “wasir dapat dicegah dengan minum air yang cukup, konsumsi sayuran, dan buah-buahan. Hal ini bertujuan supaya buang air besar lancar, sehingga tidak perlu mengejan berlebihan. Saran lain adalah menjaga berat badan ideal, olahraga yang cukup, dan hindari duduk atau berdiri terlalu lama,” anjurnya.

“Setiap pasien bisa memiliki keluhan dan derajat wasir yang berbeda-beda. Kebutuhan nutrisi, serat, cairan, dan anjuran olahraga juga berbeda-beda pada setiap orang. Pesan saya, konsultasi dengan dokter ahli untuk pencegahan dan penanganan yang tepat,” tutupnya.