Ini 5 Vitamin dan Mineral yang Wajib Dikonsumsi Anak

vitamin anak
Foto: www.pexels.com

Memiliki anak yang sehat dan kuat tentunya menjadi harapan bagi kebanyakan orang tua. Sehingga menjaga asupan nutrisi pun menjadi cara yang bisa dilakukan. Pemberian vitamin anak pun menjadi salah satu nutrisi penting yang tidak boleh terlewatkan. Namun, apa saja sebenarnya vitamin yang dibutuhkan anak?

Jika kamu penasaran dan ingin mengetahui jawabannya, simak penjelasan dari dr. Mildi Felicia, Sp.A Dokter Spesialis Anak dari RSU UKI Jakarta, Primecare Clinic Jakarta, Kiddiecare Clinic Alam Sutera, yang akan membahas terkait vitamin anak dan tips memberikan vitamin.

Perlukah Anak Mengonsumsi Vitamin?

vitamin anak
Foto: www.freepik.com

Sesungguhnya, “vitamin merupakan substansi organik yang ditemukan dalam jumlah kecil pada bahan makanan alami. Bersama dengan mineral, vitamin masuk dalam kategori mikronutrien yang berguna untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak,” jelas Dokter Mildi.

Sehingga vitamin merupakan salah satu nutrisi yang tidak boleh terlewatkan, karena, “kekurangan vitamin dan mineral dalam tubuh dapat meningkatkan risiko berkembangnya masalah kesehatan di kemudian hari,” tambahnya.

“Beberapa kondisi yang dapat memicu kurangnya kebutuhan mikronutrien antara lain adalah anak pemilih makanan (picky eater), rendahnya konsumsi sayur dan buah, hingga gangguan penyerapan pada saluran cerna,” terangnya.

Apa Saja Jenis Vitamin yang Dibutuhkan Oleh Anak?

Foto: www.freepik.com

Dokter Mildi menuturkan bahwa, “menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada dasarnya pemberian vitamin dan mineral merupakan sebuah suplementasi, sehingga hanya diberikan pada bayi dan anak yang kebutuhan mikronutriennya tidak terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari,” ungkapnya.

“Ada beberapa jenis vitamin dan mineral yang diperlukan oleh anak, di mana sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) pemberiannya disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing,” imbuhnya.

Baca Juga :  Manfaat Vitamin B: dari Mengurangi Stres Hingga Mencegah Kulit Belang

Vitamin A

“Penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen vitamin A, bisa menurunkan angka kematian anak sebesar 24%, dan menurunkan kematian akibat diare sebesar 28%.  Rekomendasi WHO untuk pemberian suplemen vitamin A pada usia 6-11 bulan adalah 100.000 U dan usia 12-59 bulan adalah 200.000 U,” paparnya.

Selain itu, “program Kementirian Kesehatan Indonesia menetapkan setiap bulan Februari dan Agustus adalah bulan pemberian vitamin A,” katanya.

Vitamin C

Fungsi vitamin C pada anak adalah “untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, membantu membentuk dan memperbaiki sel darah merah, tulang, serta jaringan tubuh, serta mempercepat penyembuhan luka. Bahkan, vitamin C turut berperan penting dalam mendukung proses penyerapan mineral zat besi yang ada di dalam sumber makanan,” tutur Dokter Mildi.

Vitamin D

Vitamin D tentunya “dibutuhkan untuk mendukung berbagai fungsi tubuh anak, seperti menjaga kesehatan tulang dan gigi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan jantung dan paru-paru,” ujarnya.

Faktanya, “vitamin D tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, melainkan harus didapat dari makanan harian dan sinar matahari. Kemudian setelah terpapar sinar matahari, barulah proses pembentukan vitamin D di dalam tubuh aktif,” lanjutnya.

Zat Besi

“Zat besi memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, serta meningkatkan daya tahan tubuh serta konsentrasi belajar. Suplementasi zat besi disarankan pemberiannya rutin sejak usia 6 bulan, setiap hari selama 3 bulan setiap tahunnya,” ucap Dokter Mildi.

Zinc

“Suplementasi zinc terbukti menurunkan kejadian diare, dan penyakit infeksi pada umumnya. Suplementasi diberikan rutin selama minimal 3 bulan setiap 6 bulan sekali, pada bayi usia 6-23 bulan,” terangnya.

Apakah Pemberian Vitamin Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Foto: www.freepik.com

Dari banyaknya jenis vitamin anak, kemudian apakah pemberian vitamin ini perlu berkonsultasi dengan dokter?

Baca Juga :  Beragam Manfaat Vitamin yang Wajib Kamu Ketahui

“Jika orang tua ingin memberikan suplemen vitamin dan mineral pada anak, sebenarnya tidak masalah (tidak berkonsultasi) dengan catatan memilih suplemen yang sesuai usia dengan formulasi yang dibutuhkan oleh anak, dan dikonsumsi sesuai aturan pakai,” jawabnya.

Selain itu, pemilihan suplemen juga sebaiknya mempertimbangkan kemampuan anak. Jika anak sudah bisa menelan dengan baik, maka dapat diberikan vitamin dalam bentuk padat, sedangkan jika usia anak kurang dari tiga tahun, sebaiknya pertimbangkan pemberian dalam bentuk cair,” saran Dokter Mildi.

Namun jika orang tua ragu dalam pemberian suplementasi mikronutrien, “untuk  lebih pastinya maka dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak,” anjurnya.

Bagaimana Cara Memberikan Asupan Vitamin?

Foto: www.pexels.com

Terkadang sebagian orang tua mengalami kesulitan untuk memberikan vitamin pada anak. Untuk itu Dokter Mildi menyarankan bahwa, “pada kondisi di mana pemberian tambahan mikronutren dari suplemen tidak dapat diberikan, maka jangan putus asa, oleh karena mikronutrien kaya kandungannya dari makanan sehari-hari,” tuturnya.

Terdapat beberapa bahan makanan sumber yang telah mengandung vitamin, yakni:

Sumber vitamin A

Sumber vitamin A di antaranya adalah:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Susu
  • Keju
  • Hati sapi
  • Ikan
  • Wortel
  • Tomat
  • Bayam
  • Daun pepaya

Sumber vitamin D

Vitamin D dapat ditemukan pada:

  • Kuning telur
  • Minyak ikan
  • Susu
  • Keju
  • Ikan salmon
  • Jamur
  • Paparan sinar matahari pada kulit

Sumber vitamin D

Sumber makanan yang kaya akan vitamin C seperti:

  • Buah jambu
  • Jeruk
  • Mangga
  • Tomat
  • Pisang
  • Stroberi

Kesimpulan

vitamin anak
Foto: www.freepik.com

Meski mengonsumsi vitamin dapat bermanfaat, namun “tidak dianjurkan untuk pemberian vitamin yang berlebihan pada anak. Karena dapat berdampak pada kelebihan vitamin (hipervitaminosis),” ungkapnya.

Terdapat beberapa efek samping pemberian vitamin yang berlebihan, seperti :

  • Hipervitaminosis A: meningkatkan risiko osteoporosis, penglihatan kabur, dan sakit kepala.
  • Kelebihan vitamin B: menimbulkan sulit bernapas, sakit kepala, hilangnya koordinasi otot, dan kelumpuhan.
  • Hipervitaminosis C: menimbulkan rasa mual, muntah, diare, dan sakit perut.
  • Hipervitaminosis D: menyebabkan mual, muntah, nyeri tulang, dan tuli.
Baca Juga :  Tepatkah Membedakan Mainan Untuk Anak Perempuan dan Laki-laki?

Untuk itu, “jika anak menunjukkan gejala kelebihan vitamin, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak, dan segera hentikan asupan suplemen,” pesannya.