Tanya Dermatolog: Seberapa Penting Melakukan Night Skin Care Routine?

night skin care routine
Foto: www.stocksy.com

Ah, night skin care routine—saudara kandung day skin care routine, tapi sepertinya sering kali dianaktirikan oleh sebagian orang (apakah kamu termasuk di dalamnya? Jujur, LIMONE termasuk dalam kategori ini.) Pasalnya, hei, energi sudah nyaris mencapai titik nol di penghujung hari, dan satu-satunya kita pedulikan adalah bantal dan kasur (syukur-syukur mandi)!

Seberapa penting night skin care routine dalam perawatan kulti sehari-hari? Untuk mendapatkan penjelasan dan pencerahan yang lengkap, LIMONE menghubungi dr. Arini Astasari Widodo, SpKK, seorang konsultan medis dermatologi klinis dari Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. Semoga setelah membaca ini kamu menemukan energi untuk lebih rajin melakukan night skin care routine.

Apa Perbedaan antara Night Skin Care Routine dengan Pagi/Siang?

night skin care routine
Foto: www.freepik.com

Menurutnya, pada pagi dan siang hari, kita terutama harus perhatikan adalah adanya sinar matahari. Beberapa skincare ingredients membuat kulit kita photosensitive, yaitu kulit akan menjadi merah apabila terkena sinar matahari apabila menggunakan skincare tersebut. “Itulah sebabnya penggunaan skincare di pagi atau siang hari sebaiknya diakhiri dengan pemakaian sunscreen untuk menghindari beberapa ingredients terdegradasi akibat sinar matahari, terutama produk yang tidak photostable,” jelas Dokter Arini.

Nah, penggunaan produk yang bahan-bahannya tidak photostable atau dapat menyebabkan photosensitivity ini ideal apabila digunakan pada malam hari.

Selain itu, karena tidur dan tidak ada aktivitas metabolik tinggi, aktivitas kelenjar minyak dan keringat juga minim, sehingga membuat kulit kering. Apabila jika pada malam hari kamu menggunakan AC, maka kulit akan semakin kering. Di sinilah night skin care berfungsi dan bermanfaat.

Dan menilik bahwa perawatan kulit pagi/siang dan malam memiliki fungsi masing-masing, maka “keduanya sangat penting, hanya saja beda hal yang ditekankan,” tegasnya.

Apakah Perlu Memiliki Perawatan Kulit Malam Hari?

night skin care routine
Foto: www.freepik.com

Sekali lagi: perawatan kulit malam hari itu sangat penting. Seperti yang dijelaskan di atas, hubungannya adalah karena aktivitas metabolik lebih rendah pada malam hari, plus temperatur tubuh berubah, tidak berkeringat, aktivitas kelenjar minyak rendah, sehingga kulit cenderung lebih kering. Salah satu fungsi utama night skin care adalah untuk menghindari kulit menjadi kering.

Tidak hanya itu, pada malam hari tubuh kita melakukan perbaikan (self-repair) semua organ dan sel tubuh, termasuk kulit.

“Sehingga skincare yang dipilih sebaiknya mendukung proses repair dan regenerasi sel yang dilakukan selama kita tidur. Saat dalam skin renewal mode ini, kulit akan lebih membutuhkan nutrien dan mengabsorbsi lebih optimal,” paparnya.

Bagaimana Menentukan Night Skin Care Routine yang Tepat?

night skin care routine
Foto: www.unsplash.com

Satu prinsip utama yang senantiasa dipakai saat menentukan perawatan kulit, baik malam atau siang, yakni tergantung kebutuhanmu. Tepatnya, pertimbangannya berdasarkan tiga hal:

  1. Skin Goals: apa yang kamu inginkan atau capai dari melakukan perawatan kulit tersebut (kulit lebih cerah, terlihat lebih dewy, dan sebagainya)
  2. Skin Problems: masalah kulit yang kamu alami sekarang ini (jerawat batu, jerawat pasir, pigmentasi kulit, dan lain sebagainya)
  3. Skin Type: apa jenis kulitmu (kering, berminyak, sensitif, dan lain-lain)

“Selain faktor di atas, faktor lingkungan dan kebiasaan saat tidur perlu di pertimbangkan. Contoh, menggunakan AC atau tidak, iklim, cuaca, temperatur, apakah sebelum tidur melakukan physical exfoliation seperti scrubbing dan lainnya. Misalnya yang tidur menggunakan AC tentu akan lebih kering dan membutuhkan moisturizer yang lebih oklusif,” terang Dokter Arini.

Untuk yang belum tahu, okslusif artinya produk tersebut mengandung bahan-bahan yang dapat menghambat terjadinya penguapan air dari permukaan kulit. Dengan menghambat terjadinya penguapan air pada permukaan kulit, bahan-bahan oklusif dapat meningkatkan kandungan air dalam kulit. Contohnya adalah petrolatum, minyak mineral parafin, skualen, minyak kedelai, propilen, glikol, dan lain sebagainya.

Ada banyak jenis rutinitas kulit sana (K-beauty punya 14-step skincare, misalnya, yang sepertinya hanya bisa dilakukan oleh orang paling rajin di dunia). Namun, menurut Dokter Arini, ada yang namanya perawatan basic skincare. Yakni… pembersih wajah dan tabir surya (pada pagi/dan siang hari), serta pelembap.

“Perawatan kulit tersebut harus digunakan setiap orang,” tekannya. “Namun pemilihan produk, bahan aktif lain, harus mengikuti skin goals, skin problems, dan skin type tiap orang,” tegasnnya.

Adakah Produk Kulit yang Wajib Dipakai pada Malam Hari?

Foto: www.freepik.com

“Pertama penggunaan cleanser yang lembut sebelum memakai skincare yang lain,” ujarnya. Mungkin kamu tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang, tapi percayalah kulit wajahmu dipenuhi dengan kotoran, polutan, makeup, dan kuman. Uh-uh, ini efek dari aktif seharian. Jadi, “penting dibersihkan untuk menghentikan bahan-bahan tersebut merusak kulit,” ujarnya.

Selanjutnya, serum atau krim dengan bahan aktif. Namun, untuk mengaplikasikan ini, pastikan kulit dalam keadaan bersih dan lembap.

Ada lagi, Dok?

Moisturizer juga penting untuk dipakai pada malam hari untuk memperbaiki barrier kulit dan menjaga kulit tetap lembap. Selain itu, penggunaannya setelah bahan aktif dapat membantu mencegah potensi iritasi dan membantu absorbsi bahan aktif secara optimal,” sarannya.

Plus: “Jangan lupakan area sekitar mata dan bibir yang dapat kering sepanjang kita tidur. Kamu dapat memakai lip balm atau hydrating eye cream untuk mencegah kerut akibat kering pada sekitar mata dan bibir pecah-pecah,” jelasnya.

Bagaimana Urutan Perawatan Kulit Malam?

Foto: www.unsplash.com

Sekali lagi, segala bentuk perawatan kulit perlu dipertimbangkan berdasarkan: skin goals, skin problems, dan skin type.

Dan produk yang perlu dipakai untuk perawatan kulit malam adalah: cleanser yang lembut, moisturizer yang bersifat oklusif untuk mengunci hidrasi (ini terutama berguna untuk yang memiliki kulit yang kering), dan produk dengan bahan aktif yang sesuai dengan masalah kulit.

“Secara general, menggunakan bahan aktif yang bersifat repairing dan memperbaiki regenerasi kulit, sehingga dapat membenahi kulit yang rusak akibat pajanan polutan dan UV di pagi/siang hari,” terangnya.

“Secara spesifik, dapat disesuaikan dengan problem kulit dan tipe kulit. Misalnya, pemilihan bahan aktif untuk menanggulangi pigmen berlebih pada seseorang dengan flek kulit, misalnya dengan kojic acid, arbutin, glycolic acid, niacinamide, dan lainnya. Sedangkan untuk yang berjerawat, dapat menggunakan bahan aktif seperti salicylic acid, niacinamide, tea tree dan lainnya,” tambahnya.

Urutan Perawatan Kulit Malam:

  1. Pembersih (cleanser)
  2. Produk kulti dengan bahan aktif (bila dibutuhkan)
  3. Pelembap bersifat oklusif

“Pada dasarnya layering dimulai dari produk yang lebih water based dan diakhiri dengan produk yang lebih oil based. Misalnya dimulai dengan cleanser, lalu essense/toner, diikuti losion, krim, butter atau minyak,” ujarnya, memberi contoh.

Seberapa Penting Memakai Overnight Mask?

Foto: www.pexels.com

Ada banyak jenis masker di luar sana, dan salah satu yang berkaitan erat dengan night skin care routine adalah overnight mask. Seberapa penting mengintegrasikan masker ini ke dalam perawatan kulit sehari-hari?

“Tentu yang perlu ditelaah dari pertanyaa ini adalah apa efektivitas masker ini,” terang Dokter Arini. “Dan umumnya efektif untuk menjaga kulit lembab,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa overnight mask merupakan salah satu cara mencegah untuk kulit menjadi tidak kering. Dan produk ini cukup efektif untuk membuat kulit tetap lembap. “Namun perlu diingat bahwa beberapa jenis sheet mask juga kalau digunakan semalaman kadang juga kering pada pagi harinya,” imbuhnya.

Oops.

Menurutnya, sejumlah overnight mask mengandung bahan aktif, yang tentunya berbeda-beda pada berbagai jenis masker. “Ada yang untuk hydrating, antiaging, brightening, dan lainnya. Sehingga, benefit tambahan selain melembapkan kulit, bisa berbeda pada masker, bergantung pada bahan aktif yang ditambahkan. Masker pada prinsipnya dapat membantu masuknya bahan aktif secara intensif ke kulit,” tekannya.

Jika kamu bertanya-tanya apakah overnight mask lebih efektif dari masker lainnya, jawabannya adalah… tergantung pada konsentrasi dan formulasi produk. “Dalam melembapkan kulit, selain masker, penggunaan moisturizer yang oklusif seperti shea butter juga efektif dipakai pada malam hari karena efektif dalam mencegah penguapan pada kulit,” bocornya.

Oh, satu lagi: Dokter Arini mengingatkan bahwa beberapa masker mengandung bahan yang dapat mengeksfoliasi kulit, sehingga sebaiknya berhati-hati saat menggunakan masker seperti ini. “Penggunaannya tidak boleh terlalu sering, hanya 2-3 kali seminggu. Baca aturan pakai setiap masker, karena tidak semua masker didesain untuk menjadi overnight mask. Durasi pemakaian masker tidak boleh melampaui instruksi yang tertera,” tekannya.

Jadi, jangan lupa lakukan rutinitas setelah kamu membaca ini, ya.

Selanjutnya: Masih bingung dengan jenis kulitmu? Dermatolog ini membocorkan cara mengetahui tipe kulit yang kamu miliki.