It’s Tummy Time! Ini Manfaatnya untuk Bayi dan Cara Melakukannya

tummy time
Foto: www.freepik.com

Tummy time menjadi salah satu kegiatan yang tidak boleh terlewatkan oleh orang tua dan bayi. Meski sebagian orang tua terkadang takut untuk membiarkan bayi mereka tengkurap apalagi ketika baru lahir, namun sesi latihan ini memiliki beragam manfaat bagi perkembangan bayi. Akan tetapi, bagaimana cara yang aman untuk melakukan hal tersebut?

Jangan khawatir, karena LIMONE telah menghubungi dr. Lucy Amelia, Sp.A., M.Kes, Dokter Spesialis Anak dari RS Murni Teguh Sudirman dan RS Hermina Podomoro, yang akan menjelaskan cara yang tepat untuk melakukan tummy time.

Apa Itu Tummy Time?

tummy time
Foto: www.freepik.com

Dokter Lucy menuturkan bahwa “tummy time adalah kegiatan membuat posisi tengkurap atau berbaring di atas perut pada bayi. Hal ini bisa dilakukan selama beberapa waktu, ketika mereka (bayi) terbangun. Pastinya perlu dengan pengawasan orang tua,” jelasnya.

Spesialis anak ini juga menuturkan bahwa tummy time akan aman untuk dilakukan, asalkan “harus diawasi oleh orang tua. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya sumbatan jalan napas pada bayi,” tambahnya.

Meski begitu,posisi tengkurap ini “tidak dianjurkan untuk dilakukan pada bayi prematur, gastroesofageal reflux disease (GERD), dan kelainan bawaan,” paparnya.

Kapan biasanya bayi diperbolehkan untuk posisi tengkurap? “Berdasarkan American Academy of Pediatric (AAP), tummy time dapat dilakukan sejak lahir dengan meletakkan bayi di atas perut atau dada ibu. Durasi dari dilakukannya posisi ini juga dapat ditingkatkan secara perlahan, sesuai dengan kemampuan dan usia dari bayi,” tutur Dokter Lucy.

Apa Manfaat dari Melakukan Tummy Time?

Foto: www.freepik.com

Saat melakukan tummy time, bayi akan berusaha untuk mengangkat kepalanya. Sehingga posisi tengkurap ini dapat berdampak baik bagi bayi. Menurut Dokter Lucy, terdapat beragam manfaat dari melakukan posisi tengkurap pada bayi, yakni:

Membantu mencegah plagiocephaly

Dengan melakukan posisi tengkurap, hal ini juga dapat membantu mencegah bentuk kepala rata di bagian belakang, atau yang dikenal dengan istilah plagiocephaly.

Memperkuat otot leher dan bahu

Ketika bayi berada dalam posisi tengkurap, ia akan berusaha untuk mengangkat kepalanya. Hal ini bisa membantu “memperkuat otot leher dan bahu. Sehingga nantinya dapat mendukung kemampuan bayi untuk tengkurap, berbalik, duduk, merangkak, dan berjalan,” terangnya.

Meningkatkan kemampuan bayi

Selain itu, posisi bayi berbaring di atas perut juga dapat meningkatkan kemampuan motorik, sensorik, dan visual.

Bagaimana Cara Melakukan Tummy Time dengan Aman?

tummy time
Foto: www.freepik.com

Mungkin sebagian ibu merasa takut untuk melakukan tummy time pada anak. Namun sebenarnya cukup mudah untuk melakukan posisi tengkurap pada bayi. Berikut langkah yang aman untuk melakukan tummy time:

  • Letakkan bayi di atas alas yang datar, seperti lantai atau kasur. Namun pastikan alasi terlebih dahulu dengan kain yang lembut.
  • Taruh mainan atau cermin di depan bayi, atau seseorang di depannya sambil mengajaknya untuk bermain.
  • Latihan dengan posisi tengkurap ini dapat dilakukan setelah mengganti popok atau ketika bayi baru bangun dari tidur.

Untuk melakukan posisi ini, maka dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari. “Dimulai dengan dua sampai lima menit, kemudian dapat dinaikkan secara bertahap. Hingga ketika usia tiga bulan, diharapkan bayi dapat melakukan tummy time selama satu jam dalam sehari. Jumlah ini dapat dibagi menjadi beberapa sesi dalam sehari,” jelas Dokter Lucy.

Meski aman untuk dilakukan, namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin melatih anak dalam posisi tengkurap. Di antaranya adalah:

  • Hindari melakukan tummy time ketika bayi dalam keadaan mengantuk atau tidur.
  • Jangan tinggalkan bayi dalam posisi tengkurap.
  • Jauhkan bantal, guling, dan selimut dari jangkauan bayi.
  • Jangan lakukan posisi ini setelah bayi makan atau ketika bayi menangis.

Adakah Risiko Melakukan Posisi Tengkurap pada Bayi?

Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Lucy, “tummy time yang dilakukan ketika bayi tertidur dapat menimbulkan risiko SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome. Kondisi ini akan menyebabkan kematian mendadak pada bayi normal yang diakibatkan oleh kejadian yang tidak terduga dan tidak dapat dijelaskan,” terangnya.

Pasalnya, ketika bayi berada dalam posisi telungkup saat tidur, maka bisa membuat buah hati kesulitan untuk bernapas. Untuk itu, disarankan agar bayi tertidur dalam posisi telentang. Serta, hindari menggunakan tempat tidur yang tebal dan terlalu empuk.

Kesimpulan

Foto: www.pexels.com

Saat bayi melakukan tummy time, pastikan terdapat seseorang yang mengawasinya dan tidak meninggalkannya sendirian. Meski terdapat beragam manfaat dari melakukan posisi ini, namun tidak disarankan untuk melakukan posisi tengkurap ini ketika bayi sedang tertidur. Karena hal tersebut bisa menimbulkan risiko sindrom kematian bayi mendadak.

“Mulailah dengan durasi waktu selama dua hingga lima menit. Kemudian tingkatkan perlahan sesuai usia dan kemampuan bayi. Jangan lupa untuk melakukannya ketika bayi sedang berada dalam keadaan yang gembira,” saran Dokter Lucy.

Selain itu, Dokter Spesialis Anak ini juga menganjurkan agar orang tua dapat “menciptakan suasana yang menyenangkan dengan menyanyikan lagu atau menggunakan mainan. Bisa juga sambil mengajak mereka berbicara dengan mensejajarkan mata kita dengan mata bayi. Jika bayi tertidur ketika tummy time, maka kembalikan pada posisi terlentang,” pesannya.