5 Trik Berhemat agar Tidak Bangkrut Saat Mempersiapkan Pernikahan

Foto: www.shutterstock.com

Ulangi mantra ini: kamu tidak membutuhkan semua yang kamu lihat di Pinterest dan tidak perlu selalu “terinspirasi” pernikahan “wah” selebgram favoritmu. Serius. Di sisi lain tidak ada salahnya—dan kamu tidak perlu malu bila ingin dijemput BMW seri terbaru, tapi jika itu pilihanmu, apa kamu juga membutuhkan orkestra atau biduanita super terkenal, atau wedding organizer yang dipakai Syahrini? Memang sih, semuanya terlihat cantik di Pinterest dan Instagram, tapi apakah kamu punya duit untuk membiayai semua itu? (Kalau punya duit dan tidak harus berutang atau menjual ginjal, silakan saja).

Mempersiapkan pernikahan memang mahal. Uh-uh. Jadi, apa yang bisa kamu lakukan agar tidak masuk rumah sakit setelah resepsi pernikahan (karena stres melihat rekening tabungan dengan saldo nol dan tagihan kartu kredit yang lebih banyak angka nol dibandingkan angka lain)? Berikut beberapa tips yang membuat biaya pernikahanmu mendapat status “Wajar tanpa pengecualian”—dan bahkan ada dana tersisa untuk bulan madu! Yipieee.

Tuliskan Dana yang Tersedia

Ini penting super penting, tapi sering kali lupa karena mungkin terdengar sederhana. Tanpa memperhitungkan dana yang tersedia, kemungkinan biaya bertambah akan semakin tinggi. Gunakan budget planner (ada banyak aplikasi gratis) dan tambahkan semua yang dibutuhkan ke dalamnya. Semuanya. Yep, bahkan biaya sandal jepit yang mungkin tidak seberapa. Jika semua dijumlahkan, maka akan lebih mudah mengontrol pengeluaran.

Ohya, jujurlah tentang dana yang tersedia ketika kamu berkeliling menghabiskannya (baca: belanja). Jangan merasa kamu harus menyebutkan angka tinggi supaya terdengar “wuaaah”. Bisa-bisa nanti gaun (misalnya) yang ditunjukkan kepadamu adalah yang lebih mahal dan kamu terlanjur jatuh cinta padahal tidak sanggup membayarnya!

Jadilah DIY Queen

Tidak ada gunanya menjadi saingan Beyonce, tapi paling tidak kamu bisa menjadi DIY Queen menjelang hari pernikahanmu. Semakin banyak yang bisa kamu DIY-kan, semakin rendah biaya pernikahan. Namun, jangan terlalu berlebihan, ya. Gaun pengantin? Kue? Jas? Undangan? Dekorasi? LIMONE sudah cukup lama hidup di dunia ini dan belum pernah mendengar ada seorang pengantin melakukan semuanya sendiri. Pilih sesuatu yang sesuai dengan kemampuanmu (dan selama ini hasilnya memang terbukti bagus). Misalnya jika kamu jika jago desain, mungkin bisa mendesain kartu undangan sendiri dan mencetaknya di jasa profesional? Butuh ide? Itulah gunanya Pinterest dan media sosial.

Bertanya, Minta Tolong, dan Pinjam

Meminjam adalah satu kunci untuk membuat dana pernikahanmu tidak tumpah ruah ke mana-mana. Kemungkinan kamu pasti punya teman ‘kan? Iya ‘kan? Manfaatkan keberadaan mereka. Jika mereka sudah pernah menikah dan punya sesuatu yang bisa kamu pinjam (bingkai foto, tiara, dll)—lakukan. Punya teman yang memiliki mobil mewah? Minta ijin untuk dipakai satu hari. Bagaimana dengan tante kamu yang selalu menggembar-gemborkan kue buatannya super enak (dan memang enak, sih)? Coba tanya apakah dia bersedia memberikan kado pengantin dalam bentuk kue. Ohya, jangan lupa mengatakan “nggak papa kok, kalau menolak” dengan senyuman manis dan mata mengiba.

Oh, oh, tentang wedding band… memang perlu biaya tidak sedikit. Sewa mahasiswa dari sekolah musik; biayanya biasanya lebih murah. Atau jika kamu dan pasangan punya daftar lagu kesukaan, tidak ada salahnya mencoba membuat wedding party list sendiri. Atau, tanya para tamu untuk memberikan saran lewat email atau DM. Dengan begini, kamu senang, tamu senang, kantong pun girang. Malam karaoke pun terjadi.

Lupakan Hari Sabtu

Semua sepertinya lebih mahal di hari Sabtu. Bahkan harga ojek daring. Apalagi, gedung untuk pernikahan! Trik yang perlu kamu ingat agar dana yang tersedia tidak dimakan seluruhnya oleh gedung: lupakan hari Sabtu, pilih hari lain (Senin sampai Jumat, dan Minggu). Harga yang lain pun (katering, fotografer, videografer) bisa jadi lebih terjangkau.

Tentang Hal Lain…

  • Gedung: jika tidak mengenai hidup dan mati, carilah tempat yang tidak mengharuskanmu memakai DJ A, katering Z, dekorator X. Dan pilih gedung/ruangan yang sudah cantik sehingga kamu tidak perlu mendekorasinya dari ujung ke ujung.
  • Bunga: pilih greenery (lebih murah) atau bunga-bunga tertentu yang cantik tapi jarang dipilih untuk acara pernikahan (spider mums, fennel flowers, atau hosta flowers), padankan dengan lilin (bila memungkinkan) agar resepsi terlihat cantik dan romantis. Dan dekorasikan hanya pada beberapa titik fokus (di sekitar pelaminan, di pintu masuk), sehingga kamu tidak perlu membeli 10 truk bunga. Atau jangan pakai bunga sama sekali.
  • Gaun dan perhiasan: sewa baju atau perhiasan. Atau beli pre-loved dress.
  • Fotografi: pilih paket yang lebih murah yang tidak termasuk hard-copy prints dan album. Kamu bisa beli sendiri. Atau cari bakat-bakat baru yang harganya lebih terjangkau.
  • Makanan: buffet adalah opsi terbaik dan coba temukan tukang katering lokal yang tidak terlalu mahal tapi bagus.
  • Bridesmaids: beli bahan seragam berbulan-bulan sebelumnya. Atau yang lebih kreatif lagi, katakan sejujurnya bahwa kamu tidak punya dana lebih untuk seragam bridesmaids. Karena mereka adalah teman seperjuangan, mereka pasti tetap akan datang kok meski tidak diberi seragam. Harusnya, ya.

Apakah kamu sedang mempersiapkan pernikahan? Menurut trik apa yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya? Bagi-bagi cerita, ya!

podcast button