Saran Psikolog: Ini Trik Mencintai Hari Senin (Buh-Bye, Monday Blues!)

Foto: www.shutterstock.com
Last updated:

Artikel ini tidak salah hari. Memang sih, ini hari Jumat—dan LIMONE tidak memiliki niat untuk membuat kamu teringat-ingat tentang hari Senin dan merusak akhir pekanmu. Justru sebaliknya, dengan membaca ini kamu akan semangat dan menyambut hari paling bikin pusing itu dengan ‘I really hate love Monday‘! Semoga, ya. Bagaimana caranya? Coba baca penjelasan ahli ini tentang Monday Blues dan cara agar memiliki semangat pagi di hari Senin.

Pertama-Tama: Apakah Monday Blues Termasuk Fobia?

Foto: www.unsplash.com

Menurut psikolog klinis Beta Kurnia Arriza, M.Psi. fobia terhadap hari Senin (Lunaediesophobia) berbeda dengan Monday Blues, namun bisa menjadi kondisi yang lebih serius dari Monday Blues.

“Ketika yang dialami adalah ketakutan ekstrim atau berlebihan terhadap hari Senin sehingga membuat penderitanya sampai menghindar seperti tidak mau ke luar rumah pada hari Senin, maka itu bisa menjadi tanda fobia hari Senin,” ucap psikolog ini pada LIMONE melalui pesan singkat.

Beta menyampaikan kondisi tersebut kemudian mengganggu aktivitas sehari-hari penderita dan menjadi distres tersendiri. “Untuk menegakkan diagnosa fobia sendiri, perlu dilakukan pemeriksaan psikologis yang dilakukan oleh psikolog atau psikiater,” tekannya.

Pengertian Monday Blues

Foto: www.unsplash.com

Monday Blues menggambarkan emosi kurang menyenangkan seperti “perasaan cemas, sedih, kelelahan, stres yang dirasakan terkait hari Senin,” papar Beta. “Kondisi ini bisa menjadi petunjuk bahwa ada stresor tertentu di hari Senin, seperti aktivitas yang dilakukan atau lingkungan yang ditemui pada hari Senin.”

Ia berpendapat, bahwa ketakutan tentang apa yang akan terjadi pada hari Senin seringkali lebih menimbulkan rasa tidak nyaman, mengurangi rasa semangat pagi, daripada hari Senin itu sendiri. “Dengan kata lain, yang menjadi stresor bukan hari Senin melainkan apa yang terjadi pada hari Senin.”

Ini Alasan Banyak Orang Benci Senin

Foto: www.shutterstock.com

Banyak orang yang merasa malas bahkan sering galau ketika berhadapan dengan hari Senin. Tidak heran muncul istilah ‘I Hate Monday’. Apakah kamu sering mengatakan, menuliskan, meneriakkannya? Mengapa ya, Senin sangat menakutkan dan semangat pagi di hari Senin berada di titik nol?

Beta menjelaskan, orang tidak menyukai hari Senin karena diasosiasikan sebagai hari untuk memulai rutinitas dengan tugas dan tanggung jawab. Senin juga diasosiasikan dengan hari untuk mengakhiri akhir pekan yang bebas dan menenangkan.

“Kita seringkali memiliki bias persepsi mengenai hari Senin, bahwa Senin akan menghilangkan rasa bebas dan menyenangkan,” cetusnya. “Banyaknya beredar meme atau candaan I Hate Monday di media sosial, seringkali membantu membangun kebiasaan untuk mengeluhkannya.”

Kemungkinan Ada Isu Lain di Balik Benci Senin

semangat pagi
Foto: www.unsplash.com

Beta menyampaikan Monday Blues seringkali merupakan penanda bahwa ada kondisi tertentu yang terjadi di hari Senin yang membuatmu merasa terancam, stres, sedih. “Sehingga seringkali, bukan hari Senin yang sebenarnya dibenci atau ditakuti.” Adapun kondisi-kondisi tersebut antara lain:

  • Kebutuhan diri yang belum terpenuhi. Misalnya kebutuhan untuk istirahat, kebutuhan untuk terhubung dengan orang terdekat ketika rutinitas atau beban kerja sedang sangat padat.
  • Adanya stresor atau masalah yang belum selesai terkait pada rutinitas atau lingkungan tertentu yang memberikan distres tersendiri.
  • Sikap terhadap pekerjaan. Ketika menganggap bahwa pekerjaan adalah lawan dari kesenangan dan merupakan gangguan untuk kesenangan, maka hari Senin akan lebih berat untuk dihadapi
  • Depresi. Kondisi diri yang sedang mengalami gangguan psikologis seperti depresi seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya, termasuk terkait hari Senin.

Ini Ciri-ciri Monday Blues

semangat pagi
Foto: www.gettyimages.com

Menurut Beta, sesekali kita akan merasakan Monday Blues, baik itu sebagai pekerja, mahasiswa, ataupun orangtua dengan rutinitas tertentu di hari Senin. “Monday Blues juga bisa terjadi pada orang yang menyukai aktivitas tersebut,” ujarnya.

“Sering saya temui, ibu rumah tangga juga bisa alami,” Beta menerangkan lebih lanjut. “Mereka menyukai rutinitas bangun pagi sediakan bekal, antar anak sekolah. Namun, sesekali mereka merasa lelah dengan  hari Senin.”

Banyaknya beredar meme atau candaan I Hate Monday di media sosial, seringkali membantu membangun kebiasaan untuk mengeluhkannya

Ciri-ciri bahwa kita mengalami Monday Blues: “Munculnya rasa takut, lelah, tertekan hingga cemas ketika menghadapi hari Senin,” ungkapnya. “Serta menimbulkan emosi yang membuat mereka yang mengalaminya kurang bisa menikmati aktivitasnya hingga mempengaruhi kinerja hingga hubungannya dengan orang lain.”

Akan tetapi, intensitas dan frekuensi emosi yang dirasakan oleh masing-masing orang bisa berbeda. “Masih dikatakan wajar, ketika Monday blues hanya dirasakan sesekali dan tidak terlalu memiliki dampak terhadap aktivitas sehari-hari termasuk kinerja kerja.”

Ia menyarankan bila Monday Blues mulai muncul secara signifikan mengganggu aktivitas sehari-hari, mempengaruhi hubungan dengan orang lain dan menyebabkan distres yang berlebihan, maka baiknya melakukan konsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater.

Ini Cara Mengatasi Monday Blues dan Agar Lebih Memiliki Semangat Pagi

semangat pagi
Foto: www.unsplash.com

Untuk mengatasi Monday blues, Beta memaparkan yang harus dilakukan yakni:

1. Lakukan rawat diri (self care) untuk memenuhi work-life balance.

Terlebih dahulu kenali kebutuhan diri dengan memberikan beberapa pertanyaan yang membantumu merasa lebih baik.

“Tanyakan ke diri, ‘apa yang bisa kulakukan untuk membuat Seninku menjadi lebih menyenangkan untuk dijalani’? Misalnya apakah diri membutuhkan istirahat, bertemu dengan teman dan keluarga, me time, olahraga, melakukan hobi, memiliki playlist kesukaan hingga latihan mindfulness, relaksasi. Lakukan hal yang bisa membantu menyeimbangkan kehidupan di kantor dengan kehidupan pribadi.”

2. Kenali dan selesaikan masalah.

Langkah kedua yang wajib dilakukan yaitu kontrol diri untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan masalah.

“Tanyakan ke diri, ‘apa yang kurasakan tentang hari Senin? Cemas, takut, malas atau seperti apa? Apa yang membuatku merasa demikian’?. Dengan mengenali masalah, kita akan bisa membuat rencana untuk mengatasinya dan menemukan solusi agar masalah tidak berulang,” sarannya.

Jika sudah mengenali masalah, rencanakan dan lakukan beberapa alternatif solusinya. “Bila tak ada yang harus dilakukan atau semuanya berada di luar kontrol, maka yang perlu diubah adalah sikap kita terhadap hari Senin tersebut,” saran Beta.

semangat pagi
Foto: www.unsplash.com
3. Persiapkan diri

Beta mengatakan seringkali banyaknya tugas yang belum selesai, membuat kita cemas menjalani hari Senin. Solusi agar menikmati hari Senin yakni dengan memaksimalkan tugas. “Misalnya dengan menyelesaikan tugas pada hari Jumat agar tidak terbebani dan memiliki catatan ‘to do list’ untuk seminggu ke depan.”

Persiapan berikutnya, “sebaiknya di hari Minggu aktivitasnya jangan terlalu lelah. Istirahat yang cukup serta kenakan baju kesukaanmu guna meningkatkan mood positif di hari Senin,” paparnya.

4. Memiliki pandangan yang realistis mengenai hari Senin.

Terakhir, ingatkan diri hal yang sedang diperjuangkan. “Beberapa hal mungkin tidak akan berjalan semulus seperti yang kita inginkan. Beberapa hari mungkin tidak akan berjalan semenyenangkan atau sebebas hari Minggu. Namun hari Senin memberikan peluang untuk membantu kita menjadi lebih dekat dengan apa yang kita sedang perjuangkan,” Beta mengingatkan.

“Ketika kita memiliki pandangan yang lebih realistis mengenai hal yang menyenangkan dan kurang menyenangkan dalam sehari, Senin tidak lagi menyeramkan,” sarannya mengakhiri.

Benar ‘kan, ini sama sekali bukan artikel yang salah! Selamat menikmati akhir pekanmu dan jangan lupa beristirahat. Dan semoga bisa belajar menyukai hari Senin! Lalu, ingat melakukan hal ini akhir pekan ini agar umurmu bisa lebih panjang!