Panduan Keuangan untuk Milenial agar Tidak Bangkrut Tahun 2020

Foto: www.unsplash.com

Pilih mana: bersenang-senang atau menabung? Hm, bolehkah bisa melakukan dua-duanya tanpa ada embel-embel kata “atau”? Untuk para milenial, berikut tips dari seorang ahli keuangan bagaimana agar tetap tidak bangkrut di tahun 2020. Alias, tetap bisa menikmati hidup, bersenang-senang dan menunaikan hobi menabung.

Ini yang Harus Kamu Tahu Sebelum Mengatur Uang

Foto: www.shutterstock.com

Menurut Daniel Alexander Gosana, RFP, AEPP, perencana keuangan dari FP One, cara agar kaum milenial tetap bertahan di tahun mendatang. Dalam arti bisa tetap menikmati gaya hidupnya sembari menabung dengan cara mengelola keuangan sejak dini. “Sebenarnya dalam merencanakan keuangan itukan ada dua pilihan: pertama membesarkan income-nya, jadi ya pengeluaran kita bisa makin besar. Kedua, income tetap tapi kita mengerem pengeluarannya,” kata Daniel.

Namun, setiap orang yang berbeda. “Gaya dan karakter orang ‘kan beda-beda, ada yang tipe plegmatis, ‘ah ya udalah dapat income segini. Oke-oke aja kok’. Ada juga yang ‘oh nggak bisa gini, gue harus nyari sampingan nih’. Itu dua hal yang harus diperhatikan pertama kali. Kalau misalnya udah tahu karakternya seperti apa, balik ke tujuannya tadi [agar senang-senang dan bisa menabung juga], maunya gimana,” sambungnya saat ditemui di salah satu gedung perkantoran di Jakarta Pusat.

Menurut Daniel, kaum milenial sangat jeli dalam mencari uang. Dan kreatif. Terlebih dengan adanya profesi kreatif seperti YouTuber, blogger yang cukup menjanjikan secara finansial. Tertarik melakukannya dan menjadikannya sebagai profesi utama atau sumber penghasilan tambahan? Silakan saja.

Lakukan Hal Ini Jika Ingin Sering Traveling

Foto: www.shutterstock.com

Untuk bisa sering jalan-jalan tanpa membuat bangkrut, syaratnya kamu sebaiknya menjalankan banyak trik. Trik-trik yang menekan biaya hidup lain sehingga jadwal traveling tetap terealisasi. Untuk itu, praktikkan tahap-tahap ini:

Anggarkan biaya dari penghasilan bulanan

Jika setelah berhitung, ternyata anggarannya masih terlalu besar, “Berarti, mungkin tahun depan aja. Nabung dulu aja, misalnya harus nabung 500 ribu per bulan,” sarannya.

Jalan-jalan bersama teman

Atau ikutan paket perjalanan. “Misalnya tadi mau jalan-jalan katakanlah ke Belitung, cari teman-teman yang mau ikut paket perjalanan. Biasanya paket perjalanan makin banyak orangnya makin murah,” ungkapnya.

Hemat dengan makan bersama teman

Makan bareng ternyata bisa membuat pengeluaranmu berkurang. “Kalau punya geng makan biar menghemat satu sama lain, makanannya bisa pesan berbeda-beda aja dan nanti bisa di-share. Dengan begini setiap orang bisa menikmatinya dan tetap kenyang.”

Bahkan hal ini bisa diaplikasikan saat membeli makanan trendi seperti kopi gula aren dan minuman boba. Bayangkan: jika kamu membeli boba dengan harga 20 ribu per hari selama 20 hari kerja, maka pengeluaran hanya untuk bisa mencapai 400 ribu sebulan. Nah, karena porsi minuman boba biasanya besar, kamu dan teman bisa berbagi. Akhirnya, berhemat, deh!

“Tinggal ganti-gantian sama teman, hari ini siapa yang bilang, besok siapa. ‘Kan yang paling penting itu biar terlihat kekinian, tahu rasanya. Dengan melakukan hal ini kamu juga sedang menerapkan aksi go green, jadinya makin mulia. Dan pengeluaran yang seharusnya 400 ribu, menjadi 200 ribu saja,” jelasnya.

Trik agar Rajin Menabung

Foto: www.freepik.com

Ah, menabung memang sebuah kata yang indah, tapi sulitnya bagaikan memindahkan kentang 10 kilogram.

Dan menurut Daniel ini bukan karena milenial boros. Lebih karena, “minimnya pengetahuan tentang pengeloaan uang itu sendiri,” katanya. “Contohnya, sadar sih harus nabung, ikut asuransi, ikut investasi, mencicil rumah, tapi bingung bagaimana melakukannya. Bertanya-tanya bagaimana caranya rajin menabung tapi tetap ‘enak’ menjalani hidup. Dan karena nggak tahu mengelolanya, akhirnya uang yang menganggur dibelanjakan.”

Menurut Daniel ini bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan soal menabung. “Mungkin tujuannya belum cukup ‘seksi’ untuk seseorang,” katanya memaklumi. Untuk bisa mengubah hal tersebut, “jadikanlah hal tersebut sebagai impian. Dan aturan dasarnya, “alokasikan dana hasil income sebesar 10% per bulan untuk tabungan.”

Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa terlalu banyak godaan di luar sana. Jadi, seringkali kita absen menabung. Ooops! “Biasanya gampang terpengaruh karena belum firm atau kokoh. Kalau tujuan udah jelas, tahu manfaatnya dan ingin diwujudkan, kemungkinan besar akan lebih rajin dan senang menabung,” beber Daniel.

Jadi, milikilah tujuan yang ‘seksi”. Tujuan yang emosional yang membuatmu semangat untuk menabung.

Begini Salah Satu Cara Save Money

Berhubung kita adalah generasi gambar dan infografis, sepertinya penjelasan dalam bentuk gambar akan sangat membantu. Setuju? Pada LIMONE, Daniel membeberkan contoh investasi yang bisa diikuti.

Daniel mengungkapkan salah satu cara efektif menyimpan uang selain menabung yaitu dengan investasi baik deposito, reksa dana, obligasi, saham maupun emas. “Jadi ketika kita mau investasi, perhatikan investasi jangka pendek, menengah dan panjang. Jangka pendek 0-3 tahun, 4-7 tahun jangka menengah, jangka panjang di atas 7 tahun,” katanya.

“Jangka pendek sudah pasti deposito, jangka menengah bisa dimulai reksa dana, obligasi dan jangka panjang bisa main saham,” paparnya. Dan sebelum melakukan semua itu, “pastikan apa dulu tujuannya. ‘Oh gue mau jalan-jalan’, investasilah dalam bentuk deposito. Tapi kalau mau menikah, masuk ke menengah ke reksadana. Dan jika mengumpulkan duit untuk pensiun, berinvestasilah dalam bentuk saham.”

Perbedaan antara Trader dan Investor

Foto: www.freepik.com

Ia menyarankan dalam hal investasi saham sebaiknya mencoba untuk sebagai investor. “Jangan sebagai trader. Kalau pun mau jadi trader asalkan kita ngerti.”

Bedanya apa, sih? “investor itu kita taruh duit, benar-benar invest dan 10 tahun lagi baru kita lihat. Jangan dikotak-katik.” paparnya.

Namun untuk ini“, kamu harus pintar mencari peluang. “Misalnya saat harga saham merosot ya, beli/tembak. Untuk ama, beli saham di plat merah (saham-saham BUMN) dan lihat kinerja dalam 10 tahun terakhir, apakah naik atau turun.”

Sedangkan trader, lebih rumit karena kamu harus memperhatikan pertimbangannya setiap hari. Menjual dan membelinya setiap hari.

Bagaimana dengan emas? Menurutnya investasi emas bagus dilakukan. “Cuma sifatnya hanya menyeimbangkan inflasi aja. Tapi memang bagus, karena value-nya nggak akan turun.”

Selanjutnya: mau hemat lagi? Terapkan trik ini agar tidak ada yang tahu kalau kamu memakai baju yang sama setiap minggu ke kantor. Artinya, kamu tidak perlu belanja baju setiap minggu.