Tanya Ahli: Bagaimana Mengenali Tanda Awal dari Kehamilan?

tanda awal kehamilan
Foto: www.stocksy.com

Bagi kebanyakan pasangan yang telah menikah, kehamilan merupakan salah satu momen yang paling dinanti. Hadirnya buah hati di dalam keluarga tentu akan menjadi hal yang paling membahagiakan. Namun terkadang, sebagian calon ibu justru tidak mengetahui bahwa ia sedang mengandung karena tidak merasakan tanda awal kehamilan.

Untuk itu, LIMONE menghubungi dr. Ina Damayanti, SpOG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Yarsi Cempaka Putih Jakarta Pusat, yang akan membahas terkait tanda awal kehamilan yang perlu kamu ketahui. Plus, bagaimana cara menjaga kandungan agar ibu dan anak tetap sehat.

Apa Itu Kehamilan?

tanda awal kehamilan
Foto: www.rawpixel.com

“Menurut WHO, pregnancy atau kehamilan adalah proses sembilan bulan atau lebih di mana seorang perempuan membawa embrio dan janin yang sedang berkembang di dalam rahimnya,” tutur Dokter Ina.

Akan tetapi terdapat pula ibu yang mengandung selama lebih dari sembilan bulan. Apakah sebabnya? Hal ini ternyata dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni:

Faktor ibu

Ketika ibu hamil mengandung lebih dari sembilan bulan, menurut Dokter Ina hal ini bisa disebabkan karena “panggul yang sempit, adanya kelainan pada rahim seperti miom uteri, dan anemia. Selain itu, bisa juga karena tinggi badan kurang dari 150 sentimeter dan ibu yang mengalami obesitas,” jelasnya.

Faktor janin

Sementara pada janin, hal ini bisa terjadi karena ukuran lingkar kepala lebih dari 33 cm atau taksiran berat badan lebih dari 4000 gram. Serta adanya “kelainan letak seperti sungsang atau lintang, dan kelainan bawaan bayi seperti hidrosefalus dan anensefali,” tambahnya.

Bagaimana Mengenali Tanda Awal Kehamilan?

Foto: www.freepik.com

Biasanya, terdapat sebagian perempuan yang tidak mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Hal ini ternyata bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti “siklus haid dan masa subur yang tidak teratur, serta obesitas yang menyebabkan pembesaran perut menjadi tidak terlihat,” papar Dokter Ina.

Tanda Awal Kehamilan Normal

Terdapat dua jenis tanda kehamilan, yakni tanda tidak pasti dan tanda pasti.

Tanda tidak pasti kehamilan

Berikut beberapa tanda tidak pasti dari kehamilan, yakni:

  • Membesarnya perut
  • Amenorea atau tidak ada menstruasi
  • Gerakan janin
  • Nyeri payudara
  • Mual
  • Muntah
  • Keluhan berkemih

Tanda pasti kehamilan

Sementara tanda pasti dari kehamilan, maka kamu dapat merasakan hal-hal berikut:

  • Terdengar bunyi jantung janin mulai 10 minggu dari Doppler
  • Terabanya gerakan janin di perut sejak 20 minggu
  • Terlihatnya janin melalui USG sejak usia 6 minggu

Akan tetapi, bagaimana dengan bayi kembar, apakah tanda-tanda kehamilan yang dirasakan akan berbeda?

“Pada kehamilan bayi kembar akan dirasakan mual muntah berkepanjangan dan pembesaran perut yang lebih cepat,” ucapnya.

Bagaimana dengan Tanda Kehamilan yang Tidak Normal?

tanda awal kehamilan
Foto: www.xframe.io

Menurut Dokter Ina, tanda kehamilan tidak normal akan bergantung pada penyebabnya. Untuk itu terdapat dua faktor yang membagi kehamilan tidak normal, yakni faktor ibu dan janin.

Faktor ibu

Terdapat 6 faktor yang bisa memengaruhi kehamilan yang tidak normal, yakni “anemia, kanker, dan penyakit bawaan seperti kelainan darah dan jantung. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh penyakit infeksi seperti tuberkulosis, COVID-19, dan HIV AIDS,” jelasnya.

Selain itu, penyakit metabolik seperti darah tinggi, diabetes mellitus, dan displipidemia serta riwayat operasi sebelumnya (operasi Caesar atau otak) juga dapat menjadi faktor penyebab kehamilan tidak normal.

Faktor janin

Sedangkan pada janin, faktor yang dapat memengaruhinya adalah “prematur, ketuban pecah dini, kembar, dan kelainan bawaan,” terang Dokter Ina.

Lantas, jika ibu memiliki penyakit infeksi, apakah ada kemungkinan janin juga akan terkena infeksi tersebut?

“Satu dari tiga janin terinfeksi COVID-19 dari ibunya apabila infeksi COVID terjadi pada trimester akhir. Hal ini dibuktikan oleh laporan kasus di USA tahun 2021 ini,” jawabnya.

Ketika mengalami tanda kehamilan yang tidak normal, hal ini dapat menimbulkan beberapa risiko, yakni di antaranya:

  • Persalinan prematur
  • Persalinan caesar
  • Perdarahan saat persalinan
  • Kematian bayi
  • Kematian ibu

Apa yang Perlu Dilakukan Ketika Tanda Awal Kehamilan Muncul?

Foto: www.freepik.com

Menurut Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang satu ini, ketika mendapati tanda-tanda kehamilan maka bisa “memastikan tanda pasti kehamilan dengan melakukan ultrasonografi,” katanya.

Sementara jika mengalami mual muntah hebat, maka terdapat beberapa cara untuk mengatasinya, yaitu:

  • Mencari penyebab mual muntah. Biasanya ini sebabkan oleh kurangnya zat besi, pola makan yang tidak teratur, atau makan dengan menu yang salah seperti mengonsumsi sambal dan tepung.
  • Mengatur pola makan dan menu yang baik.
  • Mempersiapkan diri satu tahun sebelum kehamilan dengan berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Kemudian, apakah saat mengetahui adanya tanda awal kehamilan maka ibu hamil sudah diperbolehkan mengonsumsi vitamin atau susu hamil?

“Seharusnya konsumsi suplemen hamil dimulai satu tahun sebelum kehamilan, yang disertai dengan konsultasi ke dokter kandungan,” sarannya.

Bagaimana Cara Menjaga Kandungan Selama Kehamilan?

tanda awal kehamilan
Foto: www.freepik.com

Tentunya, hampir semua ibu menginginkan bayi yang dikandungnya agar tetap sehat hingga proses persalinan. Untuk itu, sang ibu bisa melakukan beberapa cara untuk menjaga kandungan agar tetap sehat selama kehamilan.

  1. Periksakan kehamilan dengan rutin perbulannya dari minggu pertama hingga minggu ke-28. Kemudian dua minggu sekali dari minggu ke-29 hingga 36. Lalu seminggu sekali dari minggu 37-40.
  2. Periksa laboratorium di minggu 22 untuk mendeteksi anemia dan infeksi.
  3. Makan bergizi dengan komposisi yang sehat. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur pola makan teratur, komposisi zat gizi yang seimbang dengan protein 1,5 kali lebih banyak dari sebelum hamil, dan mengutamakan daging merah seperti kambing dan sapi untuk mencegah anemia.
  4. Selain itu, ibu hamil juga perlu mencek kadar zat besi dan vitamin D untuk mengetahui secara dini adanya defisiensi, mengolah makanan dengan sehat seperti tumis, rebus, kukus, serta menjauhi gorengan, dan yang terakhir adalah menjauhi sambal, tepung, dan junk food.
  5. Lakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan, serta terpantau oleh tenaga kesehatan. Hal ini tentu bergantung dengan kondisi fisik ibu dan kehamilannya. “Bila tidak ada kelainan ibu dan janin, maka aktivitas fisik seperti sebelum hamil dapat dilakukan hingga 90% intensitasnya,” jelas Dokter Ina.

Kesimpulan

Foto: www.rawpixel.com

Setelah mengalami tanda awal kehamilan, maka sang ibu perlu segera mengunjungi dokter untuk memastikan tanda-tanda tersebut.

“Tidak diperbolehkan untuk tidak memeriksakan diri ke tenaga kesehatan sama sekali selama kehamilan. Tidak rutin periksa adalah salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi,” tegasnya.

Sementara ketika mendapati kehamilan yang tidak normal, maka ibu hamil perlu segera berkonsultasi dengan dokter kandungan, “dan merencanakan persalinan di fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan. Seperti mencari rumah sakit yang siap melakukan operasi caesar darurat 24 jam,” sarannya.

“Menjadi orang tua (itu) dimulai sejak hasil tes kehamilan positif. Bertanggungjawablah membesarkan anak sejak di dalam kandungan dengan cara melakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur,” pesan Dokter Ina.