Apakah Kamu Harus Memberitahukan Teman Jika Suaminya Selingkuh?

Foto: www.istockphoto.com

Phiuuuh, membaca judulnya saja sudah deg-degan—apalagi jika kamu sedang mengalami dilema yang sama. Karena satu dan lain hal, kamu mengetahui bahwa suami teman berselingkuh. Kamu ingin melaporkannya kepada sang istri tapi juga ragu setengah mati. Pasalnya, jangan-jangan ketika dikasih tahu, temanmu akan histeris, atau situasi semakin parah atau dia malah akan bilang, “it’s not your f*cking business“. Wedew.

LIMONE menghubungi seorang psikolog untuk mencari pencerahan dan solusi saat suami teman berselingkuh.

Apa yang Harus Kamu Ingat Sebelum Memberi Tahu Teman?

suami temanmu berselingkuh
Foto: www.gettyimages.com

Menurut Ayu Mandari, M.Psi, Psikolog dari Metamorfosis SDC hal ini merupakan permasalahan yang sudah masuk ke dalam ranah pribadi, atau private area. Ketika berbicara tentang area ini, idealnya permasalahan yang terjadi hanya diketahui atau dibahas secara pribadi. “Namun adakalanya juga membutuhkan keterlibatan orang lain jika kedua pihak sudah tidak dapat menyelesaikannya secara pribadi,” terangnya melalui email.

Sebut saja kamu mengetahui suami teman berselingkuh. Nah, Ini adalah masalah pribadi rumah tangga yang super duper mega pribadi.

“Hal pertama yang harus dipertimbangkan ketika ingin terlibat dalam persoalan pribadi rumah tangga orang lain adalah bagaimana hubungan kita dengan orang itu,” Ayu mengingatkan. “Jika memang sudah sangat dekat dan kita punya kapasitas (misalnya ada kemungkinan dapat membantu) untuk dapat memperbaiki atau mendukung rumah tangganya menjadi lebih baik, pilihan tersebut itu bisa dipertimbangkan,” lanjutnya.

Sebaliknya, jika setelah dipikir baik-baik bahwa kecil kemungkinan campur tanganmu akan menjernihkan situasi, sebaiknya pertimbangkan untuk menyampaikan apa yang kamu tahu melalui orang lain yang lebih dekat. Itu, plus orang ini juga memiliki kapasitas untuk membantu dan memperbaiki hubungan keduanya.

Jadi, tidak ada kewajiban nih, untuk memberitahukan kepada si temanmu? Menurut Ayu, semuanya tergantung pada seberapa parah situasi tersebut dan apakah keterlibatanmu bisa memberikan efek positif.

Apa yang Harus Dikatakan kepada Teman yang Suaminya Selingkuh?

suami temanmu berselingkuh
Foto: www.gettyimages.com

Setelah ditimang-timang dari sampai A sampai Z, dan balik lagi Z ke A, akhirnya kamu memutuskan untuk memberitahukan si teman tentang perilaku suaminya. Perhatikan hal berikut: suasana hati si teman (idealnya dalam kondisi baik) dan pilih waktu yang tepat untuk menyampaikan informasi itu. Selain itu, pastikan lokasi dan tempat kamu bertemu dengannya, memiliki privasi level tinggi.

Itu masalah logistik. Hal lain yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan baik-baik adalah bahasa yang kamu gunakan. Pastikan kamu menggunakan: “Bahasa yang netral dengan intonasi yang tenang. Tidak bersifat menyalahkan salah satu pihak. Sampaikan informasi yang sebenarnya tanpa interpretasi atau penambahan makna secara pribadi untuk menghindari timbulnya penafsiran yang bersifat ganda,” paparnya.

Knock on wood: temanmu bisa menerima kabar ini dengan tenang. Akan tetapi, ada kemungkinan dia menjadi histeris atau malah tidak percaya, tidak terima cerita tersebut.

“Terkait reaksi itu bukan hal yang dapat kita kontrol,” terang Ayu. “Hal yang bisa kita kontrol adalah bagaimana reaksi kita ketika menyampaikan informasi tersebut. Yakni dengan cara yang tepat, dengan bahasa dan pemilihan kata yang tepat, dan tentunya pada kondisi dan situasi yang tepat juga,” tegasnya.

Oh, oh, bagaimana jika temanmu meminta saran? “Jika memang kita punya kapasitas untuk memberikan saran, boleh saja. Tapi jangan lupa untuk mendengarkan, hadir menjadi pendengar yang baik terkadang lebih sangat dibutuhkan,” sarannya.

Bagaimana Jika Suami Teman Berselingkuh dengan Orang yang Kamu Kenal?

Foto: www.gettyimages.com

Ibarat serial TV Suara Hati Seorang Istri, Ini adalah skenario yang rumit, tapi apa yang sebaiknya kita lakukan jika ternyata selingkuhan suami adalah orang yang kamu kenal?

Pertama-tama, tarik nafas. Lalu, “harus dipertimbangkan seberapa banyak informasi yang kita tahu,” Ayu menerangkan. Jika kamu tidak tahu persis hubungan si suami dengan orang tersebut, atau hanya mendengarnya dari si anu, lebih baik tidak berspekulasi. “Jangan sampai kita menyampaikan informasinya yang kita peroleh dari orang lain yang belum jelas kebenarannya (hoax),” Ayu mengingatkan.

Lain lagi jika kamu mengenal dan mengetahui informasi lengkap dengan benar. “Jika memang kamu yakin, benar-benar tahu dan kenal kedua pasangan tersebut (istri dan wanita sellingkuhannya). Atau apalagi kamu punya ‘kapasitas’ untuk membawa mereka pada kondisi yg lebih baik, maka diijinkan untuk terlibat.”

Apakah skenario di atas membuatmu tidak bisa tidur atau tidak yakin akan memperbaiki masalah pribadi itu? Menurut Ayu, cara alternatif lain adalah dengan menemui suami sang teman terlebih dahulu untuk mengklarifikasi semua informasi kamu ketahui. Konfrontasi ini juga bisa berguna sebagai bentuk “pemberian dukungan agar sang suami dapat memperbaiki kondisi rumah tangganya, sehingga ia dapat memperbaiki kondisi tersebut tanpa melibatkan orang ketiga,” jelasnya.

Jika hal di atas tidak mungkin (suaminya sulit diajak bicara atau terlalu sibuk untuk diajak bertemu, misalnya), maka kamu memang sepertinya perlu berbicara dua mata dengan sang istri.

Ah, pelik, ya. Lalu, bagaimana jika saat kamu ngobrol ternyata si teman bilang dia tidak peduli karena memang sudah tidak cinta lagi dengan pasangannya? Silakan sarankan dia membaca ini.

podcast button