Adakah Skincare Routine Khusus Untuk Kulit Bruntusan? Ini Jawaban Dermatolog

skincare routine untuk kulit bruntusan
Foto: www.pexels.com

Memiliki tekstur kulit yang tidak rata menjadi permasalahan yang umum terjadi, bahkan muncul istilah kulit bruntusan untuk menerangkan masalah kulit yang satu itu. Lantas, adakah skincare routine untuk kulit bruntusan?

Terus gulir artikel ini sampai habis untuk menemukan skincare routine untuk kulit bruntusan, karena LIMONE telah menghubungi dr. Anggana Rafika Paramitasari, seorang Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi dari RS Hermina Tangerang dan RS Insan Permata Tangerang Selatan.

Apa Itu Kulit Bruntusan?

apa itu kulit bruntusan | | Adakah Skincare Routine Khusus Untuk Kulit Bruntusan? Ini Jawaban Dermatolog
Foto: www.freepik.com

Dokter Anggana memaparkan bahwa sesungguhnya bruntusan adalah istilah awam untuk menjelaskan keadaan permukaan kulit yang tidak rata, sehingga ketika diraba akan terasa kasar.

“Tidak ada diagnosis medis untuk bruntusan, namun istilah kedokteran untuk keadaan peninggian kulit yang kecil-kecil di bawah satu sentimeter adalah papul. Pada kondisi bruntusan tersebut, biasanya tampak sebagai papul yang multipel, disertai dengan adanya warna kemerahan, dan kadang terasa gatal,” jelasnya.

Selain pada wajah, bruntusan ini dapat terjadi di bagian tubuh lainnya. Menurut Baumann Skin Typing System (BSTS) membagi jenis kulit menjadi empat, yakni:

  • Oily vs Dry (berdasarkan hidrasi kulitnya)
  • Sensitif vs Resistan (tingkat sensitivitas kulitnya)
  • Pigmented vs Non-pigmented (kecenderungan untuk memiliki masalah hiperpigmentasi
  • Wrinkled vs Tight (kerutan pada kulit)

Bruntusan cenderung terjadi (walau tidak selalu) pada kulit yang sensitif. Untuk klasifikasi kulit sensitif sendiri, Leslie Baumann membaginya menjadi empat tipe, yakni:

  • Jerawat dan komedo
  • Flushing (rosacea)
  • Burning/stinging/itching, kondisi di mana kulit terasa gatal atau seperti rasa terbakar
  • Impaired barrier, contact and irritant dermatitis atau barrier kulit terganggu, dermatitis kontak iritan atau kontak alergi

Mengapa Kita Bisa Mengalami Kulit Bruntusan?

skincare routine untuk kulit bruntusan
Foto: www.pexels.com

Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka sangat penting untuk melakukan penelusuran terhadap penyebab bruntusa ini.

“Suatu dermatitis atau peradangan pada kulit, memiliki gejala bruntusan yang diakibatkan karena terkena kontak dengan bahan-bahan alergen atau iritan. Misalnya pada pemakaian skincare yang tidak tepat atau make up yang berlebihan,” tuturnya.

Sementara itu, kondisi bruntusan akibat adanya infeksi atau jerawat juga dapat mengakibatkan kondisi bruntusan. “Beberapa penyakit kulit lain seperti milia, siringoma, keratosisi seboroik, dan lainnya juga dapat menyebabkan kondisi bruntusan tersebut,” jelasnya.

Lantas, apakah munculnya bruntusan merupakan sesuatu yang berbahaya untuk kulit?

“Bruntusan yang tidak segera diperiksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau dermatologi dan venereologi untuk mendapatkan diagnosis serta terapi yang tepat, akan berpotensi menjadi semakin parah dan meluas,” jawabnya.

Bagaimana Mendiagnosis Kulit yang Bruntusan?

bagaimana mendiagnosis kulit yang bruntusan | | Adakah Skincare Routine Khusus Untuk Kulit Bruntusan? Ini Jawaban Dermatolog
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Anggana, “diagnosis kulit bruntusan ini sebaiknya ditegakkan oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter SpKK atau SpDV meliputi penelusuran gejala dan riwayat penyakit, pemeriksaan dengan lup, dermoskop, skin analyzer, dan lainnya,” terangnay.

Bahkan pada beberapa kasus, Dokter SpKK atau SpDV akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut jika memang diperlukan.

Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Bruntusan?

skincare routine untuk kulit bruntusan
Foto: www.canva.com

Dermatovenereologist yang satu ini menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter SpKK atau SpDV untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai. Karena beda bruntusan, maka pengobatannya juga akan berbeda.

“Beberapa jenis bruntusan dapat dihilangkan dengan mengonsumsi dan mengoleskan obat yang sesuai. Namun beberapa jenis lain seperti milia dan keratosis seboroik, membutuhkan tindakan yang lebih advance seperti elektrokauterisasi atau laser,” terangnya.

Walaupun bukan termasuk tindakan bedah yang invasif, “namun tindakan ini wajib dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Mengingat bahwa terdapat risiko komplikasi yang mungkin timbul,” tambahnya.

Bagaimana Skincare Routine untuk Kulit Bruntusan?

skincare routine untuk kulit bruntusan
Foto: www.pexels.com

Sebelum menentukan skincare routine untuk kulit bruntusan, yang pertama harus dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu tipe kulit yang dimiliki.

Apakah kamu memiliki tipe kulit yang kering atau sensitif, ini pastinya  akan berbeda pilihan produknya dengan kulit yang berminyak atau acne prone.

“Setelah itu, pilihlah produk perawatan wajah yang telah memiliki izin BPOM. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya kandungan berbahaya yang dapat memengaruhi bruntusanmu,” tuturnya.

Dengan menggunakan produk yang sesuai, ini dapat mengurangi risiko timbulnya bruntusan.

“Kandungan krim dengan ceramide, lidah buaya, alantoin, hyaluronic acid, dan lactic acid, dapat digunakan untuk kulit yang kering dan cenderung sensitif,” ungkapnya.

“Sedangkan untuk kulit yang cenderung berminyak, penggunaan niacinamide sebesar 2-5%, BHA, dan golongan retinoic acid dapat membantu mengontrol produksi sebum, sehingga terbentuknya komedo pun akan berkurang,” tambahnya.

Dokter Anggana mengingatkan untuk mulai menggunakan produk dengan konsentrasi yang ringan, dan naikkan secara bertahap seraya dengan mengevaluasi efeknya pada kulit.

Bisakah Menghilangkan Bruntusan dalam Waktu yang Singkat?

skincare routine untuk kulit bruntusan
Foto: www.rawpixel.com

Karena terkadang mengganggu estetika, kebanyakan orang ingin menghilangkan bruntusan dengan waktu yang singkat.

Menurut Dokter Anggana, “jika penyebab bruntusan adalah reaksi peradangan ringan, maka dengan terapi dokter SpKK atau SpDV yang sesuai dapat menghilangkan bruntusan dalam waktu relatif singkat,” terangnya.

“Namun untuk jerawat atau bruntusan akibat reaksi peradangan yang cukup berat, memerlukan waktu terapi dan evaluasi yang lebih lama,” lanjutnya.

Sementara itu, kamu bisa mencegah munculnya bruntusan pada kulit. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan perawatan wajah yang sesuai dengan jenis kulit dan melakukan perawatan wajah dasar, seperti:

Gunakan pembersih wajah yang sesuai

Cobalah untuk membersihkan dengan pembersih wajah yang sesuai. Pembersihan wajah yang terlalu berlebihan atau double cleansing tidak diperlukan jika kamu tidak menggunakan riasan tebal, dan cenderung dapat lebih mengiritasi pada kulit yang sensitif

Jaga kelembapan kulit

Kemudian, jaga kelembapkan kulit dengan menggunakan moisturizer yang sesuai dengan jenis kulit

Gunakan tabir surya

Lindungi wajah menggunakan sunscreen setiap hari. Gunakan broad spectrum sunscreen setiap hari, dan ulangi pemakaiannya jika kamu berada di luar ruangan

Eksfoliasi secara rutin

Terakhir, lakukan eksfoliasi secara berkala. “Tindakan ini dapat dilakukan di rumah menggunakan physical exfoliant agent, seperti crub atau home peeling lain, dan di klinik kesehatan kulit dengan menggunakan physical peeling seperti microdermabrasi atau chemical peeling seperti AHA, BHA, dan lainnya,” tuturnya.

Dokter Anggana menyarankan agar tidak terlalu sering melakukan tindakan eksfoliasi, karena hal tersebut dapat mengiritasi kulit.

Kesimpulan

mencegah bruntusan | | Adakah Skincare Routine Khusus Untuk Kulit Bruntusan? Ini Jawaban Dermatolog
Foto: www.xframe.io

Dermatovenereologist yang satu ini mengingatkan bahwa basic step skin routine dan sesuaikan produk dengan tipe kulit. “Hindari tindakan pembersihan atau pengelupasan wajah yang berlebihan untuk mencegah kulit mengalami iritasi lebih lanjut,” ajurnya.

“Segera periksakan kondisi bruntusan untuk mendapatkan diagnosis yang sesuai dari dokter SpKK atau SpDV, sehingga kondisi bruntusan yang dialami pun tidak berlarut-larut. Patuhi saran dari dokter, dan bersabar dalam penggunaan obat, karena kulit memerlukan waktu untuk kembali pulih,” tutupnya.