Ternyata, Siklus Hormonal Mempengaruhi Ketertarikan Perempuan pada Pria

Foto: www.gettyimages.com

Ada yang bilang siklus hormonal mempengaruhi preferensi perempuan terhadap pria. Benarkah?

Sebuah studi baru mengatakan bahwa siklus perempuan tidak mempengaruhi preferensi perempuan terhadap sikap laki-laki. Akan tetapi, memang mempengaruhi level atraksi secara umum. Wow! Hormonal para perempuan memang terkadang seperti “diktator”.

Untuk mendapatkan hasil ini, para tim peneliti dari Universitas Göttingen meneliti 157 partisipan perempuan (sampel data terbesar untuk topik ini). Semua perempuan ini berusia 18 sampai 35 tahun, heteroseksual, dan memiliki menstruasi yang alami dan teratur.

Nah, di dalam penelitian ini, para partisipan melakukan empat tes yang terpisah dan diminta untuk menonton video tentang seorang pria yang berusaha mengenal seorang perempuan. Para partisipan diminta untuk fokus pada sikap laki-laki, dan kemudian memberikan skor keatraktifan laki-laki tersebut. Apakah si laki-laki menarik untuk dijadikan gebetan, pacar jangka panjang atau pasangan jangka panjang.

Setelah melakukannya, sampel ludah dan tes urinal dilakukan untuk memetakan level hormon dan fertilitas. Hasilnya? Nuh-uh, tidak ada bukti bahwa preferensi wanita pada sikap pria berubah selama siklus mereka. Misalnya saja, para perempuan ini menilai sifat kompetitif atau suka merayu hanya menarik untuk jangka panjang—tapi meh… untuk hubungan serius. Dan penilaian ini tidak berubah saat apakah mereka subur atau tidak.

Eits, penelitian ini tidak hanya berhenti di situ. Ada satu lagi hasil menarik yang muncul, yakni: ketika saat sedang subur (masa pertengahan antar menstruasi), para perempuan menilai bahwa setiap laki-laki lebih menarik secara general. Aha! Hal ini dibandingkan masa lain selama siklus hormonal.

“Penemuan yang menilai keatraktifan meningkat selama fase subur, tidak peduli sikap pria seperti apa, adalah sesuatu yang baru—dan ini mengindikasikan bahwa motivasi perempuan untuk berpasangan sepertinya lebih tinggi pada masa subur,” kata Julia Stern Ph.D., kata penulis utama penelitian ini.

Ah, ini sepertinya bisa menjelaskan mengapa hasrat menggebu-gebu dan saat menstruasi akan tiba. Oke, dicatat baik-baik. Dan ini panduan memilih sex toy ketika kamu sedang membutuhkannya.

podcast button