Ini Manfaat Sari Kurma dan Perbedaannya dengan Madu Kurma

sari kurma
Foto: www.rawpixel.com

Selain kenyal dan memiliki rasa manis, kurma juga memiliki beragam nutrisi penting yang dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Tak jarang, kebanyakan orang juga lebih memilih sari kurma yang dianggap lebih praktis untuk dikonsumsi.

Dengan teksturnya yang kental, berwarna kehitaman, serta terasa manis, produk olahan ini juga mempunyai khasiat yang tidak kalah baik dari buah kurma.

Apa Itu Sari Kurma?

sari kurma
Foto: www.freepik.com

Sari kurma merupakan salah satu produk olahan dari buah kurma yang memiliki rasa lezat. Tak hanya terasa manis, sirup ini juga mengandung semua manfaat yang dimiliki oleh buah kurma utuh. Selain dikonsumsi secara langsung, sari kurma juga bisa kamu gunakan sebagai pelengkap dari makanan penutup, smoothies, atau sirup pancake.

Meski menyediakan gula alami dan rasa yang manis, namun terdapat perbedaan yang cukup besar antara gula dapur dan gula yang berasal dari buah. Gula putih sebagian besar terbuat dari tebu dan memerlukan sebuah proses hingga akhirnya bisa menjadi butir-butir yang terasa manis. Sementara rasa manis pada buah, dapat dirasakan ketika buah menjadi matang dan siap untuk dimakan.

Selain itu, sari kurma mengandung sejumlah besar vitamin dan mineral. Sementara gula sebagian besar tidak memiliki manfaat nutrisi sama sekali, kecuali kalori.

Apa Manfaat Sari Kurma?

Foto: www.freepik.com

Mengandung antioksidan

Sari kurma mengandung antioksidan yang tingi, yang mana dapat menangkal beberapa radikal bebas sehingga tubuh bisa terhindar dari beberapa penyakit. Dibandingkan dengan jenis buah yang serupa yakni buah ara dan plum kering, olahan buah kurma ini mengandung antioksidan yang lebih tinggi yang terdiri dari:

Tinggi serat

Pada dasarnya, kurma memang mengandung serat yang cukup tinggi. Berkat hal tersebut, maka sari kurma dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, salah satunya adalah dengan membantu individu agar bisa buang air besar secara teratur.

Dalam sebuah penelitian, 21 orang yang mengonsumsi kurma selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi buang air besar yang signifikan, dibandingkan saat mereka tidak makan kurma.

Membantu mengontrol gula darah

Selain itu, serat dalam produk olahan ini juga dapat bermanfaat untuk mengontrol gula darah. Pasalnya, serat ini mampu memperlambat sistem pencernaan dan membantu mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan.

Hal ini berkaitan dengan kadar indeks glikemik kurma yang rendah, sehingga mampu mengukur seberapa cepat gula darah meningkat setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Meningkatkan fungsi otak

Menurut sebuah studi, kurma memang memiliki manfaat untuk menurunkan tanda-tanda inflamasi yang ada di otak, seperti interleukin 6 (IL-6). Tingkat inflamasi yang tinggi sering dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif yang lebih tinggi, yakni Alzheimer.

Berkat kandungan antioksidan yang ada di dalam sari kurma, hal ini dapat membantu mengurangi tanda peradangan yang ada di otak.

Membantu meringankan persalinan

Buah kurma ternyata dapat meningkatkan potensi untuk meringankan proses persalinan pada ibu hamil. Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi buah-buahan ini selama beberapa minggu terakhir kehamilan dapat meningkatkan pelebaran serviks sehingga bisa membantu mengurangi waktu persalinan.

Menurut sebuah penelitian, 69 wanita yang mengonsumsi enam buah kurma per hari selama empat minggu, dapat membantu melahirkan secara normal dalam waktu yang lebih singkat.

Peran kurma dalam kehamilan diduga karena adanya senyawa yang mengikat reseptor oksitosin dan dapat meniru efek oksitosin dalam tubuh. Oksitosin merupakan hormon yang menyebabkan kontraksi persalinan saat melahirkan. Selain itu, kurma juga mengandung senyawa tanin yang terbukti dapat membantu memfasilitasi kontraksi.

Meningkatkan kesehatan tulang

Sejatinya, kurma mengandung beberapa mineral, termasuk fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Hal ini pula yang menyebabkan olahan kurma dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang, dan mecegah kondisi yang berhubungan dengan tulang seperti osteoporosis. Jika kamu ingin mendapatkan khasiat tersebut, maka cobalah untuk mengonsumsi cairan lengket yang manis ini secara rutin.

Mudah untuk dikonsumsi

Selain karena rasanya yang manis, sari kurma juga merupakan sirup yang lezat. Menariknya, kamu bisa menambahkan olahan buah ini ke dalam berbagai hidangan. Mulai dari menambahkannya sebagai saus pada pancake, salad, atau mencampurnya ke dalam smoothie dan oatmeal.

Tak hanya itu, sari kurma juga lebih mudah untuk dikonsumsi dibanding buah kurma utuh. Apalagi jika kamu kurang suka dengan makanan yang kenyal, maka tidak ada salahnya untuk mengonsumsi olahan buah kurma yang satu ini.

Pemanis alami

Sari buah kurma juga merupakan sumber fruktosa atau jenis gula alami yang dapat ditemukan di dalam buah. Sehingga sedikit berbeda dibandingkan dengan gula putih yang sering kamu temui di dapur. Karena buah ini kaya akan nutrisi, serat, dan antioksidan.

Apa Perbedaan Sari Kurma dan Madu Kurma?

sari kurma
Foto: www.pexels.com

Ketika sedang berseluncur di internet untuk mencari lebih lanjut terkait dengan sari kurma, terkadang kamu juga bisa menemukan madu kurma. Meski mirip, namun nyatanya dua produk olahan dari kurma ini berbeda.

Sari kurma didapat dari hasil ekstraksi buah kurma yang telah dihaluskan. Sementara madu kurma merupakan kombinasi antara madu dengan kurma.

Bagaimana Cara Memilih Sari Kurma yang Benar?

Foto: www.freepik.com

Terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika memilih produk olahan kurma, hal ini bertujuan untuk mendapatkan produk yang asli dan berkualitas

Periksa tekstur dari sari kurma

Ketika akan membeli produk olahan kurma yang satu ini, pastikan bahwa kamu memilih produk asli yang terbuat dari buah kurma. Ciri-cirinya adalah harus larut di dalam air. Sebaiknya, perlu menghindari sari kurma yang memiliki tekstur kasar dan berkristal, karena tidak terbuat dari buah kurma asli.  

Sehingga, disarankan untuk mencobanya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya. Namun jika kamu ingin membeli secara online, maka cobalah untuk membaca ulasan dari pembeli lainnya.

Hindari produk yang mengandung pengawet buatan

Untuk mendapatkan manfaat dari sari kurma, kamu bisa mengonsumsinya secara rutin. Karena hal tersebut, sebaiknya kamu memilih produk yang tidak mengandung pengawet buatan. Namun kekurangannya, sari kurma yang tidak mengandung pengawet biasanya tidak bisa bertahan lama. Agar tidak terbuang, kamu bisa membelinya dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Perhatikan material kemasannya

Umumnya produk olahan kurma ini dikemas dalam botol kaca dan plastik. Sari kurma yang disimpan dalam botol kaca cenderung memiliki kualitas yang lebih terjaga. Sayangnya, bobot dari produk ini biasanya lebih berat dan terasa merepotkan ketika harus dibawa bepergian.

Jika kamu berniat untuk memilih kemasan dengan botol kaca, maka cobalah untuk memilih produk yang dikemas dalam botol berwarna gelap. Karena akan lebih maksimal dalam melindungi sari kurma dari paparan sinar matahari, sehingga dapat tahan lebih lama.

Sementara sari kurma yang dikemas dalam botol plastik umumnya akan lebih rentan rusak. Namun kemasan ini biasanya lebih ringan.

Periksa kandungan lainnya

Selain terbuat dari buah kurma, biasanya produk olahan dengan tekstur yang cair ini juga mengandung bahan tambahan lainnya, Baik itu minyak zaitun, propolis, dan berbagai lainnya. Biasanya, bahan tambahan tersebut bertujuan untuk memaksimalkan manfaat dari sari kurma.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, maka kamu perlu memerhatikan bahan kandungan yang ada di dalamnya dan sesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi tubuh.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Karena memiliki manfaat yang beragam, maka tidak ada salahnya untuk mengonsumsi sari kurma secara rutin. Selain dimakan secara langsung, kamu juga bisa menambahkannya ke dalam beberapa hidangan.

Meski memiliki khasiat untuk kesehatan, namun disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.